Tracer Study

Bagi para Alumni Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung untuk mengisi Formulir Pendataan Alumni demi peningkatan mutu Jurusan TIPS di masa mendatang silahkan klik Tracer Study TIPS IAIN Tulungagung

Jadwal perkuliahan TIPS Semester Genap Tahun Ajaran 2018/2019

Silahkan klik dibawah

Jadwal Perkuliahan semester genap TIPS 2018-2019

Brosur

Pendaftaran Mahasiswa Baru 2019
IMG_20190311_150712-min

KULIAH KERJA LAPANGAN MAHASISWA TADRIS IPS ANGKATAN 2017

zzzz

Tulungagung (13/11/2018) – Tadris IPS IAIN Tulungagung angkatan tahun 2017 mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang ke dua di Kota Malang setelah tahun lalu di Kota Kediri. KKL ini diikuti oleh 84 Mahasiswa Tadris IPS IAIN Tulungagung berangkat dengan 2 Bus Besar dengan tujuan Candi Badut, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika dan kunjungan terakhir di B-walk Museum Recyle Hot Bottles Malang. Kali ini mahasiswa di dampingi oleh 2 Pendamping yaitu Ibu Choiru Umatin, M.Pd Dosen Pendidikan Ekonomi dan Bapak Anggoro Putranto, S.Pd., M.Si Dosen Pendidikan Geografi. Tujuan Kuliah Kerja Lapangan pertama di Candi Badut dengan tugas peserta menggali sejarah dan perkembangan Candi Badut. Bapak Arif selaku juru kunci Candi Badut mengatakan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga karena memiliki banyak peradaban , yang mana meninggalkan berbagai bukti sejarah dan bukti tersebut dapat dikatakan bahwa nenek moyang kita dulu sudah membuat peradaban yang hebat. Setelah memperoleh wawasan sejarah lokal daerah Malang yaitu Candi Badut, mahasiswa juga mendapatkan ilmu tentang kegeografian. Tujuan selanjutnya adalah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang berapa di Karangploso Malang. BMKG di Karangploso Malang itu adalah Stasiun Klimatologi satu-satunya yang hanya berada di Jawa timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika berperan penting dalam penanggulangan bencana alam dari segi pemberian berbagai informasi mengenai bencana alam dan apa yang akan terjadi sehingga pihak masyarakat bisa bersiaga. Disana peserta KKL di tunjukkan dengan berbagai macam alat-alat untuk mengukur iklim,cuaca,suhu, curah hujan dan seterusnya masih banyak lagi. Tadris IPS IAIN Tulungagung memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin kerjasama dengan BMKG Malang untuk kedepannya selain memperoleh ilmu juga memperoleh pengalaman kegeografian. Setelah mendapat pengetahuan mengenai Geografi di lanjutkan dengan pengetahuan ekonomi tentang kewirausahaan.
Mahasiswa sangat antusias dan termotivasi dari apa yang dsampaikan pemateri Di Museum Recycle Hot Bottles di daerah Dau Malang. Mahasiswa di ajarkan bagaimana untuk mengubah mindset terhadap barang bekas, karena barang bekas itu masih mempunyai nilai tambah (value added) jika kita memodifikasi dengan baik. Bapak Muhammad Taufiq Shaleh Saguanto sebagai Founder Hot Bottles tersebut mengatakan, “sekarang yang terpenting bukan IQ yang tinggi, tetapi jiwa intreprenuer” jadi orang yang ber IQ tinggi belum tentu berhasil jika tidak diringi dengan jiwa intepreneur. Jadi untuk Kuliah Kerja Lapangan kali ini, mahasiswa mendapat banyak sekali ilmu dan pengalaman berharga baik dari bidang keilmuan sejarah, geografi dan ekonomi di Kota Malang.

