Kegiatan penutupan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) telah usai dilaksanakan, kegiatan penutupan di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan dihadiri secara langsung oleh Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri yakni beliau Drs. H. Jeje Jaenudin, M.S.I, kemudian H. Roihan, S.H., selaku dosen pamong, bapak ibu Dosen Pembimbing Lapangan Fakultas Syari'ah & Ilmu Hukum, serta peserta PPL Tahun 2018 baik gelombang 1 juga 2.

Kegiatan penutupan dimulai dengan kegiatan pembukaan, pembacaan ayat-ayat Suci Al-Qur'an, sambutan-sambutan, adapun terkait dengan sambutan yg pertama adalah perwakilan dari Mahasiswa peserta PPL baik gelombang 1 ataupun gelombang 2. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Kediri sekaligus penyerahan kembali seluruh Mahasiswa peserta PPL baik gelombang 1 ataupun gelombang 2 kepada Fakultas Syari'ah & Ilmu Hukum IAIN Tulungagung.

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari perwakilan Fakultas Syari'ah & Ilmu Hukum IAIN Tulungagung, yakni beliau Dr. H. Muhammad Darin Arif Mu'allifin S.H., M.Hum., selaku Dekan III Fakultas Syari'ah & Ilmu Hukum, sekaligus penarikan & penerimaan kembali seluruh Mahasiswa peserta PPL Tahun 2018 di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri. Setelah itu dilanjutkan dengan penutup dan do'a, serta dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata sebagai kenang-kenangan peserta PPL di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, dan diakhiri dengan foto bersama. Kegiatan penutupan selesai sekitar pukul 09.30 WIB.

Kegiatan penutupan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) telah usai dilaksanakan, kegiatan penutupan di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dengan dihadiri secara langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri yakni beliau Putut Tri Sunarko, S.H., M.H., kemudian D. Herjuna Wisnu Gautama, S.H., M.Kn., selaku dosen pamong, bapak ibu Dosen Pembimbing Lapangan Fakultas Syari'ah & Ilmu Hukum, serta peserta PPL Tahun 2018 baik gelombang 1 juga 2.

Kegiatan penutupan dimulai dengan kegiatan pembukaan, pembacaan ayat-ayat Suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, adapun terkait dengan sambutan yg pertama adalah perwakilan dari Mahasiswa peserta PPL baik gelombang 1 ataupun gelombang 2. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri sekaligus penyerahan kembali seluruh Mahasiswa peserta PPL baik gelombang 1 ataupun gelombang 2 kepada Fakultas Syari'ah & Ilmu Hukum IAIN Tulungagung.

Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian sambutan dari perwakilan Fakultas Syari'ah & Ilmu Hukum IAIN Tulungagung, yakni beliau Dr. H. Muhammad Darin Arif Mu'allifin S.H., M.Hum., selaku Dekan III Fakultas Syari'ah & Ilmu Hukum, sekaligus penarikan & penerimaan kembali seluruh Mahasiswa peserta PPL Tahun 2018 di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. Setelah itu dilanjutkan dengan penutup dan do'a, serta dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata sebagai kenang-kenangan peserta PPL di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, dan diakhiri dengan foto bersama. Dan kegiatan penutupan selesai sekitar pukul 12.00 WIB.

Pada tanggal 21 September 2018. Bertempat di meeting room komisi A gedung DPRD Kab. Tulungagung. Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Islam IAIN Tulungagung, melakukan kunjungan kepada KOMISI A DPRD Kab. Tulungagung. Sebetulnya sudah sejak lama surat permohonan kebersediaan kami berkunjung telah disampaikan kepada DPRD, namun baru hari itu kami dijadwalkan untuk pertemuan. Apalagi keputusannya hanya sehari sebelum pertemuan, sehingga kamipun belum benar-benar siap pada hearing saat itu.

Sebetulnya, saya bukan merupakan tim hearing ke DPRD. Namun, dikarenakan keputusan penjadwalan pertemuan dari DPRD yang mendadak, membuat tim tidak dapat seluruhnya mengikuti pertemuan itu. Yang benar-benar sebagai tim adalah Yahya, Bahrul dan Sugeng, sehingga disitu juga turut hadirlah saya dan Irfan, maka total tim saat itu berjumlah 5 personil.

