Home » KEGIATAN ILMIAH

Category Archives: KEGIATAN ILMIAH

Seminar Nasional – Olimpiade IPS SMP/sederajat se-Karisidenan Kediri

Seminar Nasional bertemakan revolusi industri 4.0

Seminar Nasional bertemakan revolusi industri 4.0

Salah satu kegiatan penting yang dapat membagun bangsa Indonesia adalah mendidik dan membina generasi muda yang kelakakan menjadi tumpuan serta harapan bangsa dan negara. Mahasiswa sebagai salah satu bagian dari generasi muda memiliki peranan yang sangat strategis dalam menentukan arah proses perjalanan Bangsa ini kedepan menuju kemandirian dan kedewasaan. Salah satu usaha yang paling efektif dan efisien dalam menghadapi proses tersebut adalah menumbuh kembangkan inisiatif dan daya kreatifitas di kalangan para Mahasiswa. Era Globalisasi, telah menimbulkan suatu perubahan yang sangatdahsyatdalamberbagai aspek kehidupan Manusia yang menuntut kualitas Sumber Daya Manusia yang handal dan memiliki tingkat ketebalan keimanan yang menjadi benteng untuk menghadapi persaingan global ini, sehingga penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta tebalnya iman menjadi syarat mutlak bagi setiap Bangsa agar Bangsa itu unggul dan memiliki kemampuan bersaing di dalam pergaulan regional maupuninternasional. Oleh karena itu, institusi Pendidikan formal terlebih institusi bernuansa keislaman harus mampu menciptakan generasi yang mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya agar di era globalisasi yang sarat dengan perubahan moral yang berujung pada dekadensi moral itu tidak menjadi momok yang mengkhawatirkan akan tetapi menjadi sumber inspirasi bagi  Pembangunan Bangsadan Negara.

Olimpiade Ips SMP/Mts se Karisidenan Kediri

Olimpiade Ips SMP/Mts se Karisidenan Kediri

Bangsa indonesia yang terdiri dari beragam suku dan ras, memiliki budaya, bahasa, nilai, dan suku atau keyakinan yang berbeda-beda. Dalam keanekaragaman ini, upaya membangun budaya bangsa Indonsia diperlukan semangat multikultural, kerjasama yang saling membantu, saling menghargai menerima perbedaan dan mengakuinya. Sikap saling menerima dan menghargai ini akan cepat berkembang bila dilatih dan di didik dimulai pada usia muda agar dapat menghasilkan generasi muda yang menghargai perbedaan. Melalui berbagai kegiatan positif seperti kegiatan Olimpiade yang diharapkan dapat menjadi motivator untuk mencari dan meningkatkan mutu, kreativitas ilmiah, serta kualitas daya nalar siswa dalam mempersiapkan dan menjawab berbagai tantangan ilmuan, sehingga munculah siswa siswi unggulan, yang memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman. Kegiatan berbasis islam dan pengembangan potensi Mahasiswa ini, diharapkan generasi muda khususnya para mahasiswa dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya dan mampu menyalurkan bakat dan minatnya serta menumbuh kembangkan daya kreasi dan inovasi serta pengetahuan dalam berorganisasi sehingga mereka memiliki kompetensi yang unggul dan benteng Nasionalisme yang kokoh. Menyikapi hal tersebut, sebagai mahasiswa Islam yang peduli dengan peran penting generasi muda akan moralitas dan pengembangan potensi, maka dari itu Himpunan Mahasiswa Jurusan TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL IAIN Tulungagung menyelenggarakan kegiatan  SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN OLIMPIADE IPS dengan tema“Pendidikan Multikultural untuk Mewujudkan Generasi yang Berjiwa Sosial dan Peduli Terhadap Budaya Bangsa di Era Revolusi Industri 4.O”. (nfl)

WORKSHOP MOJOKERTO

Tadris IPS IAIN Tulungagung Gelar Workshop di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto

