AKSI BAKTI SOSIAL OLEH MAHASISWA BKI DALAM BENCANA TANAH LONGSOR DI PONOROGO

IMH

Mahasiswa prodi BKI IAIN Tulungagung 2015/2016 terlibat aktif bakti sosial ponorogo saat musibah Bencana Tanah Longsor 13 April 2017 (Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kec. Pulung, Kab Ponorogo). Mahasiswa tersebut diantaranya Muhamad Syafiq, Muhamad Badarudin, Syaifullah Huda, Vita Lutfi, Lutfi Suaidah, Faizatud Darujatul Ulya dengan dosen Pendamping Lilik Rofiqoh, S. Hum, M.A; Wikan Galuh Widyarto, M.Pd; Desika Nanda Nurvita, M.Pd; Febranti Putri Navion, M.Pd; Muhammad Solihudin Zuhdi, S.Sos.I, M.Pd, dan David Ari Setyawan, M.Pd. Kegiatan yang dilakukan yakni konseling pos traumatik dan pemberian sembako kepada korban longsor.

Diduga bahwasanya dampak dari longsor tersebut disebabkan  oleh tanah guntai yang luruh akibat hujan deras merambah wilayah ponorogo dan sekitarnya, ditambah angin kencang yang menggoyahkan pepohonan membuat tanah pijakannya tak kuat menahan. Akibatnya transportasi tersendat. Hal itu tentu meresahkan warga.

Sampai ditempat kejadian terlihat kondisi yang begitu memprihatinkan. Rumah-rumah sudah tak layak huni, jalanan tersendat ulah bebatuan yang merambah trotoar, begitu juga korban jiwa dan luka-luka yang terhitung banyak, bahkan tak sedikit dari mereka mengalami trauma. Disitulah peran BK dalam masyarakat yaitu, memberikan konseling pos traumatic kepada korban. Disamping memberikan bantuan kepada warga juga sebagai ajang praktik kerja mahasiswa di lapangan. Selain itu, para mahasiswa BKI juga begitu antusias membantu para korban dengan memberikan bantuan berupa sembako. Berharap sedikit kebutuhan fisiologis mereka tercukupi. Tak hanya itu, bantuan berupa tenaga pun ikhlas dilakukan. Dengan begitu, dapat mengurangi beban korban tanah longsor.

Beberapa warga ketika ditanya mengenai kejadian tersebut mengaku sangat bersedih atas kejadian yang telah menimpa mereka. Mereka menyatakan begitu berterima kasih dan bersyukur atas kedatangan dosen dan  mahasiswa yang sudah sabar dan ikhlas membantu. Baik bantuan berupa kebutuhan primer maupun psikologis.

LJLK