Tentang Aku dan OSMABA 2019

Foto Kelompok William Glazer

Foto Kelompok William Glazer

Oleh: Putri Dwi Sintya/BKI 1-B/ Kelompok 10 (William Glazer)Pada hari

Jumat tanggal 23 Agustus 2019 aku berangkat ke BUMI PERKEMAHAN JURANG SENGANI, tepatnya pukul 2 lebih dan pada saat itu semua mahasiswa maupun mahasiswi berangkat menggunakan mobil satpol PP/polisi dan lebih menjengkelkannya lagi, mobil itu penuh. Hadeehhh jengkel kan? tapi untungnya ada pahlawan kesiangan, hehehe yhaa bisa di katakan seperti itu dan akhirnya aku berangkat dengan dia (Cowok pahlawan kesiangan).

Di jalan aku menikmati pemandangan yang cukup indah, cukup hijau, dan masih cukup asri.Iya aku melewati jalan yang mungkin cukup bisa di katakan masih sejuk dan tak terasa jurang sengani pun sudah di depan mata. Aku bergegas turun dari motor memandangi pemandangan disekililingku dan saat itu juga aku pun mulai ternganga. Aku gak bisa mengatakan apa-apa. Aku hanya cuman bisa merasakan betapa sejuk dan masih asrinya pemandangan di sekitar.

Aku segera bergegas menghampiri teman-teman yang ada. Kita sharing bersama, tertawa dan gak lupa foto bersama. Setelah cukup lama, aku bergegas merapikan barang-barang yang aku bawa. Malam pun datang, panitia meminta semua peserta Osmaba untuk menempati tempat duduk yang sudah di sediakan dari panitia.

Makan malam pun dibagikan ke semua peserta Osmaba. Malam itu kita makan malam bersama. Dengan selingan canda tawa. Dan akhirnya makan malam pun selesai. Lalu dilanjutkan dengan salat isya bersama.Setelahnya mahasiswa/i Osmaba BKI 2019 menyalakan api unggun sebab pada malam itu cuaca di sana sangat dingin sedingin sikapku ke kamu, hehehe… Dan pada akhirnya api unggun pun dibuat untuk menghangatkan suasana di sekitar lokasi.

Kita adu yel-yel dan masih banyak lagi. Sampai pada akhirnya hujan pun turun mengguyur malam itu. Aku dan beberapa temenku bergegas untuk meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke tenda. Dengan rasa ngantuk dan sedikit capek. Aku bergegas memakai selimut dan memejamkan mata sejenak. Meskipun kurang nyaman dengan cuaca yang mungkin bisa dikatakan tidak bersahabat sama sekali. Tenda bocor, alas basah dan masih banyak lagi. Tapi aku masih tetap terlelap hingga menjemput mimpi di sela-sela lelapnya mata ini.

Waktu pun terus berlalu. Sampai pada akhirnya pagi pun menghampiriku. Aku lalu bergegas untuk membasuh muka, mandi mengosok gigi dan bergegas untuk mengambil air wudu selepasnya aku salat subuh, lalu kembali ke lapangan untuk senam pagi bersama anggota yang lain. Dan dilanjutkan sarapan. Setelahnya, kira-kira sampai jam 1, di situlah saya dan anggota lain menghilangkan rasa penasaranku dengan jurang sengani. Aku bersemangat untuk naik ke atas dan akhirnya aku sampai di atas.

Di sela-sela perjalanan tak lupa aku abadikan momen-momen langkah, yaitu foto bersama. Sesudahnya ku nikmati pemandangan di sekitar. Ku hirup udara yang cukup sejuk. Cukup indah, aku lihat dan enggan aku lupakan semenit pun waktu yang ku lalui siang itu. Dan Sampai pada akhirnya, jam pun menunjukkan pukul 12.15 WIB.

Aku bergegas turun dan mengambil air wudu, sesudahnya aku sholat duhur. Selepasnya semua anggota dikumpulkan di lapangan untuk melaksanakan game yang di adakan oleh panitia. Cukup seru sihh, tapi sayang kelompok William Glasser gak meraih juara. Tapi gak papa setiap ada kegagalan di situ ada kunci keberhasilan. Dan waktu pun terus berlalu sampai pada akhirnya permainan pun sudah diselesaikan.

