MAHASISWA HTN IAIN TULUNGAGUNG KEMBALI MELAKUKAN SOSIALISASI PILKADA SERENTAK 2018

        Kali Ini Lokasi kegiatan sosialisasi diadakan di Pondok Pesantren Madinul Ulum Campurdarat. Tepatnya di Jalan Raya Popoh No. 47, Desa Campurarat, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pengelola Pondok Pesantren menghendaki kegiatan sosialisasi diadakan di masjid pondok pesantren, dengan alasan lebih bisa menampung banyak partisipan dibandingkan di ruang kelas.11 22 222

            Tim kami tiba dilokasi pada pukul 18.45 WIB, kemudian kami langsung menuju kantor pengelola pondok pesantren, kemudian kami dipersilahkan untuk menunggu di ruang tamu kantor oleh salah seorang pengasuh pondok pesantren yang bernama Pak Salim. Sekitar pukul 19.15 WIB santriwan-santriwati pondok menjalankan sholat Isya’ berjamaah di masjid. Setelah menyelesaikan sholat berjamaah, Pak Salim kembali menemui kami dan memberikan info bahwasanya santriwan-santriwati sudah siap untuk mendapatkan sosialisasi dari tim kami.

            Menurut informasi dari Pak Salim, bahwasanya jumlah pemilih pemula di pondok pesantren Madinul Ulum cukup banyak. Ketika tim kami sampai di masjid, kami baru tahu bahwa pilihan Pak Salim yang memilih masjid sebagai lokasi sosialisasi adalah hal yang tepat. Hal ini dikarenakan jumlah santriwan-santriwati yang banyak dan masjid yang luas membuat kami nyaman untuk melakukan sosialisasi.

            Tim kami dalam menyampaikan materi sosialisasi tidak mengalami kendala yang berarti, karena respon positif dari santriwan-santriwati membuat rasa gugup yang kami alami menguap begitu saja. Selain itu pemahaman tentang pilkada rupanya cukup dimiliki oleh para santriwan-santriwati, sehingga penyampaian dari tim kami ada feedback dan tercipta pembicaraan dua arah antara tim sosialisasi dan partisipan.

            Santriwan ternyata cukup kritis, mereka tidak segan-segan untuk bertanya jika mereka merasa ingin tahu terhadap sesuatu yang berkaitan dengan pilkada. Pertanyaan datang dari santriwan yang mengaku bernama Toyip dan Wahyu. Mereka bertanya mengenai mengapa diadakan pilkada dan bagaimana hukum dan cara menanggapi money politik. Pertanyaan-pertanyaan ini kemudian ditanggapi oleh tim kami. Diskusi mengenai pertanyaan-pertanyaan ini berjalan baik dengan sesekali terlontar guyonan dari para santriwan maupun dari tim sosialisasi.

            Selain itu, santriwan-santriwati pondok pesantren Madinul Ulum tergolong modern, karena sebagian besar dari mereka telah mengenal internet dan smartphone. Adanya aplikasi KPU Tulungagung ternyata sangat membantu kegiatan sosialisasi kami. Karena secara langsung kami dapat mendeklarasikan bagaimana penggunaan dari aplikasi ini. Mulai dari untuk mengetahui profil anggota komisioner, berita ter-update pilkada, profil paslon, pengecekan daftar pemilih, kontak KPU, tahapan pilkada dan sebagainya. Intinya adalah dengan adanya aplikasi KPU Tulungagung ini secara cepat dan mudah dapat diakses oleh masyarakat, dan hal ini sangat tepat dengan partisipan yang hidup di zaman milenial ini.

            Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pemberian doorprize dari tim sosialisasi untuk santriwan-santriwati yang dapat menjawab pertanyaan dari tim kami. Dan penerima doorprize adalah santriwan asal Campurdarat yang berhasil menjawab pertanyaan dari tim sosialisasi dengan menjawab dan menjelaskan pengertian dari azas luberjudil.

            Tidak lupa sebagai penyemangat sekaligus sebagai penutup dari acara sosialisasi tim kami memberikan yel-yel pilkada yaitu, pilkada-sukses, Tulungagung-Damai, Sing Nyoblos-Joss. Antusiasme dan semangat mereka terlihat saat mulai menyuarakan yel-yel yang diberikan oleh tim sosialisasi. (Tim sosialisasi)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>