Home » AKADEMIK » KKL

Category Archives: KKL

KULIAH KERJA LAPANGAN MAHASISWA TADRIS IPS ANGKATAN 2017

zzzz

Tulungagung (13/11/2018) – Tadris IPS IAIN Tulungagung angkatan tahun 2017 mengadakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang ke dua di Kota Malang setelah tahun lalu di Kota Kediri. KKL ini diikuti oleh 84 Mahasiswa Tadris IPS IAIN Tulungagung berangkat dengan 2 Bus Besar dengan tujuan Candi Badut, Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika dan kunjungan terakhir di B-walk Museum Recyle Hot Bottles Malang. Kali ini mahasiswa di dampingi oleh 2 Pendamping yaitu Ibu Choiru Umatin, M.Pd Dosen Pendidikan Ekonomi dan Bapak Anggoro Putranto, S.Pd., M.Si Dosen Pendidikan Geografi. Tujuan Kuliah Kerja Lapangan pertama di Candi Badut dengan tugas peserta menggali sejarah dan perkembangan Candi Badut. Bapak Arif selaku juru kunci Candi Badut mengatakan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga karena memiliki banyak peradaban , yang mana meninggalkan berbagai bukti sejarah dan bukti tersebut dapat dikatakan bahwa nenek moyang kita dulu sudah membuat peradaban yang hebat. Setelah memperoleh wawasan sejarah lokal daerah Malang yaitu Candi Badut, mahasiswa juga mendapatkan ilmu tentang kegeografian. Tujuan selanjutnya adalah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang berapa di Karangploso Malang. BMKG di Karangploso Malang itu adalah Stasiun Klimatologi satu-satunya yang hanya berada di Jawa timur. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika berperan penting dalam penanggulangan bencana alam dari segi pemberian berbagai informasi mengenai bencana alam dan apa yang akan terjadi sehingga pihak masyarakat bisa bersiaga. Disana peserta KKL di tunjukkan dengan berbagai macam alat-alat untuk mengukur iklim,cuaca,suhu, curah hujan dan seterusnya masih banyak lagi. Tadris IPS IAIN Tulungagung memanfaatkan kesempatan ini untuk menjalin kerjasama dengan BMKG Malang untuk kedepannya selain memperoleh ilmu juga memperoleh pengalaman kegeografian. Setelah mendapat pengetahuan mengenai Geografi di lanjutkan dengan pengetahuan ekonomi tentang kewirausahaan.
Mahasiswa sangat antusias dan termotivasi dari apa yang dsampaikan pemateri Di Museum Recycle Hot Bottles di daerah Dau Malang. Mahasiswa di ajarkan bagaimana untuk mengubah mindset terhadap barang bekas, karena barang bekas itu masih mempunyai nilai tambah (value added) jika kita memodifikasi dengan baik. Bapak Muhammad Taufiq Shaleh Saguanto sebagai Founder Hot Bottles tersebut mengatakan, “sekarang yang terpenting bukan IQ yang tinggi, tetapi jiwa intreprenuer” jadi orang yang ber IQ tinggi belum tentu berhasil jika tidak diringi dengan jiwa intepreneur. Jadi untuk Kuliah Kerja Lapangan kali ini, mahasiswa mendapat banyak sekali ilmu dan pengalaman berharga baik dari bidang keilmuan sejarah, geografi dan ekonomi di Kota Malang.

