Kunjungan Sosial Mahasiswa BKI Semester IV di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kota Kediri

Kunjungan Sosial Mahasiswa BKI Semester IV di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kota Kediri
Kunjungan Sosial Mahasiswa BKI Semester IV di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kota Kediri (kelas 4B)

 

 

Kunjungan Sosial Mahasiswa BKI Semester IV di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kota Kediri
Kunjungan Sosial Mahasiswa BKI Semester IV di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kota Kediri (Kelas 4A)

 

Mahasiswa semester IV Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Institut Agama Islalm Negeri (IAIN) Tulungagung melakukan kunjungan sosial di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita (RSBKW) Kadiri. Kegiatan ini laksanakan pada hari Jum’at (3/5/2019) yang berlangsung di Aula Upt RSBKW Kediri dan di mulai pada jam 09:00-11:00.

Kunjungan kali ini di ikuti oleh 45 mahasiswa dari semester empat dan dua Dosen Wikan Galuh Widyarto M. Pd selaku pengampu mata kuliah konseling populasi khusus dan Dzinnun Hadi, S. Sos.I, M.Pd selaku pengampu mata kuliah konseling traumatik jurusan BKI IAIN Tulungagung. Ketika di UPT RSBKW semua mahasiswa langsung di arahkan dan diberikan pemaparan oleh tiga narasumber atau pemateri. Pemateri yang pertama Rini yang menjabat sebagai direktur pelayanan di UPT RSBKW, Lalu pemateri kedua Mono dan Pendik selaku pekerja sosial di UPT RSBKW.

Dalam kesempatan kali ini Rini menyebutkan, bahwa “Wanita yang berada dalam panti rehabilitasi ini merupakan wanita Hasil Razia atau Pekerja Seks Komersial (PSK), wanita rawan ekonomi, wanita akibat penjualan atau perdagangan manusia dan wanita yang mengalamai kekerasan seks. Namun yang pailing mendominasi adalah wanita-wanita PSK hasil razia petugas. Dari hasil wawancara petugas wanita-wanita yang menjadi PSK ini dilatar belakangi oleh bermacam-macam hal, ada yang karena tuntutan ekonomi, kecewa dengan laki-laki bahkan lebih mirisnya itu karena Hobi.”

Rini menjelaskan dengan gamblang terkait pemandangan sosial yang terjadi dalam kehidupan di RSBKW ini. misalkan terkait dengan tempat-tempat yang sering di razia oleh petugas “Penghuni di sini itu kiriman dari berbagai daerah dan kota se jawa timur dan paling sering itu kiriman dari tretes Jawa Timur, lalu dari warung remang-remang yang ada di Jombang sebelah utara dan warung remang yang ada di Tuban dan sekitarnya”. Rini juga menjelaskan, bahwa “Umur wanita penghuni RSBKW ini beragam, ada yang remaja, dewasa awal, dewasa madya, bahkan umur Lanjut Usia (Lansia) sekalipun ada”.

Mono dan Ppendik juga turut menambahkan hambatan-hambatan yang di alaminya saat bertugas di UPT RSBKW “Wanita-wanita ini ternyata banyak yang tengah mengalami tekanan batin (stress), tak jarang juga kita temukan wanita-wanita pengidap penyakit HIV bahkan juga ada yang sudah akut” untuk menangani penyakit mental kita berkolaborasi dengan pakar psikologi yang ada di kota kediri dan untuk penyakit HIV dll pemerintah sudah bekerja sama dengan rumah sakit khusus yang akan menangani wanita-wanita ini”.

Pendik menambahkan, bahwa “Syarat pertama untuk menjadi pekerja sosial di sini adalah mempunyai iman yang kuat, karena wanita-wanita yang berumur dewasa hasil razia ini juga ada yang menggoda kita para pekerja sosial, dengan cara merayu bahkan melihatkan daerah-daerah terlarangnya kepada kita. Hal seperti itulah yang mmenjadi cobaan buat kita para pekerja sosial. Wanita-wanita disini sebenarnya sangat rindu akan perhatian, rasa kasih sayang dan cinta dari orang-orang terdekatnya. Semua itu berdampak pada sikapnya yang gampang baperan dan gampang cemburuan. misalkan di saat kita mencoba asesment atau mewawancarai salah satu penghuni di lantai dua untuk mencari data, pada saat itu lah penghuni yang ada di lantai satu itu cemburu dengan berkata bahwa dia sudah tidak diperhatikan lagi.”

Perlu diketahui juga bahwa UPT RSKBKW itu ada disetiap Provinsi Indonesia, dan untuk provinsi Jawa Timur itu berada di Kediri. Di Jawa Timur ini waktu rehabilitasi selama empat bulan, berbagai bekal keahlian dan keterampilan sudah diajarkan pada waktu empat bulan itu, keahlian dan keterampilan yang diajarkan ada empat bidang (Tata boga, tata rias, tata busana dan tata rambut atau salon). Setelah menempuh waktu empat bulan di panti rehabilitasi ini maka para penghuni akan dipulangkan ke rumah masing-masing dan di berikannya juga peralatan-peralatan keterampilan sesuai dengan yeng telah ia pelajari di UPT RSBKW tersebut.

oleh: A Thoriq I