Pada pukul 10.00WIB, pertemuan dijadwalkan dimulai dengan agenda bahasan yaitu “Perda Kab. Tulungagung No. 14 Tahun 2016” tentang “Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik Kabupaten Tulungagung”. Namun karena sebagian anggota komisi yang belum hadir, akhirnya baru dapat dimulai pada pukul 11.20 WIB. Dimulai dengan pernyataan saudara Yahya menyampaikan kepada ketua Komisi A terkait dengan maksud kedatangan kami kemari, kemudian satu persatu dari kami memperkenalkan diri. Lalu giliran komisi A yang menyampaikan sambutannya kepada kami, dan dalam sambutannya tersebut juga memperkenalkan fraksi-fraksi yang hadir dalam pertemuan tersebut. Juga, ketua komisi A menyinggung kami perihal kedisiplinan administrasi. Yaitu yang harusnya tim kami berjumlah 10, ini hanya ada 5. Itupun yang 2 hanya tambahan. Koreksi juga soal alamamater harus jelas, misalkan memakai jas almamater. Dalam lritikannya pada intinya adalah mengajarkan kami untuk tertib administrasi.

Pertemuan dilanjutkan pada sesi inti yaitu tanya jawab. Sebgai perwakilan yang bertanya, saya menyampaikan sebuah pertanyaan berkaitan dengan alokasi bantuan keuangan kepada partai politik. Tanggapan pertama disampaikan langsung olek ketua komisi A yang meyatakan, bantuan itu tidak banyak. Mungkin untuk mengumpulkan kader sampai timgkat ranting saja, itu tidak cukup. Padahal kebutuhan-kebutuhan partai itu sangatlah banyak. Namun yang jelas alokasi nya itu yang pertama untuk pendidikan politik kader partai. Yang kedua untuk administrasi kantor, berupa surat-meyurat atapun perawatan inventaris kantor partai politik.

Salah satu fraksi dari partai Demokrat kala itu juga menanggapi, bahwa bantuan keuangan itu hanya sedikit sekali terasa membantunya untuk partai. Dan menurut penglamannya, biasannya alokasinya di utamakan untuk sewa kantor beserta perawatnnya, sedangkan urusan pendidikan politik, itu biasanya di ambil dari iuran mandiri dari para kader. Jika tidak cukup, kata beliau ya para anggota-anggota dewan itu yang nomboki (membayar kekurangan). Karena kebutuhan partai itu sangatlah banyak sekali.

Entah anggota dewan ini mau pada kemana, yang jelas pertemuan itu begitu terasa ingin segera mereka akhiri, alhasil hanya satu pertanyaan itu yang dapat kami lempar ke mereka. Sebelum penutup, ketua komisi  itu memimpin doa untuk menhakhiri pertemuan itu, karena kebetulan beliau baru pulang haji. Setelah doa, lewat yahya juga kami menyampaikan ucapan terimakasih serta permohonn maaf atas kehadiran kami. Sesi yang terakhir yaitu foto bersama. Kemudian kami saling berjabat tangan, dan pesan mereka adalah agar kita selalu menjadi mahasiswa yang serius belajar. Agar kedepannya dapat menjadi wakil rakyat di Tulungagung tercinta ini. (Vendra Dwiky Luqmana)

        index2  index4 Himpunan Jurusan Hukum Tata Negara (HMJ HTN) pada tanggal 24-25 Agustus 2018 mengadakan Malam Keakraban bagi mahasiswa baru Jurusan Hukum Tata Negara dengan tema Raih Kesuksesan dalam Bingkai Kebersamaan. Malam keakraban ini dilaksanakan di Aula Utama IAIN Tulungagung. Acara ini diikuti kurang lebih 95 mahasiswa baru. Pada Malam Keakraban tahun ini memang sedikit berbeda dari tahun kemarin, panitia pelaksana memang mengkonsep acara semenarik mungkin agar mahasiswa baru tidak merasa jenuh dan bosan index1setelah minggu sebelumnya mereka mengikuti PBAK Institut dan PBAK Fakultas. Di acara pembukaan malam keakraban kali ini diisi oleh sambutan-sambutan dari Ketua Pelaksana yakni Irfan Masruri, Ketua Umum HMJ HTN yakni M. Latiful Mujib dan sambutan terakhir diisi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan yakni Dr. H. M. Darin Arif M., S.H.,M.Hum.