STUDY LAPANGAN DAN NAPAK TILAS DI WILAYAH MATARAM

STUDY LAPANGAN DAN NAPAK TILAS DI WILAYAH MATARAM

11

Tulungagung, (27/10/2018) – Bertempat di Yogyakarta Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FTIK IAIN Tulungagung angkatan 2016 mengadakan Study Lapangan selama 3 hari yaitu pada hari Selasa-Rabu, 23-25 Oktober 2018 dengan mengambil tema “Kajian IPS Terpadu melalui Peradaban di wilayah Mataram”. Dengan di dampingi beberapa dosen Tadris IPS yaitu Anggoro Putranto M.Sc, Nur Istroatul Khusna M.Pd, Choiru Umatin M.Pd, dan Hany Nurpratiwi M.Pd. Sebanyak 47 mahasiswa semester 5 ikut dalam acara tersebut, yaitu dari Tadris IPS Kelas A dan B.
Tujuan pertama dalam Study Lapangan kali ini adalah menggali informasi di Pantai Parangtritis, Parangkusumo dan Sendun (Gumuk Pasir) tentang kondisi fisiologis, potensi dan perkembangannya, analisis resiko bencana dan kebijakan yang harus dilakukan dengan adanya permasalahan yang ada di wilayah tersebut. Ditempat ini mahasiswa dibagi menjadi 4 kelompok. Dan Museum Geospasial menjadi tujuan kedua rombongan, di sana rombongan disuguhkan bagaimana proses terjadinya gumuk pasir. Serta dilanjutkan pada tujuan ketiga yaitu Desa Wisata Gerabah Kasongan. Mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan para pengrajin maupun penjual gerabah mulai dari profil dan sejarahnya, bagaimana sikap perilaku penjualnya, persiapan memulai usaha, permasalahan dan resiko, strategi pemasaran, dan juga keterampilan menjual maupun bernegosiasi.
Seusai dari Wisata Gerabah Kasongan rombongan menuju ke penginapan untuk kemudian mempresentasikan hasil daripada kegiatan yang telah dilakukan di Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Sendun. Setiap kelompok memaparkan hasil lapangan mereka dengan diwakili salah satu dari anggota kelompok. Diskusi pun mulai memanas tatkala ada beberapa tanggapan maupun pertanyaan dari dosen. Dalam hal ini juga ada reward bagi presenter dan kelompok terbaik 1, 2, dan 3. Yang pada akhirnya dimenangkan oleh kelompok 2, dan presenter terbaiknya pun juga dari kelompok 2.
Pagi harinya rombongan menuju Taman sari, dibantu tourguide yang menjelaskan bahwa taman sari merupakan bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Taman Sari juga merupakan tempat rekreasi para keluarga kerajaan dan juga sebagai benteng pertahanan. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain melihat benda-benda bersejarah, di keraton juga sedang ada pagelaran gamelan. Dan tujuan terakhir dari Study Lapangan adalah Museum Merapi, selain bisa melihat langsung bagaimana gunung merapi sebelum dan sesudah meletus, di sana juga banyak terdapat sisa peralatan rumah tangga pasca meletusnya gunung merapi tahun 2010 silam.
Selama 3 hari melakukan Study Lapangan tentunya banyak sekali pelajaran maupun pengalaman yang didapatkan, tidak hanya diterapkan di wilayah kampus tetapi juga pada masyarakat luas. Selain itu setelah melakukan Study Lapangan mahasiswa Tadris IPS juga harus membuat sebuah laporan secara terpadu dari hasil selama 3 hari di Yogyakarta berdasarkan tema yang ada. (Diana/Tadris IPS 5B)</p>

Sosiologi dan Kewirausahaan Tadris IPS di Tulungagung

KKL1
Salah satu bentuk perkuliahan dari beberapa MK yang ada di Prodi Tadris IPS adalah dengan mengadakan KKL. Dalam kesempatan kali ini MK Sosiologi dan Kewirausahaan menyelenggarakan KKL guna menambah pengetahuan dan ketrampilan secara langsung di wilayah lokal. Sasaran tempat KKL MK Kewirausahaan adalah di Industri yang menjadi icon makanan khas kota marmer yaitu di perusahaan krupak rambak yang berada di Kelurahan Sembung. Disana mahasiswa diperlihatkan dan dijelaskan secara langsung mulai tahap awal sampai akhir yang meliputi proses produksi sampai pemasaran. Disana pula mahasiswa langsung belajar dalam proses pembuatan krupuk rambak.
kkl 2
Setelah melaksanakan KKL Kewirausahaan, mahasiswa bergegas menuju lokasi KKL Sosiologi di daerah pesisir selatan Tulungagung yaitu Pantai Sine. Pemilihan lokasi berdasarkan beberapa pertimbangan karena keadaan masyarakat disana yang penuh problematika kehidupan sosial mulai dari kepemilikan lahan, mata pencaharian, pendidikan dan lainnya. Disana mahasiswa melakukan observasi dan wawancara secara langsung dengan masyarakat terkait permasalahn-permasalan yang ada. Selanjutnya, mahasiswa membuat karya ilmiah terkait hasil penelitian di lapangan. (*nik)