Saatnya kembali melanjutkan rutinitas salat asar. Selepas itu masih ada salat magrib dan di lanjutkan dengan makan malam.Dan akhirnya pada tanggal 24 Agustus 2019 malam puncak Osmaba 2019. Semua kelompok berlomba untuk mendapatkan juara. Caranya yaitu dengan menunjukkan pensi mereka semaksimal mungkin. Dan pada saat itu kelompok William Glasser mendapat urutan tampil yang ke-4. Meskipun kita sudah menunjukkan kemampuan kita semaksimal mungkin tapi pada akhirnya kelompok 10 kalah.

Tapi, semua itu gak akan mengakhiri hubungan antara kita semua. Wajar di dalam perlombaan ada kalah ada yang menang, meskipun kelompok 10 belum menang tapi kalian selalu ku ingat bahwa dengan kalian lah aku pernah merasakan apa itu berjuang bersama. Jam pun terus berlalu pensi demi pensi sudah berlalu.

Akhirnya semuanya selesai dan saatnya kita kembali menyalakan api unggun, sebab pada malam kedua cuacanya semakin dingin.Tapi pada malam itu, aku bahagia bisa ada di tengah-tengah kalian. Keluarga baruku, kita bisa tertawa secara lepas bersama, kita bisa mengenal satu sama lain, dan aku bisa tau apa itu BK sesungguhnya. Semua itu karna kalian (Panitia), karna kakak-kakak alumni. Aku Bangga Menjadi Bagian Dari BKI.

Waktu pun mulai malam, semua mahasiswa/i BKI pun begegas kembali ke tenda untuk istirahat tidur sejenak dan akan menyambut pagi yang indah. Menghirup udara yang cukup sejuk tanpa tercemar polusi, mendengarkan kicauan burung-burung yang suaranya terdengar lirih di telinga. Males, yah ada rasa males di fikiranku tapi salat tetap dilaksanakan. Aku dan dua temanku bergegas untuk mengambil air wudu dan beres-beres.

Setelahnya aku melaksanakan salat subuh dan dilanjutkan beres2 tenda, tali rafia, sampah plastik, dan masih banyak lagi. Capek, jijik,itu pasti ada tapi Visi Osmaba 2019 kan Menyatu Dengan Alam, maka sebab itu kita harus ngelindungi alam dan menjaganya agar alam Indonesia tidak tercemar oleh polusi yang ada sebab ulah kita sendiri.

Semua anggota Osmaba 2019 bergotong royong membersihkan sampah, yang perempuan memungut sampah, mengambil tali rafia, sedangkan yang laki-laki beresin tenda dan perlengkapan yang berat-berat lainnya. Dan akhirnya selesai juga semuanya. Semua mahasiswa/i BKI menikmati sarapan paginya dengan wajah, yahhh bisa di katakan cukup gembira lah yahhh. Setelahnya semuanya pulang dengan mobil niu-niu, iya mobil niu-niu itu loh mobil polisi/satpol PP. Kita melewati jalan yang sama.

Di dalam perjalanan kita bercanda bersama, ketawa ketiwi bersama dan tak lupa untuk gibah bareng. Hhmm oohh iya di pertengahan jalan tak lupa kita abadikan foto bersama bapak Koramil atau apalah itu saya kurang tau hehehe… Dan di lanjutkan perjalanan lagi. Yahh masih sama di dalam sepanjang perjalanan kita manfaatkan untuk sharing dan gibah wkwkwk. Mobil terus melaju dan pada akhirnya tak lama setelah itu aku dan sebagian anggota Osmaba BKI yang lainya sampai juga di IAIN Tulungagung.

Sekian Cerita Saya Mengenai Osmaba 2019. Salam Jangfud, Osmaba 2019 Menyatu Dengan Alam. BKI 2019 Salam Konselor.