             Dalam Malam Keakraban kali ini mahasiswa baru diminta untuk menampilkan bakat yang mereka miliki, hal ini dapat melihat bibit bakat yang dimiliki oleh mahasiswa hukum tata negara dan ini sangat bagus untuk dikembangkan agar pada saat agenda  HMJ HTN dapat ditampilkan sebagai pengisi acara. Selain itu, dalam acara ini ada pula materi jurusan yang disampaikan oleh Ashima Faidati, M.Sy. agar mahasiswa baru lebih dekat dan lebih mengenal jurusan Hukum Tata Negara. Mungkin saat pengenalan jurusan di PBAK Fakultas mereka masih bingung dengan HTN maka disini di acara Malam Keakraban perkenalan kembali tentang HTN. Kami selaku panitia berharap agar mahasiswa baru dapat lebih aktif dan merasa yakin akan jurusan yang mereka pilih.

             Malam Keakraban ini diakhiri dengan senam bugar pagi lalu dilanjutkan dengan mengikuti lomba-lomba adapun lomba tersebut yakni lomba tarik sarung, makan kerupuk, estafet gelang karet, dan memasukan paku kedalam botol. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Tepat pukul 10.00 acara penutupan malam keakraban ditutup dengan kesan pesan dari mahasiswa baru. Semoga Malam Keakraban kali ini dapat mempererat silahturahmi antar sesama mahasiswa Hukum Tata Negara dan semoga tahun depan dapat terlaksana kembali Malam Keakraban yang lebih seru.

Kamis, (16/08/18) seluruh mahasiswa baru Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum termasuk jurusan Hukum Tata Negara (HTN) mengikuti acara PBAK FASIH yang diselenggarakan oleh DEMA-F. Dari data yang sudah ada untuk jurusan HTN tahun ajaran baru ini menerima sekitar 150 mahasiswa baru yang terbagi menjadi empat kelas. Seluruh mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh DEMA-F yakni PBAK FASIH yang dilaksanakan di Aula Lantai 6 Gedung Syaifuddin Zuhri  IAIN Tulungagung.index3 index

            Salah satu kegiatan PBAK FASIH yang dilaksanakan oleh DEMA-F adalah pengenalan tentang ruang lingkup jurusan yang dijelaskan oleh Ketua Jurusan (KAJUR) masing-masing jurusan. Adapun KAJUR dari jurusan HES Bapak Dr. Kutbuddin Aibak, M.H.I, KAJUR jurusan HK Bapak Ahmad Musonnif, M.H.I dan jurusan HTN Ibu Dr. Hj. Nur Fadhilah, S.H.I., M.H. Pada pengenalan tentang Jurusan HTN Ibu Dr. Hj. Nur Fadhilah, S.H.I., M.H. beliau menyampaikan ruang lingkup HTN, pengertian Hukum Tata Negara, prospek  kerja, gelar yang didapatkan ketika selesai menempuh pendidikan strata 1 Jurusan Hukum Tata Negara. Beliau juga tak lupa memberikan tips agar mahasiswa sekarang lebih aktif dan produktif yang tidak hanya bermalas-malasan dan hanya lebih banyak meluangkan waktu untuk bermain gadget. Beliau menekankan kepada  mahasiswa untuk membudayakan membaca baik membaca buku atau pun membaca buku secara online.menurut beliau kita harus cerdas memainkan gadget untuk ke hal-hal yang lebih bermanfaat. Karena  menurut beliau seseorang bisa berawal dari membaca.