KKL MAHASISWA “PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA TADRIS IPS DI BIDANG EKONOMI, SOSIOLOGI, GEOGRAFI, DAN SEJARAH MELALUI FIELD TRIP DI TULUNGAGUNG – KEDIRI”

Tulungagung -Kuliah Kerja Lapangan atau biasa yang disebut KKL telah dilaksanakan oleh mahasiswa jurusan Tadris IPS pada Rabu pagi sampai sore hari (18/04/2018). KKL ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Tadris IPS semester 2. Tercatat sebanyak 86 mahasiswa mengikuti KKL ini.

Walau ada hambatan dan sempat berganti-ganti rencana lokasi KKL, tetapi semua dapat dilalui dengan baik, hal ini bukan lain karena dukungan panitia, dukungan para dosen, dukungan ketua jurusan, dan kerjasama teman-teman mahasiswa Tadris IPS semester 2.

Berangkat pada pukul 07.00 WIB dan tiba di kota Kediri pukul 08.00 WIB. Tujuan pertama kami yaitu di Industri Kerajinan Tenun Ikat “Medali Mas” tepatnya di Desa Bandar Kidul, Kota Kediri. Disana kami mendapat arahan langsung dari Ibu Siti Ruqoyah yang merupakan pemilik Kerajinan Tenun Ikat. Kami juga dapat melihat proses pembuatan tenun ikat. Kerajinan Tenun Ikat sendiri didirikan oleh Bapak Munawar (suami Ibu Ruqoyah). Dahulu beliau bekerja di tempat orang lain, kemudian ia tekuni, hingga pada tanggal 27 Februari 1989 dapat mendirikan usaha Kerajinan Tenun Ikat dan mempunyai merk sendiri yaitu “Medali Mas”. Kemudian usaha ini terus berkembang hingga sekarang mencapai omset ratusan juta perbulan. “Omset kami kurang lebih 250 juta perbulan”, kata Ibu Ruqoyah.

Kemudian pukul 10.00 WIB kami melanjutkan perjalanan ke Goa Selomangleng, Kota Kediri. Menurut cerita dari pengelola Goa Selomangleng, Goa ini dahulunya dijadikan pertapaan Dewi Kilisuci yang merupakan putri mahkota Raja Erlangga. Dewi Kilisuci yang tidak menginginkan tahta kerajaan dan ingin melepaskan diri dari hal –hal duniawi, kemudian ia tapabrata di Goa Selomangleng. Saat memasuki goa kami mencium aroma dupa dan ruangan yang gelap sekali. Terdapat 3 ruang dalam goa, dan didinding goa kami melihat banyak sekali relief.

Kemudian kami berkunjung ke Museum Erlangga yang lokasinya tak jauh dari Goa Selomangleng. Museum Erlangga terdiri dari 2 bangunan, Museum Etnografi dan museum Arkeologi yang banyak menyimpan peninggalan-peninggalan purbakala. Disana kami mendapat wawasan baik dari keterangan-keterangan yang kami baca maupun dari informasi yang disampaikan oleh pengelola Museum.

Pukul 12.00 WIB kami melanjutkan pejalanan dan sholat dzuhur di Masjid Yonif 521. Kemudian kami istirahat dan makan siang di hutan Joyoboyo kota Kediri. Perjalanan kami lanjutkan ke tujuan terakhir yaitu Monumen Simpang Lima Gumul, kami tiba disana pukul 15.00 WIB. Setibanya disana kami memasuki lorong bawah tanah yang dindingnya terdapat foto-foto kegiatan dan wisata Kabupaten Tulungagung. Banyak juga masyarakat yang berkunjung untuk besantai dan foto-foto.