STUDY LAPANGAN DAN NAPAK TILAS DI WILAYAH MATARAM

STUDY LAPANGAN DAN NAPAK TILAS DI WILAYAH MATARAM

11

Tulungagung, (27/10/2018) – Bertempat di Yogyakarta Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FTIK IAIN Tulungagung angkatan 2016 mengadakan Study Lapangan selama 3 hari yaitu pada hari Selasa-Rabu, 23-25 Oktober 2018 dengan mengambil tema “Kajian IPS Terpadu melalui Peradaban di wilayah Mataram”. Dengan di dampingi beberapa dosen Tadris IPS yaitu Anggoro Putranto M.Sc, Nur Istroatul Khusna M.Pd, Choiru Umatin M.Pd, dan Hany Nurpratiwi M.Pd. Sebanyak 47 mahasiswa semester 5 ikut dalam acara tersebut, yaitu dari Tadris IPS Kelas A dan B.
Tujuan pertama dalam Study Lapangan kali ini adalah menggali informasi di Pantai Parangtritis, Parangkusumo dan Sendun (Gumuk Pasir) tentang kondisi fisiologis, potensi dan perkembangannya, analisis resiko bencana dan kebijakan yang harus dilakukan dengan adanya permasalahan yang ada di wilayah tersebut. Ditempat ini mahasiswa dibagi menjadi 4 kelompok. Dan Museum Geospasial menjadi tujuan kedua rombongan, di sana rombongan disuguhkan bagaimana proses terjadinya gumuk pasir. Serta dilanjutkan pada tujuan ketiga yaitu Desa Wisata Gerabah Kasongan. Mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan para pengrajin maupun penjual gerabah mulai dari profil dan sejarahnya, bagaimana sikap perilaku penjualnya, persiapan memulai usaha, permasalahan dan resiko, strategi pemasaran, dan juga keterampilan menjual maupun bernegosiasi.
Seusai dari Wisata Gerabah Kasongan rombongan menuju ke penginapan untuk kemudian mempresentasikan hasil daripada kegiatan yang telah dilakukan di Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Sendun. Setiap kelompok memaparkan hasil lapangan mereka dengan diwakili salah satu dari anggota kelompok. Diskusi pun mulai memanas tatkala ada beberapa tanggapan maupun pertanyaan dari dosen. Dalam hal ini juga ada reward bagi presenter dan kelompok terbaik 1, 2, dan 3. Yang pada akhirnya dimenangkan oleh kelompok 2, dan presenter terbaiknya pun juga dari kelompok 2.
Pagi harinya rombongan menuju Taman sari, dibantu tourguide yang menjelaskan bahwa taman sari merupakan bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Taman Sari juga merupakan tempat rekreasi para keluarga kerajaan dan juga sebagai benteng pertahanan. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain melihat benda-benda bersejarah, di keraton juga sedang ada pagelaran gamelan. Dan tujuan terakhir dari Study Lapangan adalah Museum Merapi, selain bisa melihat langsung bagaimana gunung merapi sebelum dan sesudah meletus, di sana juga banyak terdapat sisa peralatan rumah tangga pasca meletusnya gunung merapi tahun 2010 silam.
Selama 3 hari melakukan Study Lapangan tentunya banyak sekali pelajaran maupun pengalaman yang didapatkan, tidak hanya diterapkan di wilayah kampus tetapi juga pada masyarakat luas. Selain itu setelah melakukan Study Lapangan mahasiswa Tadris IPS juga harus membuat sebuah laporan secara terpadu dari hasil selama 3 hari di Yogyakarta berdasarkan tema yang ada. (Diana/Tadris IPS 5B)</p>

Beasiswa

Kepada mahasiswa TIPS yang ingin mendapatkan informasi mengenai beasiswa internal kampus silahkan klik link dibawah:

http://www.iain-tulungagung.ac.id/layanan/baak/1072-pengumuman-pendaftaran-beasiswa-prestasi-semester-ganjil-tahun-akademik-2018-2019

WORKSHOP MOJOKERTO

Tadris IPS IAIN Tulungagung Gelar Workshop di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto

IMG-20180904-WA0000

TULUNGAGUNG – Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FTIK IAIN Tulungagung mengadakan kegiatan Workshop Registrasi dan Konservasi Cagar Budaya yang berada di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto dengan mengundang Narasumber dari Pusat Informasi Majapahit Trowulan Mojokerto pada Senin, (27/08/2018). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali ilmu bagi mahasiswa Prodi Tadris IPS untuk bisa melestarikan cagar budaya. Kegiatan workkshop ini merupakan bagian dari SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Kegiatan ini dikhususkan untuk mahasiswa Tadris IPS semester 5 dan 7 dengan dibimbing Dosen Prodi Tadris IPS. Keberangkatan dari IAIN Tulungagung dengan 2 Bis, 1 Hi-Ace dan 1 mobil pribadi dari pukul 04.30 WIB, dan tiba pukul 07.30 WIB rombongan di tempat tujuan yaitu BPCB Mojokerto.