IMG-20180904-WA0000

TULUNGAGUNG – Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial FTIK IAIN Tulungagung mengadakan kegiatan Workshop Registrasi dan Konservasi Cagar Budaya yang berada di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto dengan mengundang Narasumber dari Pusat Informasi Majapahit Trowulan Mojokerto pada Senin, (27/08/2018). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali ilmu bagi mahasiswa Prodi Tadris IPS untuk bisa melestarikan cagar budaya. Kegiatan workkshop ini merupakan bagian dari SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Kegiatan ini dikhususkan untuk mahasiswa Tadris IPS semester 5 dan 7 dengan dibimbing Dosen Prodi Tadris IPS. Keberangkatan dari IAIN Tulungagung dengan 2 Bis, 1 Hi-Ace dan 1 mobil pribadi dari pukul 04.30 WIB, dan tiba pukul 07.30 WIB rombongan di tempat tujuan yaitu BPCB Mojokerto.

Pukul 09.00 WIB acara pembukaan dimulai dengan pembawa acara yaitu Nur Isroatul Khusna, M.Pd yang merupakan salah satu dosen Tadris IPS. Sambutan pertama oleh Ummu Sholihah, S.Pd.,M.Si ketua jurusan Tadris IPS. Beliau menegaskan “bahwa kegiatan ini sangat penting utamanya untuk jurusan Tadris IPS, karena tidak hanya materi saja yang diberikan pada workshop kali ini tetapi juga beberapa praktek langsung. Kelak mahasiswa bisa menerapkan langsung dilapangan untuk menghargai dan melestarikan cagar budaya”. Memang demikian dan semoga selanjutnya bukan hanya workshop tentang sejarah saja tetapi juga bidang kajian ilmu IPS lainnya. Mengingat IPS banyak kajian ilmunya seperti ekonomi, geografi, sosiologi, politik, antropologi, masih banyak lagi. Begitu juga sambutan kepala BPCB Mojokerto yang dipercaya membuka acara dan menyampaikan “ini adalah kali pertama di PIM ada acara seperti ini, walaupun acara hanya satu hari tetapi itu sudah bisa mencakup semuanya”, tuturnya.

Setelah pembukaan usai dilanjutlah workshop sesi pertama dengan materi “Konservasi Gerabah” yang disampaikan oleh Ning Suryati, S.S dengan dimoderatori oleh Anggoro Putranto, S.Pd., M.Sc. Selain dijelaskan tentang pengertian, prinsip, metode konservasi peserta juga langsung praktek mengenai pembersihan dan perakitan gerabah. Peserta yang telah dibagi 8 kelompok nampak begitu antusias menyambung gerabah yang sudah rusak dan hasil dari proses penyambungan sungguh luar biasa karena seperti kondisi semula yang utuh.

IMG-20180904-WA0001

Selanjutnya materi kedua disampaikan oleh Ahmad Kholif Yulianto,S.S yang dimoderatori oleh Hendra Pratama, M.Pd dengan materi “Registrasi Objek yang diduga sebagai Cagar Budaya”. Pada materi ini pembahasannya sangat luas sehingga memancing banyak pertanyaan baik dari peserta maupun moderatornya. Materi ini juga ada praktek langsung yaitu pendokumentasian (registrasi) visual yang dipandu langsung oleh pakarnya. Selesai materi kedua ditutuplah acara tersebut oleh ketua jurusan Tadris IPS dan dilanjutkan pemberian kenangan-kenangan kepada pihak BPCB Mojokerto dan PIM. Sekitar pukul 15.30 WIB rombongan kembali ke Tulungagung. (Diana/17209163042)

SEMINAR NASIONAL “EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL”

arumiHimpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menggelar Seminar Nasional. Tema yang diusung adalah ”Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal”. Acara ini dilaksanakan di lantai 6 Gedung KH. Saifuddin Zuhri IAIN Tulungagung.

Pada pukul 10.20 WIB acara ini dimulai. Sebelum pembukaan, ditampilkan pagelaran seni karawitan dari mahasiswa PIAUD untuk memperkenalkan budaya khas Tulungagung kepada 300 peserta seminar. Dalam seminar tersebut dihadiri para pejabat dilingkungan FTIK baik itu Dekan, Wakil Dekan dan Para Ketua Jurusan. Menambah semaraknya acara seminar nasional tersebut, Rektor IAIN Tulungagung oleh Dr. Maftukhin, M.Pd.I turut serta dalam membuka acara tersebut.