Selepas itu, kami pulang dan sampai di IAIN Tulungagung pukul 17.00 WIB. “Kuliah Kerja Lapangan ini selain memberi banyak manfaat tetapi juga sangat seru, semoga teman-teman semua wawasannya bertambah dan untuk KKL kedepannya dapat lebih baik”, ujar Moch. Fika Muwafiki (Ketua Panitia). (Yuni Asih_TIPS)

KKL MAHASISWA TADRIS IPS FTIK IAIN TULUNGAGUNG “GEOHISTORY”

JOGJA

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung mengadakan Kuliah Kerja Lapangan atau KKL yang bertempat di Yogyakarta, Jawa Tengah. Sejumlah 24 mahasiswa dan 4 dosen Tadris IPS pertamanya di Masjid Keraton Yogyakarta, Museum kraton, Mesum Merapi, Meseum Geo Spasial, Pantai Parang Tritis, Malioboro dan Candi Sambisari. Tema yang diusung KKL kali ini adalah “Geo History” karna berdasarkan kajiannya, untuk mengetahui lebih mendalam terhadap kajian mata kuliah sejarah kebudayaan, pengetahuan peta dan geohistory. Acara ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi untuk menemukan berbagai pengalaman yang baru sebagai media penunjang disiplin ilmu IPS sendiri. KKL kali ini didampingi oleh 4 dosen disiplin ilmu yang berbeda, diantaranya Choiru Umatin, M.Pd adalah dosen dengan bidang keahlian pendidikan ekonomi, Anggoro Putranto M. Sc adalah dosen dengan bidang keahlian geografi, Hany Nurpratiwi M. Pd adalah dosen dengan bidang keahlian pendidikan sejarah dan Bagus Setiawan M. Pd adalah dosen dengan bidang keahlian Pendidikan IPS.

Pada pukul 04.00 WIB tida di Parkiran Keraton Yogyakarta. Kemudian peserta beranjak menuju ke tempat Masjid di sekitar Keraton untuk melaksanakan Sholat Shubuh serta mandi, makan dan istirahat di pekarangan tersebut. Pada Pukul 07.00 WIB sampai 10.00 WIB peserta berangkat bersama-sama ke museum Keraton Yogyakarta. Sebelum ke gerbong pintu masuk, Bu hany Nurpatiwi M. Pd selaku dosen mata kuliah sejarah kebudayaan menjelaskan mengenai tugas yang perlu di perdalam yakni tugas resume mengenai Keraton Yogyakarta. Sejumlah 24 mahasiswa sangat berantusias dalam melaksanakan tugas tersebut dan mempelajari terkait museum Keraton Yogyakarta baik dari segi filosofis, politis, historis dan ekonomis. Hikmah yang dapat diambil dari Meseum Yogyakarta akan menumbuh kembangkan budaya setempat untuk di aktualisasikan kepada daerahnya masing-masing bahwa selama ini kita sering sekali melihat budaya yang tergerus oleh perkembangan zaman, maka jawabannya adalah di mesuem keraton yogyakarta dari tahun ke tahun masih berkembang dan selalu menjaga kesucian untuk memiliki kepedulian yang totalitas untuk perkembangan mesuem tersebut.

Pukul 10.00 sampai 13.00 rombongan berangkat menuju museum Merapi yang bertempat di Jalan Kaliurang Km. 22, Banteng, Hargobinangun, Kabupaten Sleman. Museum merapi ini sangat menarik pula untuk sebagai literasi geografi karna didalam meseum tersebut terdapat keilmuan yang lebih terklasifikasi. Misalnya sejarah gunung merapi, tipe-tipe gunung, runtutan kejadian pra dan pasca meletus gunung berapi dan seterusnya. Sebelum menuju ke pintu masuk, Bapak Bagus Setiawan, M. Pd selaku dosen mata kuliah geohistory, menjelaskan ketentuan tugas mata kuliah tersebut yang didalamnya terlampir beberapa instrumen pertanyaan yang ditujukan kepada pihak museum gunung merapi. Hal ini membuat mahasiswa yang sedang melakukan KKL sepenuhnya untuk mengetahui beberapa hal yang perlu diperkaya khasanah keilmuannya untuk keabsahan intsrumen tersebut.