             Dengan adanya pengenalan jurusan ini kepada mahasiswa baru dapat memberikan gambaran tentang jurusan yang mereka pilih serta agar mereka tidak merasa salah telah menentukan jurusan. PBAK FASIH tahun ini dikemas lebih menarik agar mahasiswa baru tidak bosan saat menerima materi yang disampaikan saat PBAK.  Semoga dari PBAK FASIH kali ini,  dapat membuka semangat baru untuk mahasiswa baru untuk lebih giat berkarya lagi.

indexSenin, (04/06) segenap Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara melakukan kunjungan studi ke Sekretariat Daerah (SEKDA) Kabupaten Tulungagung. Studi Ekskursi ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (KESRA) Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Dalam Studi Ekskursi ini dihadiri oleh beberap pejabat Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Tulungagung, diantaranya yakni Bapak Andri  Bagiono selaku Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa (BAKESBANGPOL), Bapak Pracoyo selaku staf dari BAKESBANGPOL, Bapak Mastur selaku staf daeri KESRA, Bapak Arifin selaku staf dari BPKD Kabupaten Tulungagung, Bapak Candra selaku staf Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupataen Tulungaugung, serta 12 anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara. Dalam kesempatan ini, tema bahasan yang diangkat yakni “Aktualisasi Peraturan Daerah dalam Perspektif Masyarakat”, dimana akan mengkaji lebih dalam tentang Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 14 Tahun 2010 tentang Bantuan Keuangan pada Partai Politik.

            Bapak Andri Bagiono selaku Sekretaris BAKESBANGPOL menuturkan, “Ormas aktif di Kabupaten Tulungagung ada 41, LSM aktif ada 79 pada tahun 2018 ini. Dan untuk partai politik ada 11.” Sedangkan Bapak Pracoyo selaku staf BAKESBANGPOL menuturkan bahwa, BAKESBANGPOL sendiri berperan sebagai fasilitator, yakni yang bertugas memfasilitasi dana bantuan keuangan kepada paratai politik yang telah diatuar sesuai dengan aturan dari kementerian. Beliau juga menyampaikan bahwa, tidak semua partai politik mendapatkan dana bantuan partai politik (banpol), melainkan hanya parpol yang memiliki keterwakilan di dalam anggota dewan saja yang berhak mendapatkan dana bantuan politik (banpol).

        Bapak Pracoyo kembali menuturkan bahwa,  besaran dari banpol tersebut tidak sama untuk masing-masing parpol, melainkan menyesuaikan dengan perolehan suara pada saat pemilu. Sedangkan untuk jumlah keseluruhan dana bantuan politik yang dianggarkan yakni Rp 1.104.485.400 ,00. Dan peruntukan dana banpol tersebut juga sudah diatur dalam Permendagri Nomor 7 Tahun 2014 jo. Permendagri Nomor 6 Tahun 2017, bahwa peruntukannya 60% untuk pendidikan politik, sedangkan 40% untuk kegiatan pengadministrasian.

          Dalam peruntukan dana bantuan hibah  tersebut, apabila terjadi penyelewengan dalam peruntukannya, maka hal tersebut sudah menjadi wewenang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pihak BAKESBANGPOL pun sekali lagi menegaskan bahwa mereka hanya memfasilitasi dana banpol tersebut hanya sampai tahap pencairan.

index5 Peruntukan dana bantuan partai politik yang demikian tersebut, juga tidak lepas dari adanya produk hukum. Maka dalam hal ini, Bapak Candra selaku staf Bagian Hukum Sekretariat Daerah kabupaten Tulungagung, menuturkan bahwa terkait dengan teknis pencariran danabanpol tersebut, Bupati tidak bekerja sendiri, melainkan ada pembentukan sebuah tim, yang mana anggota dari tim tersebut biasanya meliputi dari BAKESBANGPOL, KPU, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, maupun dari BPKAD selaku bagian keuangan. Dan setiap proprosal yang masuk dari tiap-tiap parpol guna meminta dana bantuan hibah, maka Bagian Hukumlah yang melakukan verifikasi terakit pencarian dana banpol tersebut. Demikian juga terkait adanya penyelewengan dana, syarat pencarian dana banpol di tahun 2018 ini sendiri, harus ada hasil pemeriksaan dana banpol tahun sebelumnya oleh BPK. Sedangkan secara normatif, untuk tahun ini dikatakan tidak terdapat penyelewengan dana, karena jika dijumpai adanya penyelewenagn dana, maka sanksi untuk parpol itu sendiri tidak dapat melakukan pencairan dana. (Siti Ani)

            htn2 htn3 htn5Pada hari minggu tanggal 20 Mei, Pukul 09.00 Mahasiwa HTN Fakultas Syariah IAIN Tulungagung melaksanakan sosialisasi Pilkad serentak 2018. Sosialisasi kali ini berlokasi di Pondok Pesantren Sirojut Tholibin, Srigading, Plosokandang, Tulungagung. Dalam kegiatan sosialisasi Pilkada ini pihak Pondok Pesantren sangat responsif, terbukti dengan cepatnya respon yang diberikan oleh pengasuh Pondok Pesantren yang langsung menyetujui  dan memberikan waktu untuk sosialisasi.

