TENTUKAN JATI DIRIMU DAN TEMUKAN KEBAHAGIAANMU

tes-kepribadian-gambar-3

Apakah yang membuat dirimu terlihat seperti dirimu saat ini? hal ini meluputi nama, usia, jenis kelamin, gaya rambut, pakaian, musik yang di sukai, idola/fans, dan sebagainya. Semua itu merupakan bagian dari identitasmu sebagai hakikatnya manusia. Semua yang ada dalam dirimu adalah bagian dari identitasmu di dunia ini, seperti masalah penampilan, hubungan yang kamu miliki, bentuk tubuh, hatimu, bahkan jiwa dan akalmu. Identitas itu sangat luas dan identias sendiri bukan suatu yang tetap “kamu pasti berubah, tumbuh secara biologismu, dan berkembang jasmani serta rohani dalam seumur hidupmu”.

Apa sih jati diri itu? Jadi diri adalah sesuatu yang kita pilih untuk menjadi sebuah prinsip atau landasan dalam hidup ini yang mana ini merupakan bentuk dari sikap, perilaku, perasaan seorang individu. jadi, mencari jati diri berarti belajar mengenal siapa diri kita, apa yang ada dalam diri kita, dan bagaimana mengenal sifat-sifat kepribadian (psikologis) kita sejak kita hadir dalam dunia ini. ada juga yang mengartikan jati diri secara spiritual yaitu belajar mengenal diri kita sendiri secara batiniah, dan orang yang mengenal dirinya maka orang itu pun akan mengenal tuhanya, karena tuhan sangat dekat dengan diri kita sendiri.

Hal ini kita mulai dengan saat kita menjadi seorang remaja, secara biologis, tidak di ragukan lagi bahwa masa ini adalah menjadi masa peralihan dalam perkembangan otak, hati, tubuh dan jiwa. pada masa anak-anak konsep diri yang di miliki itu sangatlah berbeda denagan konsep dirinya saat sudah menjadi seoarang remaja. Konsep diri seorang anak mungkin masih bersifat tidak realistis, penuh akan imajinasi-imajinasi dalam dirinya. Namun jika konsep diri anak itu berkembang secara normal maka konsep diri yang tidak realistis tadi berubah menjadi sangat realistis dan itu semua di bentuk oleh sebuah pengalaman-pengalaman yang diperolehnya atau penemuan-penemuan yang sudah ia temukan dalam kehidupannya. Misalkan menemukan kenyamanan seperti mencoba hal-hal yang baru, kamu mungkin mencoba gaya rambut baru, warna kesukaan yang baru, klub atau kegiatan baru, atau teman baru. Tetapi konsep diri remaja baisanya tidak berjalan dengan mulus atau remaja cenderung tidak konsisten dalam jati dirinya karena sikap orang lain yang di persepsikan remaja tersebut juga berubah. Namun dengan cara seperti ini, si remaja mengalami suatu bentuk perkembangan konsep diri sampai akhirnya ia memiliki sikap diri yang konsisten dan dengan bimbingan dari orang tua/guru pastinya yang membuat remaja tersebut mempunyai jati diri yang sesuai dengan norma dan agama.

Ada tiga proses perkembangan yang dialami seorang remaja untuk menjadi dewasa, yaitu;

  • Proses biologis, yang menghasilkan perubahan fisik yang diperoleh dari gen orang tua, perkembangan otak, peningkatan tinggi serta berat bdan, dan perubahan hormon pubertas.
  • Proses kecerdasan, yang mengacu pada proses kemampuan berfikir, kecerdasan dan berbahasa, serta mengenali dirinya dengan tiga kecerdasan yaitu, intelektual, emosional dan spiritual.
  • Proses sosial dan kejiwaan, melibatkan hubungan dengan orang lain, perasaan dan kepribadian.