Setelah ke museum Merapi dirasa sudah selesai, rombongan beranjak ke Rumah Mbah Marijan yang bertempat di Kali Jodo. Pukul 15.00 WIB sudah sampai di area parkiran Mbah Marijan, ada sebuah kendala yang menghambat untuk ke kediaman mbah marijan karena faktor biaya, aksesbilitas dan medan yang kurang mendukung. Atas beberapa pertimbangan tersebut, akhirnya kesepakatannya tidak jadi melakukan observasi di kediaman mbah marijan meski sedikit kecil hati tapi keselamatan lebih utama dari pada terlalu memaksa dengan keadaan yang tidak mendukung.

Pukul 16.30 WIB, di sekitar jalan menuju Yogkarta kami mampir sebentar untuk makan di depot Rumah Makan. Peserta KKL turun ke bus untuk melaksanakan makan sore dan setelah itu sholat dhuhur. Setelah beranjak ke rumah makan rombongan berangkat lagi menuju tempat penginapan di sekitar Malioboro, Yogyakarta. Pukul 17.30 peserta KKL sudah tiba di tempat penginapan untuk menginstirahatkan badan, makan dll. Agenda malam yang sangat spesial untuk malamnya yakni melakukan kunjungan Ke Malioboro. Pukul 19.30 WIB rombongan sudah tiba di Malioboro untuk membeli oleh-oleh Khas Jogja baik pakaian, makanan dan seterusnya. Agenda kali ini sangat menarik karna bersifat hiburan peserta KKL pun banyak yang melakukan rutinitasnya untuk berdiskusi di tempat tersebut, ada yang membeli oleh-oleh dan menikmati kota yang katanya identik dengan “Jogja Istimewa”. Pukul 22.00 WIB dirasa sudah cukup ke tempat malioboro peserta KKL langsung menuju ke tempat Penginapan.

Keesokan harinya pukul 08.00 WIB peserta KKL beranjak ke Geospasial untuk melakukan pengkajian mengenai pengetahuan peta, tekstur air laut, kadar garam air laut dan lain sebagainya. Peserta sangat berantusias dalam memperdalam kaitannya dengan pengetahuan peta yang memang itu sangat menunjang sekali dengan mata kuliah pengetahuan peta. Setelah agenda tersebut selesai, peserta melanjutkan kembali ke Pantai Parangritis pukul 10.00 sampai 11.00 WIB peserta KKL begitu cerianya melihat pemandangan pantai tersebut. Seketika dirasa sudah cukup kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan ke Masjid untuk menunaikan Sholat Jum’at.

Candi Sambisari sebagai destinasi terakhir KKL Jogja Kali ini yang bertempat di Jalan Candi Sambisari, Puwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY. Candi Sambisari merupakan sebuah candi Hindu (Siwa) yang dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Peserta KKL dapat wawasan kesejarahan dan pesona candi yang begitu menarik untuk disinggahi. Setelah selesai di candi Sambisari rombongan beranjak pulang ke Tulungagung.

Oleh karena itu, KKL pada kali ini sangat memberikan refrensi yang luar biasa demi menguakan nilai-nilai kebudayaan, kepariwisataan dan kesejarahan. Harapan dari diadakannya KKL kali ini semoga kedepan jurusan Tadris IPS bisa melahirkan tokoh-tokoh yang tidak hanya konsentrasi dibidang pendidikan saja melainkan multitalenta atau mahir dibidang apapun.