            Tim kami tiba dilokasi pada pukul 08.45 WIB, kemudian kami langsung menuju serambi masjid dan seorang santriwati menyambut kami dengan ramah. Sambil menunggu para santriwati berkumpul diserambi masjid kami berbincang-bincang santai. Sampai pukul 09.00 kami memulai kegiatan sosialisasi pilkada. Menurut informasi dari Mbak Ana (Ketua pondok), bahwasanya jumlah pemilih pemula di pondok pesantren Sirojut Tholibin, Srigading, Plosokandang sekitar 120 santriwati.

            Meskipun kegiatan sosialisasi ini diadakan pada bulan Ramadhan, nyatanya kegiatan yang sedang puasa tidak sedikitpun mengurangi antusiasme partisipan. Dalam menyampaikan materi sosialisasi, tim kami tidak mengalami kendala, karena respon positif dari santriwati membuat kegiatan sosialisasi ini berjalan lancar, bahkan tidak lupa kami saling melemparkan guyonan dan partisipan yang juga berstatus sebagai mahasiswi yang berjiwa muda dan kritis, sehingga penyampaian dari tim kami ada feedback dan tercipta pembicaraan dua arah antara tim sosialisasi dan partisipan.

            Pada sesi tanya jawab, dua orang partisipan melemparkan pertanyaan kepada tim kami. Pertanyaan pertama diberikan oleh Siti Roudhotul Jannah, pertanyaannya adalah mengenai  aplikasi KPU Tulungagung dan bagaimana menyikapi petugas PPDP ketika mejalankan tugasnya tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. Dan pertanyaan kedua oleh Mbak Nurmas, yang menanyakan terkait yaitu status perantauan (Mahasiswa yang ngekos dan mondok) masih boleh memberikan hak suarannya. Dari semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan baik oleh tim.

            Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pemberian doorprize dari tim sosialisasi untuk santriwati yang berani maju kedepan untuk memberikan tanggapan terkait kegiatan sosialisasi ini. Dan lagi-lagi mbak Ana ketua pondok yang bersedia untuk memberikan tanggapan terkait kegiatan sosialisasi ini. Tidak lupa sebagai penyemangat tim kami memberikan yel-yel pilkada yaitu, pilkada-sukses, Tulungagung-Damai, Sing Nyoblos-Joss. Antusiasme dan semangat mereka terlihat saat mulai menyuarakan yel-yel yang diberikan oleh tim sosialisasi. (WAQ/IA/ R A)

          index13 index2 index1Bertepatan, 1 Juni 2018 sekaligus sebagai hari lahirnya Pancasila, Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAIN Tulungagung menggelar acara Buka Bersama dan Diskusi dengan Tema Peran Mahasiswa HTN dalam menangani Radikalisme di kampus. Acara ini dihadiri oleh Bapak Dr. Darin Alif Muallifin, S.H., M.Hum. selaku Wakil Dekan 3, dan juga dihadiri oleh ibu dosen Ashima Faidati, M.Sy sebagai pemateri.

         Isu radikalisme akhir-akhir ini menyita banyak perhatian warga masyarakat. Puncaknya adalah peristiwa bom beruntun di daerah Surabaya dimana diawali dengan diledakkannya bom bunuh diri oleh satu keluarga di 3 Gereja di Surabaya. Paham radikalisme benar-benar sudah menyebar dengan luas, dan banyak dikatakan bahwa paham ini berasal dari kelompok ajaran agama Islam. Kalau kita mau telusuri sebentar, sebenarnya Islam memiliki 3 kelompok, yaitu kelompok Islam Liberal, Islam Moderat, dan Islam Radikalisme.