Ketiga proses tersebut membentuk dirimu dan semuanya bekerja sama dalam memperbaiki watak, sifat atau sikap dalam menentukan norma-norma yang kamu pegang teguh saat kamu melangkahkan kakimu menuju dewasa. Dan ternyata semua itu di jembatani oleh panca indra dalam tubuhmu yaitu mata. Misalkan pada saat kamu melihat sesuatu, dengan spontan otak akan mencari arti/makna dari apa yang kita lihat tersebut, tapi dalam proses pengamabilan arti/makna tersebut itu di pengaruhi oleh banyak hal, misalkan lingkungan kita tinggal, pengalaman-pengalaman sebelumnya, serta kondisi pikiran atau jiwa kita pada saat itu.

Perasaanmu tentang dirimu adalah salah satu cara dalam mengenali identitas atau jati diri mu, tentang kenyaaan dirimu. Seperti yang bisa kamu bayangkan, bukan hanya tindakan dan perilakumu yang mempengaruhi identitasmu, juga interaksi hubunganmu dengan orang lain. memiliki pandangan yang buruk bisa membuat pandangan kita buruk juga atas diri kita dan sebaliknya. Hubungan dengan orang lain di mulai dari rumah. Jika sejak hari pertama kamu di cap sebagi orang yang bodoh dan konyol maka itu sangat menyakitkan dan kamu akan mulai bertingkah bodoh dan konyol bahkan jika kamu sebenarnya mengesankan. Perilaku tersebut bisa di obati dengan cara membiasakan perilaku yang baik atau yang di harapkan.

  • Cara pembentukan perilaku dangan kondisioning atau kebiasaan, yaitu dengan cara membiasakan diri untuk berperilaku yang baik sesuai dengan yang diharapkan serta sesuai dengan norma, etika dalam masyarakat. Misalkan, mengucapkan trimakasih saat di beri sesuatu oleh orang lain, membiasakan diri untuk selalu tepat waktu (disiplin) dalam segala hal. Dan cara ini didasarkan atas teori belajar kondisioning yang di kemukakan oleh Pavlov maupun Trondhike dan Skinner.
  • Pembentukan perilaku dengan pengertian (Insight), Misalkan datang ke sekolah/kuliah jangan sampai terlambat, karena hal tersebut dapat mengganggu teman-teman yang lain. Bila naik motor harus pakai helm, karena helm tersebut untuk keamanan diri. Cara ini berdasarkan atas teori belajar koknitif, yaitu belajar dengan disertai adanya pengertian.
  • Pembentukan perilaku dengan menggunakan model atau contoh, misalkan orang tua sebagai contoh untuk anak-anaknya, pemimpin sebagai panutan yang dipimpinnya, pemimpin di jadikan model atau contoh oleh orang yang dipimpinnya. Cara ini didasarkan atas teori belajar sosial (social learning theory) atau observational learning theory yang di kemukakan oleh Bandura (1977).

Setelah kita menemukan dan menentukan apa yang menjadi pribadi, sikap, prilaku yang baik diri itu sendiri maka kita harus berinteraksi dan berhubungan dengan orang lain di masyarakat. Tentu kita semua inigin terlibat, diakui, dan menjalin hubungan yang baik di masyarakat, baik dengan teman, tim, kelompok musik, klub, atau kelompok lain. Mengapa ini sangat penting? Karena kelompok baikmu bisa membentuk identitas atau jati diri menjadi lebih baik lagi dengan pengalaman-pengalaman serta reaksi alami dan biologis yang ada di dalam kehidupan sosial itu. Dengan bisa mengenali dan mengetahui jati diri yang memahami atas kelebihan dan kekurangan diri sendiri, memahami sikap, prilaku, jiwa yang ada pada diri sendiri, menjadikan diri kita lebih baik lagi dalam berintrospeksi diri serta menjadikan akhlak ini baik dalam bertindak, berucap dan lebih rendah hati. Itulah yang menjadikan kita pribadi yang hebat, yang menjadikan kita di anggap, dihargai, bahkan di hormati dalam sebuah keluarga, kelompok, maupun masyarakat.  Dan dengan berkpribadian yang baik pula kita telah berjalan satu langkah lebih jauh untuk menggapai cita-cita dan impian indah. Serta dengan berkepribadian yang baik pula kamu pantas untuk bahagia.

Oleh: A. Thoriq Ihtisamul H