Pukul 09.00 WIB acara pembukaan dimulai dengan pembawa acara yaitu Nur Isroatul Khusna, M.Pd yang merupakan salah satu dosen Tadris IPS. Sambutan pertama oleh Ummu Sholihah, S.Pd.,M.Si ketua jurusan Tadris IPS. Beliau menegaskan “bahwa kegiatan ini sangat penting utamanya untuk jurusan Tadris IPS, karena tidak hanya materi saja yang diberikan pada workshop kali ini tetapi juga beberapa praktek langsung. Kelak mahasiswa bisa menerapkan langsung dilapangan untuk menghargai dan melestarikan cagar budaya”. Memang demikian dan semoga selanjutnya bukan hanya workshop tentang sejarah saja tetapi juga bidang kajian ilmu IPS lainnya. Mengingat IPS banyak kajian ilmunya seperti ekonomi, geografi, sosiologi, politik, antropologi, masih banyak lagi. Begitu juga sambutan kepala BPCB Mojokerto yang dipercaya membuka acara dan menyampaikan “ini adalah kali pertama di PIM ada acara seperti ini, walaupun acara hanya satu hari tetapi itu sudah bisa mencakup semuanya”, tuturnya.

Setelah pembukaan usai dilanjutlah workshop sesi pertama dengan materi “Konservasi Gerabah” yang disampaikan oleh Ning Suryati, S.S dengan dimoderatori oleh Anggoro Putranto, S.Pd., M.Sc. Selain dijelaskan tentang pengertian, prinsip, metode konservasi peserta juga langsung praktek mengenai pembersihan dan perakitan gerabah. Peserta yang telah dibagi 8 kelompok nampak begitu antusias menyambung gerabah yang sudah rusak dan hasil dari proses penyambungan sungguh luar biasa karena seperti kondisi semula yang utuh.

IMG-20180904-WA0001

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Ahmad Kholif Yulianto,S.S yang dimoderatori oleh Hendra Pratama, M.Pd dengan materi “Registrasi Objek yang diduga sebagai Cagar Budaya”. Pada materi ini pembahasannya sangat luas sehingga memancing banyak pertanyaan baik dari peserta maupun moderatornya. Materi ini juga ada praktek langsung yaitu pendokumentasian (registrasi) visual yang dipandu langsung oleh pakarnya. Selesai materi kedua ditutuplah acara tersebut oleh ketua jurusan Tadris IPS dan dilanjutkan pemberian kenangan-kenangan kepada pihak BPCB Mojokerto dan PIM. Sekitar pukul 15.30 WIB rombongan kembali ke Tulungagung. (Diana/17209163042)

SENANDUNG RAMADHAN

Kontribusi Dosen dan Mahasiswa Tadris IPS sebagai Presenter dalam Acara Senandung Ramadhan oleh Madu TV Tulungagung

Tulungagung, (31/05/2018) – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu-tunggu seluruh umat muslim dibelahan bumi manapun. Begitu juga dengan IAIN Tulungagung yang didaulat sebagai kampus dakwah dan peradaban. Pada saat itulah kesempatan emas diambil oleh pihak dari jurusan Manajemen Dakwah dan jurusan Tadris IPS yang memanfaatkan moment ramadhan menjalin kerjasama dengan pihak Madu TV.

IMG-20180904-WA0004

Acara dengan tema “Senandung Ramadhan” berlangung selama 30 hari atau selama bulan ramadhan. Tayang setiap hari pada pukul 15.00 WIB-16.00 WIB dengan tema yang bermacam-macam dan tidak jauh dari materi tentang bulan suci ramadhan. Tempat Shooting dipilih di area kampus IAIN Tulungagung sekaligus memperkenalkan kampus dakwah dan peradaban kepada pemirsa Madu Tv. Acara ini melibatkan para civitas akademika yang berasal dari berbagai jurusan di IAIN Tulungagung, seperti Ustad/Penceramah, Presenter, sholawat, maupun audiennya.