          Islam Liberal, merupakan suatu kelompok dimana umatnya menginginkan kebebasan, bahkan bisa sampai ajaran-ajaran atau paham-paham mereka jauh dari nash-nash yang sesungguhnya. Sebaliknya, ada Islam Radikal atau bisa juga dikatakan Islam Fundamental. Kelompok ini lebih mengacu pada tekstual tanpa memperdulikan kontekstual. Dan yang ketiga, adalah Islam Moderat. Kelompok ini bisa dikatakan merupakan kelompok tengah-tengah, antara kelompok Liberal dan kelompok Radikal atau Fundamental.

         Paham radikalisme, dewasa ini mempengaruhi banyak pihak. Mereka menyebarkan paham-paham mereka melalui banyak media, yang paling marak adalah melalui media sosial. Target utama kelompok ini adalah para siswa-siswa, bahkan ada yang dari kecil sudah dicekoki paham-paham radikal. Lalu masuk ke tahap kampus kelompok ini menargetkan mahasiswa dan dosen.

Lalu bagaimana bisa paham radikalisme masuk ke tahap mahasiswa? Sebenarnya, sasaran dari kelompok ini bukan semua mahasiswa. Mereka mencari target pada mahasiswa-mahasiswa yang memliki keilmuan keagamaan yang rendah. Tahap mahasiswa merupakan tahap dimana mencari jati diri, dimana ditahap ini mereka haus ilmu dan pengetahuan.Dari rasa haus inilah, dengan basic keilmuan agama yang masih kurang, mahasiswa-mahasiswa seperti ini menjadi sasaran empuk bagi kelompok-kelompok radikalisme untuk dicekoki paham mereka. Dan akan lebih mudah dipengaruhi karena rasa penasarannya. Ujar Ibu Ashima.

 Lalu bagaimana kita menangani radikalisme?

        Kita harus memiliki basic keilmuan agama yang lebih, karena jika keilmuan agama yg kurang akan lebih mudah dipengaruhi atau disusupi oleh paham-paham radikalisme. Kedua, kita harus paham dimana kita tinggal. Kita harus mempelajari sederet sejarahnya, pelajari nilai-nilai Pancasila. Dengan mempelajari Pancasila secara seksama, ini merupakan wujud dari sikap kita melakukan pembatasan terhadap menyebarnya benih-benih paham radikalisme. Kita bisa melakukan kajian-kajian dengan catatan kajian tersebut tidak mengandung unsur-unsur provokatif tentang paham-paham radikalisme, jelas Ibu Ashima. Menurut beliau, Islam di Indonesia merupakan Islam Rahmatan lil Alamin, dimana Islam disini melindungi seluruh lapisan masyarakat dan menegakkan keadilan serta kesejahteraan.

Selanjutnya menurut Bapak Dr. Darin, hal yang bisa dilakukan lagi untuk menangkal paham radikalisme adalah dengan konsep silaturrahmi yang harus dikembangkan oleh para mahasiswa terhadap mahasiswa yang lain.   Jangan dikonfrontasi, ajaklah dia, peluk dengan mesra. Dia adalah keluargamu. Dia hanya sedang tersesat pemikirannya. tutup beliau. (Nbl/bt)

        Kali Ini Lokasi kegiatan sosialisasi diadakan di Pondok Pesantren Madinul Ulum Campurdarat. Tepatnya di Jalan Raya Popoh No. 47, Desa Campurarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pengelola Pondok Pesantren menghendaki kegiatan sosialisasi diadakan di masjid pondok pesantren, dengan alasan lebih bisa menampung banyak partisipan dibandingkan di ruang kelas.11 22 222

            Tim kami tiba dilokasi pada pukul 18.45 WIB, kemudian kami langsung menuju kantor pengelola pondok pesantren, kemudian kami dipersilahkan untuk menunggu di ruang tamu kantor oleh salah seorang pengasuh pondok pesantren yang bernama Pak Salim. Sekitar pukul 19.15 WIB santriwan-santriwati pondok menjalankan sholat Isya’ berjamaah di masjid. Setelah menyelesaikan sholat berjamaah, Pak Salim kembali menemui kami dan memberikan info bahwasanya santriwan-santriwati sudah siap untuk mendapatkan sosialisasi dari tim kami.

