Home » AKADEMIK » KULIAH KERJA LAPANGAN MAHASISWA TADRIS IPS ANGKATAN 2017

KULIAH KERJA LAPANGAN MAHASISWA TADRIS IPS ANGKATAN 2017

zzzz

Tulungagung (13/11/2018) – Tadris IPS IAIN Tulungagung angkatan tahun 2017 mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang ke dua di Kota Malang setelah tahun lalu di Kota Kediri. KKL ini diikuti oleh 84 Mahasiswa Tadris IPS IAIN Tulungagung berangkat dengan 2 Bus Besar dengan tujuan Candi Badut, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika dan kunjungan terakhir di B-walk Museum Recyle Hot Bottles Malang. Kali ini mahasiswa di dampingi oleh 2 Pendamping yaitu Ibu Choiru Umatin, M.Pd Dosen Pendidikan Ekonomi dan Bapak Anggoro Putranto, S.Pd., M.Si Dosen Pendidikan Geografi. Tujuan Kuliah Kerja Lapangan pertama di Candi Badut dengan tugas peserta menggali sejarah dan perkembangan Candi Badut. Bapak Arif selaku juru kunci Candi Badut mengatakan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga karena memiliki banyak peradaban , yang mana meninggalkan berbagai bukti sejarah dan bukti tersebut dapat dikatakan bahwa nenek moyang kita dulu sudah membuat peradaban yang hebat. Setelah memperoleh wawasan sejarah lokal daerah Malang yaitu Candi Badut, mahasiswa juga mendapatkan ilmu tentang kegeografian. Tujuan selanjutnya adalah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang berapa di Karangploso Malang. BMKG di Karangploso Malang itu adalah Stasiun Klimatologi satu-satunya yang hanya berada di Jawa timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika berperan penting dalam penanggulangan bencana alam dari segi pemberian berbagai informasi mengenai bencana alam dan apa yang akan terjadi sehingga pihak masyarakat bisa bersiaga. Disana peserta KKL di tunjukkan dengan berbagai macam alat-alat untuk mengukur iklim,cuaca,suhu, curah hujan dan seterusnya masih banyak lagi. Tadris IPS IAIN Tulungagung memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin kerjasama dengan BMKG Malang untuk kedepannya selain memperoleh ilmu juga memperoleh pengalaman kegeografian. Setelah mendapat pengetahuan mengenai Geografi di lanjutkan dengan pengetahuan ekonomi tentang kewirausahaan.
Mahasiswa sangat antusias dan termotivasi dari apa yang dsampaikan pemateri Di Museum Recycle Hot Bottles di daerah Dau Malang. Mahasiswa di ajarkan bagaimana untuk mengubah mindset terhadap barang bekas, karena barang bekas itu masih mempunyai nilai tambah (value added) jika kita memodifikasi dengan baik. Bapak Muhammad Taufiq Shaleh Saguanto sebagai Founder Hot Bottles tersebut mengatakan, “sekarang yang terpenting bukan IQ yang tinggi, tetapi jiwa intreprenuer” jadi orang yang ber IQ tinggi belum tentu berhasil jika tidak diringi dengan jiwa intepreneur. Jadi untuk Kuliah Kerja Lapangan kali ini, mahasiswa mendapat banyak sekali ilmu dan pengalaman berharga baik dari bidang keilmuan sejarah, geografi dan ekonomi di Kota Malang.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>