IMG-20180904-WA0002

Jurusan Tadris IPS mengirimkan dosen dan mahasiswa terbaiknya yaitu Choiru Umatin M.Pd (dosen) dan Nur Isroatul Khusna, M.Pd (dosen) dan 3 mahasiswa yaitu M. Naufal Zabidi (semester 6), Diana Setianingsih (semester 4), dan Yuni Asih (semester 2) untuk ikut berpartisipasi dengan menjadi presenter. Mereka mendapat giliran pada awal, pertengahan, dan akhir puasa ramadhan.

Nur Isroatul Khusna, M.Pd yang tidak hanya satu kali menjadi presenter didaulat sebagai presenter terbaik 1. Mahasiswa Tadris IPS juga dilatih dalam menampilkan sholawat dan tari Saman yang dibimbing oleh ibu Choiru Umatin dan Ibu Nur Isroatul Khusna. Hal ini nampak adanya kekompakan dan koordinasi yang baik dari mahasiswa maupun dosen TIPS dengan menunjukkan bakat dan minat yang dimiliki untuk menunjukkan eksistensi jurusan Tadris IPS kepada khalayak (Diana/17209163042)

IMG_20180905_112112

RPS

RPS EKONOMI SUMBER DAYA ALAM

MALAM SOSIAL KEAKRABAN “Mengukir Sejarah di Waktu Muda untuk Cerita di Masa Tua”

makrab

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung mengadakan Masker (Malam Sosial Keakraban) di Tulungagung. Acara ini di laksanakan di Pantai Bayeman Desa Keboireng Kabupaten Tulungagung. Masker ini didampingi oleh Ketua dan Wakil Kelompok Sadar Wisata Desa Keboireng yaitu Bapak Jumardi dan Bapak Purwanto.

Pada pukul 13.00 WIB berangkat dari kampus dan tiba disana pada pukul 14.00 WIB. Acara di mulai pada pukul 15.00 WIB untuk mendirikan tenda dan bakti sosial daerah pantai bersama Kelompok Sadar Wisata Desa Keboireng. Setelah selesai bakti sosial disekitar pantai dilanjutkan ishoma untuk bersih diri dan sebagainya. Pukul 18.30 diadakan Tahlil bersama mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Tulungagung yang di pimpin oleh Hasbulloh Lung Aziz mahasiswa Semester 5 Tadris IPS IAIN Tulungagung. Setelah tahlil bersama pada pukul 20.00 WIB diadakan diskusi yang membahas awal mula Pantai Bayeman. Diskusi tersebut di isi oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Keboireng Bapak Jumardi beserta Wakilnya Bapak Purwanto. Diskusi tersebut juga membuka sesi Tanya jawap bagi mahasiswa yang ingin bertanya tentang awal mula Pantai Bayeman.

Keesokan harinya diadakan senam pagi dan game yang diikuti seluruh mhasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Tulungagung. Pada pukul 09.00 WIB acara sudah ditutup dan persiapan kembali ke rumah masing-masing.

Malam Sosial Keakraban bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan rasa solidaritas antar mahasiswa. Masker juga dapat mempererat tali silaturahmi atau rasa persaudaraan antarmahasiswa, baik dengan kakak tingkat maupun adek tingkat. Diadakannya diskusi dengan Ketua Pok Darwis Desa Keboireng juga dapat menambah wawasan seputar lingkungan sekitar camp. Sebagai orang sosial yang dikaitkan dengan masyarakat, kegiatan ini juga melatih mahasiswa untuk terjun dengan masyarakat setempat seperti halnya bakti sosial di daerah pantai bersama Kelompok Sadar Wisata daerah setempat.

Dengan diadakanya Malam Sosial Keakraban semoga mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Tulungagung akan semakin kompak, solit, dalam menjaga kerukunan antar mahasiswa dan khususnya kompak untuk bersama-sama memajukan Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial. (Ulfa Choirun N. TIPS 4A)