            Menurut informasi dari Pak Salim, bahwasanya jumlah pemilih pemula di pondok pesantren Madinul Ulum cukup banyak. Ketika tim kami sampai di masjid, kami baru tahu bahwa pilihan Pak Salim yang memilih masjid sebagai lokasi sosialisasi adalah hal yang tepat. Hal ini dikarenakan jumlah santriwan-santriwati yang banyak dan masjid yang luas membuat kami nyaman untuk melakukan sosialisasi.

            Tim kami dalam menyampaikan materi sosialisasi tidak mengalami kendala yang berarti, karena respon positif dari santriwan-santriwati membuat rasa gugup yang kami alami menguap begitu saja. Selain itu pemahaman tentang pilkada rupanya cukup dimiliki oleh para santriwan-santriwati, sehingga penyampaian dari tim kami ada feedback dan tercipta pembicaraan dua arah antara tim sosialisasi dan partisipan.

            Santriwan ternyata cukup kritis, mereka tidak segan-segan untuk bertanya jika mereka merasa ingin tahu terhadap sesuatu yang berkaitan dengan pilkada. Pertanyaan datang dari santriwan yang mengaku bernama Toyip dan Wahyu. Mereka bertanya mengenai mengapa diadakan pilkada dan bagaimana hukum dan cara menanggapi money politik. Pertanyaan-pertanyaan ini kemudian ditanggapi oleh tim kami. Diskusi mengenai pertanyaan-pertanyaan ini berjalan baik dengan sesekali terlontar guyonan dari para santriwan maupun dari tim sosialisasi.

            Selain itu, santriwan-santriwati pondok pesantren Madinul Ulum tergolong modern, karena sebagian besar dari mereka telah mengenal internet dan smartphone. Adanya aplikasi KPU Tulungagung ternyata sangat membantu kegiatan sosialisasi kami. Karena secara langsung kami dapat mendeklarasikan bagaimana penggunaan dari aplikasi ini. Mulai dari untuk mengetahui profil anggota komisioner, berita ter-update pilkada, profil paslon, pengecekan daftar pemilih, kontak KPU, tahapan pilkada dan sebagainya. Intinya adalah dengan adanya aplikasi KPU Tulungagung ini secara cepat dan mudah dapat diakses oleh masyarakat, dan hal ini sangat tepat dengan partisipan yang hidup di zaman milenial ini.

            Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pemberian doorprize dari tim sosialisasi untuk santriwan-santriwati yang dapat menjawab pertanyaan dari tim kami. Dan penerima doorprize adalah santriwan asal Campurdarat yang berhasil menjawab pertanyaan dari tim sosialisasi dengan menjawab dan menjelaskan pengertian dari azas luberjudil.

            Tidak lupa sebagai penyemangat sekaligus sebagai penutup dari acara sosialisasi tim kami memberikan yel-yel pilkada yaitu, pilkada-sukses, Tulungagung-Damai, Sing Nyoblos-Joss. Antusiasme dan semangat mereka terlihat saat mulai menyuarakan yel-yel yang diberikan oleh tim sosialisasi. (Tim sosialisasi)

 

 

manPadman3a hari Sabtu 21 April 2018, mahasiswa HTN IAIN Tulungagung melaksanakan sosialisasi PILKADA Serentak 2018 dengan sasaran pemilih pemula. Sosialisasi ini diadakan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para siswa-siswi Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren di kabupaten Tulungagung untuk ikut serta dalam pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada  hari rabu, 27 Juni 2018. sosialisasi PILKADA Serentak 2018 tersebut dilakukan  di MAN 3 Tulungagung yang sebelumnya bernama MAN 3 Rejotangan.

Sebelum acara dimulai mahasiswa HTN IAIN Tulungagung harus menunggu acara dari sekolah dulu karena pada hari itu bertepatan dengan acara memperingati hari kartini dengan acara Tausiyah. Setalah acara tersebut selesai, giliran kami yang diberiakan kesempatan untuk menyampaikan materi berkaitan dengan kepemiluan. Terlihat wajah-wajah para pemuda bangsa yang antusias dengan acara sosialisasi tersebut. Gemuruh suara siswa-siswi MAN 3 Tulungagung memenuhi setiap sudut aula, banyak juga dari mereka yang diluar aula karena aula tidak cukup untuk menampung seluruh siswa-siswi MAN 3 Tulungagung.

