Kunjungan HMJ HTNI ke KOMISI A DPRD Kabupaten Tulungagung

Pada tanggal 21 September 2018. Bertempat di meeting room komisi A gedung DPRD Kab. Tulungagung. Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara Islam IAIN Tulungagung, melakukan kunjungan kepada KOMISI A DPRD Kab. Tulungagung. Sebetulnya sudah sejak lama surat permohonan kebersediaan kami berkunjung telah disampaikan kepada DPRD, namun baru hari itu kami dijadwalkan untuk pertemuan. Apalagi keputusannya hanya sehari sebelum pertemuan, sehingga kamipun belum benar-benar siap pada hearing saat itu.

Sebetulnya, saya bukan merupakan tim hearing ke DPRD. Namun, dikarenakan keputusan penjadwalan pertemuan dari DPRD yang mendadak, membuat tim tidak dapat seluruhnya mengikuti pertemuan itu. Yang benar-benar sebagai tim adalah Yahya, Bahrul dan Sugeng, sehingga disitu juga turut hadirlah saya dan Irfan, maka total tim saat itu berjumlah 5 personil.

Pada pukul 10.00WIB, pertemuan dijadwalkan dimulai dengan agenda bahasan yaitu “Perda Kab. Tulungagung No. 14 Tahun 2016” tentang “Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik Kabupaten Tulungagung”. Namun karena sebagian anggota komisi yang belum hadir, akhirnya baru dapat dimulai pada pukul 11.20 WIB. Dimulai dengan pernyataan saudara Yahya menyampaikan kepada ketua Komisi A terkait dengan maksud kedatangan kami kemari, kemudian satu persatu dari kami memperkenalkan diri. Lalu giliran komisi A yang menyampaikan sambutannya kepada kami, dan dalam sambutannya tersebut juga memperkenalkan fraksi-fraksi yang hadir dalam pertemuan tersebut. Juga, ketua komisi A menyinggung kami perihal kedisiplinan administrasi. Yaitu yang harusnya tim kami berjumlah 10, ini hanya ada 5. Itupun yang 2 hanya tambahan. Koreksi juga soal alamamater harus jelas, misalkan memakai jas almamater. Dalam lritikannya pada intinya adalah mengajarkan kami untuk tertib administrasi.

Pertemuan dilanjutkan pada sesi inti yaitu tanya jawab. Sebgai perwakilan yang bertanya, saya menyampaikan sebuah pertanyaan berkaitan dengan alokasi bantuan keuangan kepada partai politik. Tanggapan pertama disampaikan langsung olek ketua komisi A yang meyatakan, bantuan itu tidak banyak. Mungkin untuk mengumpulkan kader sampai timgkat ranting saja, itu tidak cukup. Padahal kebutuhan-kebutuhan partai itu sangatlah banyak. Namun yang jelas alokasi nya itu yang pertama untuk pendidikan politik kader partai. Yang kedua untuk administrasi kantor, berupa surat-meyurat atapun perawatan inventaris kantor partai politik.

Salah satu fraksi dari partai Demokrat kala itu juga menanggapi, bahwa bantuan keuangan itu hanya sedikit sekali terasa membantunya untuk partai. Dan menurut penglamannya, biasannya alokasinya di utamakan untuk sewa kantor beserta perawatnnya, sedangkan urusan pendidikan politik, itu biasanya di ambil dari iuran mandiri dari para kader. Jika tidak cukup, kata beliau ya para anggota-anggota dewan itu yang nomboki (membayar kekurangan). Karena kebutuhan partai itu sangatlah banyak sekali.

Entah anggota dewan ini mau pada kemana, yang jelas pertemuan itu begitu terasa ingin segera mereka akhiri, alhasil hanya satu pertanyaan itu yang dapat kami lempar ke mereka. Sebelum penutup, ketua komisi  itu memimpin doa untuk menhakhiri pertemuan itu, karena kebetulan beliau baru pulang haji. Setelah doa, lewat yahya juga kami menyampaikan ucapan terimakasih serta permohonn maaf atas kehadiran kami. Sesi yang terakhir yaitu foto bersama. Kemudian kami saling berjabat tangan, dan pesan mereka adalah agar kita selalu menjadi mahasiswa yang serius belajar. Agar kedepannya dapat menjadi wakil rakyat di Tulungagung tercinta ini. (Vendra Dwiky Luqmana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>