Mahasiswa HTN melakukan Magang di BAWASLU Kabupaten Trenggalek

aniTrenggalek, 07 Januari 2019 tepatnya hari Senin, kami melaksanakan progam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) yaitu “Magang”. Diadakannya program magang ini bertujuan untuk mempersiapkan/ memperkenalkan mahasiswa secara langsung dengan situasi dunia kerja dan upaya sosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Kali ini kami melakukan magang di Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Kabupaten Trenggalek. Kehadiran kami disambut dengan hangat oleh Kepala Sekretariat dan Ketua BAWASLU beserta staf-stafnya. Sebenarnya kami merupakan mahasiswa pertama yang melaksanakan magang di BAWASLU ini. Dikarenakan badan ini merupakan badan baru yang baru dibentuk pada tahun 2017. Sebelum menjadi BAWASLU, badan ini bernama PANWASLU (Panitia Pengawas Pemilu).
Pagi itu, kami mengikuti apel yang sudah menjadi rutinitas setiap hari Senin yang harus diikuti oleh semua staf BAWASLU. Apel tersebut dipimpin oleh bu Chusnul Khotimah dan diberi sambutan oleh Bapak Nanang Sumarko selaku Kepala Sekretariat. Setelah apel selesai kami memperkenalkan diri kepada para staf yang disambut dengan ramah sehingga membuat kami merasa nyaman.
Selang beberapa menit, bahakan jam, kenyamanan kami merasa tidak ada gunanya karena kami hanya duduk didepan komputer tanpa melakukan apa-apa.Sebenarnya kami ditugaskan masuk dalam bagian devisi penyelesaian sengketa, tetapi pada saat itu koordinatoenya tidak masuk membuat kami tidak tau harus melakukan apa. Selang beberqpa waktu, kami memberanikan diri untuk meminta kepada salah satu staf apa yang dapat kami lakukan untuk membatu pekerjaannya. Akhirnya kami disuruh untuk mempelajari dulu apa itu BAWASLU, tugas dan kewajibannya apa saja, struktur dan kewenangannya apa aja, serta bagaimana arah pekerjaan di dalam BAWASLU tersebut.
Di BAWASLU ini tidak setiap hari staf-stafnya harus bergelut dengan komputer, ada hari yaitu hari jumat dimana kami dapat menggerakkan badan kami untuk berolahraga atau senam. Tidak jarang juga pada hari itu kami gunakan untuk bekerja bakti membersihkan kantor yang belum sempat terpakai, karena masih belum 100% punyanya BAWASLU. Dan juga membersihkan lingkungan disekitar kantor BAWASLU.
Hari-hari telah kami lewati, dari yang minggu pertama kami dimintai tolong untuk merekap surat-surat yang masuk ataupun surat keluar, mendisposisi surat-surat, merekap penertiban pelanggaran APK, dsb. Masuk dalam minggu ke dua, pada tanggal 16 januarikantor kami mengadakan rapat evaluasi penertiban APK di wilayah kabupaten Trenggalek. Rapat ini dihadiri oleh PANWASCAM se Kabupaten Trenggalek. Disini kami dimintai untuk melakukan notulensi dalam rapat tersebut. Dalam Rapat tersebut membahas apakah masih ada APK yang melanggar, berapa jumlahnya, apakah sudah ada penertiban dan tindak lanjut dan juga apakah ada kegiatan kampanye yang dirasa melanggar peraturan perundang-undang.
Minggu ke 3 tepatnya satu minggusetelah acara rapat evaluasi penertiban APK, kantor kami mengadakan rapat evaluasi DPTHP 2 (Daftar Pemilih Tetap Hasil Perubahan ke 2). Rapat evaluasi ini bertujuan untuk mencari/mengevaluasi data ganda pemilihan umum di semua TPS wilayah Kabupaten Trenggalek. Rapat ini juga mendatangkan PANWASCAM se Kabupaten Trenggalek. Setiap PANWASCAM mempresentasikan setiap TPS di daerahnya.Tidak sedikit juga terdapat data ganda di setiap kecamatan. Data ganda ini banyak dikarenakan ada kesalahan penulisan baik nomer kk, nik, tempat tanggal lahir dkk, orangnyatidak ada dirumah (tidak lagi tinggal dirumah tersebut), narapidana yang sudah terdaftar dilapas tetapi masih tetap saja tercantum di DPT, dsb.
Memasuki bulan Februari, agenda kami adalah mempersiapkan perekrutan PTPS (Pengawas Tempat Pemungutan Suara). Tugas PTPS ini adalah mengawasi jalannya pemilihan umum di setiap TPS. Sebelum diadakannya perekrutan, BAWASLU mengadakan Sosialisasi Perekrutan PTPS yang diadakan di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek dengan mengundang 3 anggota dari setiap PANWASCAM se Kabupaten Trenggalek. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan rundown kegiatan perekrutan PTPS dan sistem perekrutan. Sosialisasi ini diperlukan karena mengingat di wilayah Kabupaten Trenggalek ini jumlah TPS nya mencapai 2200 an, jadi untuk anggota PTPS nya juga membutuhakan 2200 an orang. Itu tidaklah sedikit bukan?. Dari pihak BAWASLU sendiri berpesan agar setiap PANWASCAM harus benar-benar memahami hasil dari sosialisasi ini, agar terselenggaranya dengan sukses pemilu tahun ini.
Tanggal 07 Februari 2019, itu lah hari terakhir kami melakukan magang di BAWASLU ini. Di hari itu, kami berpamitan kepada bapak komisioner yang pertama kemudian berpamitan juga kepada para staf-stafnya. Sebelumnya, kami memberikan kenang-kenangan berupa sebuah vandel sebagai wujud rasa terimakasih ke pada BAWASLU karena sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk mencicipi bagaimana dunia kerja itu sebenarnya. Dari magang ini kami memperoleh banyak sekali ilmu-ilmu yang sebelumnya belum pernah kami ketahui, ataupun sebelumnya mengetahui tetapi hanya sebatas teori saja bukan realnya. Dan dari magang ini kami juga belajar bahwa jurusan yang kita ambil tidak bisa menjadi acuan bahwa kita kelak akan sukses, tapi yang membuat kita sukses adalah bagaimana kalian memanfaatkan ilmu yang kalian peroleh selama ini dan juga tetap berusaha, berdoa terus untuk maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>