Sebagian dari mereka ada yang sudah tau akan adanya pemilihan kepala daerah yang akan dilaksakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang beserta pasangan calon bupati dan wakil bupati Tulungagung serta calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Apalagi ketika mereka diajak menggelorakan yel-yel PEMILU 2018 “PILKADA 2018 SUKSES. TULUNGAGUNG DAMAI. SING NYOBLOOS JOOOSSS!!!!! Yang diwakili Oleh siswa MAN 3 Tulungagung bernama fadholi siswa jurusan MIA 2B.

Kegiatan sosialisai tersebut tidak berhenti hanya di MAN 3 Tulungagung. Minggu tanggal 22 April 2018 kita melanjutkan kegiatan sosialisasi serupa yang bertempat di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien Kecamatan Ngunut. Dalam sosialisasi PILKADA Serentak 2018 di pondok pesantren ini diberikan waktu dua kali sosialisasi. Pertama di Pondok Putra Sunan Gunung Jati dan kedua di pondok putri Pandanaran. Dalam sosialisasi kali ini antusias mereka tidak kalah dengan semangat dengan MAN 3 Tulungapphmgung tempat sosialisasi sebelumnya, sebab banyak juga pemilih pemula di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadien Kecamatan Ngunut. Dari pihak pondok pesantren sendiri sangat senang akan adanya sosialisasi seperti ini di karenakan sebelumnya belum pernah ada sosialisasi PILKADA Serentak 2018 di pondok mereka.

Sosialisasi di pondok putra Sunan Gunung Jati sekitar pukul 09.30 WIB dan selesai pada pukul 10.30 WIB. pphm2Di pondok putra, antusiasme siswa-siswa sangat tinggi, mereka berfikir kritis dengan menanyakan masalah-masalah terkait PILKADA Serentak 2018. Sedangkan, di pondok putri  Pandanaran antusias santrinya juga tak kalah tinggi dari pada pondok putra. Sosialisasi dimulai pada pukul 10.45 WIB dan selesai pada pukul 11.30 WIB dan diakhiri dengan yel-yel KPU Tulungagung. (Dani, Hanik, Nabila)

index trenggalekMahasiswa Hukum Tata Negara (HTN)  IAIN Tulungagung berhasil meraih prestasi  bergengsi. Ia menjadi juara pertama Duta Genre (Generasi Berencana) 2018 Tingkat kabupaten Trenggalek. Acara ini digagas oleh Badan Kependudukan dan keluarga berencana (BKKBN). Tujuanya untuk mewadai anak-anak muda kususnya untuk mensosialisasikan progam-progam dari BKKBN yaitu dengan cara penyuluhan ataupun dengan pembetukan  pusat informasi konseling remaja (PIKR)

    Dia adalah Renanda mahasiswa Hukum Tata Negara semester 4 fakultas syariah dan ilmu hukum (FASIH) Iain Tulungagung. Mahasiswa semester empat  ini memang aktif dibeberapa organisasi mahasiswa antara lain pengurus HMJ HTN periode 2017 dan aktif di Radio genius FM IAIN Tulungagung. Pada acara tersebut ia harus bersaing dengan 79 remaja yang tersebar di kabupaten trenggalek  dimana kapabilitas dan pengetahuan mereka diuji seputar pengetahuan tentang BKKBN, Kemampuan penyuluhan, skill dan bakat.

      Renanda Menjelaskan bahwa kriteria penilaian meliputi brain brave, behaviour, beauty, publik speaking, wawasan, dan cara memecahkan suatu masalah tetapi kriteria yang  paling utama skill, penyuluhan sama intelegensi.”

     Sebagai juara satu duta genre Trenggalek renanda mengugkapkan keinginanya untuk tetap berkontribusi dalam segala sesuatu demi kebaikan remaja melalui BKKBN.” Keinginan saya sebagai  duta genre adalah untuk tetap bisa berkontribusi demi kebaikan remaja melalui genre ini, kemudian menyebarkan  informasi genre kepada seluruh lapisan masyarakat. Dan insyaallah ini akan maju di tingkat provinsi mewakili trenggalek dalam duta genre jawa timur dan harapan saya bisa lolos sampai ke nasional” pungkasnya.