KKL MAHASISWA “Sinergi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial antara Konsep dan Praktik”

MOJOKERTO
Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung mengadakan Kuliah Kerja lapangan DI Mojokerto. Sejumlah 50 mahasiswa mengadakan KKL kedua di Daerah kabupaten Mojokerto Tema yang diusung KKL kali ini adalah ” Sinergi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial antara Konsep dan Praktik”. Acara ini dilaksanakan di beberapa tempat di Kabupaten Mojokerto. KKL kali ini didampingi oleh 3 dosen dengan disiplin ilmu yang berbeda, diantaranya Choiru Umatin, M.Pd adalah dosen dengan bidang keahlian pendidikan ekonomi, Nur Isroatul Husna, M.Pd adalah dosen dengan bidang keahlian Pendidikan Sosiologi dan Hani Nur Pratiwi, M,Pd adalah dosen dengan bidang keahlian pendidikan sejarah.
Tepat pada hari senin, tanggal 20 November 2017, Angkatan 2016 Jurusan Tadris Imu Pengetahuan Sosial yang terdiri dari 2 kelas antara kelas A dan B Stand by di kampus untuk persiapan berangkat ke Mojokerto pada pukul 04:30 pagi. Perjalan dari Tulungagung-Mojokerto menempuh perjalanan sekitar 4 jam. Dengan tujuan pertama adalah wana wisata padusan yang terletak dikawasan pacet untuk melakukan observasi berkaitan dengan Geografi Regionl dengan dosen pembimbing yaitu Ibu Nur Isroatul Khusna, M.Pd,
Dalam Observasi di kawasan pacet kita mencari tahu tentang bagaimana kondisi iklim, ketiggian daerah, jenis Flora dan Fauna yang terdapat di Daerah setempat, keadaan hidrologi, keadaan topografi dan geologi. Dan hal yang paling menarik adalah suhu air yang terdapat dalam beberapa kolam di padusan pacet, terdapat beberapa kolam dengan suhu yang berbeda dan semakin rendah letak kolam maka semakin panas suhu air tersebut, hal ini disebabkan oleh energi geofermal atau panas bumi yang kemudian bertemu dengan jalur celah mata air yang keluar ke permukaan bumi sehingga mata air yang keluar itu panas.dengan keadaan tersebut oleh masyrakat dimanfaatkan sebagai tempat pariwisata buatan yang mengandalkan potensi alam.
Tepat pukul jam 13:00 setelah ishoma, perjalanan kami lanjutkan ke daerah trowulan untuk ziarah kemakam yang ada diaerah trowulan, makam Troloyo tepatnya. Dengan dosen pemimbing Iu Choiru Ummatin, M.Pd. dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana keadaan ekonomi di daerah tersebut ketika makam Troloyo jarang di kunjungi dan setelah di kunjungi. Dari hasil observasi dapat disimpulkan bahwa keadaan ekonomi setelah Makam troloyo banyak didatangi masyarakat memiliki berbagai macam pekerjaan, diantara, membuka warung dengan khas oleh-oleh trowulan, menjadi tukang ojek antara jarak parkir bus dan makam, dan juga banyak yang lainnya.
Perjalanan selanjutnya pada jam 15:30 kami menuju MuseumTrowulan dengan bimbingan Bu Hany Nur Pratiwi, M.Pd selaku dosen pembelajaran sejarah lokal. Museum Trowulan Museum Trowulan adalah museum arkeologi yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Museum ini dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi yang ditemukan di sekitar Trowulan. Tempat ini adalah salah satu lokasi bersejarah terpenting di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah kerajaan Majapahit.
Kebanyakan dari koleksi museum ini berasal dari masa kerajaan Majapahit, akan tetapi koleksinya juga mencakup berbagai era sejarah di Jawa Timur, seperti masa kerajaan Kahuripan, Kediri, dan Singhasari. Museum ini terletak di tepi barat kolam Segaran. Museum Trowulan adalah museum yang memiliki koleksi relik yang berasal dari masa Majapahit terlengkap di Indonesia. Setelah observasi dari Museum Trowulan tepat sekitar 18:00 kami melanjutkan perjalanan pulang.
Dengan adanya KKL tersebut mahasiswa bisa menyeimbangkan antara konsep pembelajaran di dalam kelas dengan pembelajara di lapangan, karena sifat Ilmu Pengetahun Sosial adalah bersifat Empirik yaitu segala sesuatu didasarkan pada observasi (pengamatan) terhadap kenyataan sosial. Dan juga bersifat teoritis artinya ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha menyususn abstraksi dari hasil-hasil observasi. (Inayatul Maula_TIPS)