Seminar yang bertujuan menumbuh kembangkan ekonomi kreatif tidak bisa lepas dari budaya setempat. Budaya yang didalamnya terdapat kearifan lokal yang memiliki nilai dan karakteristik daerahnya. Nilai dan karaktersitik ini diterjemahkan kedalam bentuk produk kreatif.Sehingga perlu adanya wawasan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.Ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal ialah ekonomi yang dimulai dari masyarakat, oleh, dan untuk masyarakat itu sendiri. Ekonomi yang ada dari mulai bahan baku, pekerja, sampai manfaatnya dirasakan sendiri oleh masyarakatnya.” tutur Arumi Bachsin sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan owner Batik Arumi Kabupaten Trenggalek.

Arumi menyampaikan bahwa penting untuk menekankan tumbuhnya jiwa wirausaha dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM ) sebagai peningkatan potensi ekonomi daerah. Arumi juga menambahkan, “Untuk membantu ekonomi desa, ekonomi kabupaten atau secara luas lagi ekonomi Indonesia, memang harus dari UMKM, memang harus dari seluruh pihak harus bergandengan tangan membangun diri mereka sendiri karena kita tidak harus terus menerus dijejali dengan budaya konsumtif.”

Kreativitas produk masyarakat UMKM ditampung dalam Dekranasda. Produk tersebut dipasarkan secara online dibawah naungan DekranasdaSebelumnya, mereka mendapatkan pelatihan sampai mampu membangun UMKM sendiri. Dekranasda hadir karena keputusan pada tanggal 3 Maret 1980. Pada dasarnya dekranasda  dibentuk karena kekhawatiran berkurangnya pengrajin atau pengusaha yang memproduksi budaya lokal.

“Potensi industri kreatif dalam sektor ekonomi kreatif ke depannya akan tetap menjadi sebuah alternatif  penting  dalam  meningkatkan kontribusi dibidang ekonomi dan bisnis, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, media  komunikasi, menumbuhkan inovasi dan kreativitas, dan menguatkan identitas suatu daerah (city branding). Selain itu Budaya harus menjadi basis pengembangannya.Dalam kebudayaan lokal ada yang disebut dengan kearifan lokal yang menjadi nilai-nilai bermakna,antara lain, diterjemahkan ke dalam bentuk fisik berupa produk kreatif daerah setempat. Ekonomi kreatif tidak bisa dilihat dalam konteks ekonomi saja, tetapi juga dimensi budaya. Ide-ide  kreatif yang muncul adalah produk budaya. Karenanya,strategi kebudayaan sangat menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif.” tutur Bapak Sutopo selaku Ketua Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial.

Berdasarkan pendapat tersebut, muncul keinginanJurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial mendatangkan Ketua Dekranasda sekaligus owner batik Arumi Trenggalek untuk bisa sharing ilmu dan pengalamannya di IAIN Tulungagung. Kegiatan ini juga sebagai salah satu penguatan matakuliah kewirausahaan khususnya bagi mahasiswa IPS umumnya bagi jurusan lain yang menempuh matakuliah kewirausahaan. (D. Ummah_TIPS)

SEMINAR NASIONAL “Peran Pendidikan IPS dalam Mewujudkan Nilai Karakter Bangsa yang Berbudaya”

emil 2Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam (IAIN) Tulungagung  mengadakan Seminar Nasional. Tema yang diusung adalah Peran Pendidikan IPS dalam Mewujudkan Nilai Karakter Bangsa yang Berbudaya. Acara dilaksanakan di Swaloh Hill Resort, Wonorejo Tulungagung.

Acara pembukaan dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka langsung oleh Maftukhin selaku Rektor IAIN Tulungagung. Sebelum pembukaan, untuk memeriahkan sekaligus memperkenalkan budaya Tulungagung kepada peserta seminar, juga menampilkan ikon kesenian Tulungagung yakni Reog Kendang.

Seminar nasional ini merupakan rangkaian acara dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dari Aliansi Mahasiswa IPS Seluruh Indonesia (Almabipsi). Untuk tahun ini (2017, red) IAIN Tulungagung diamanati untuk menjadi tuan rumah dari agenda Rakernas.

“Pada awalnya kami hanya ingin mengadakan agenda Rakernas, tetapi kami mendapat masukan dari Ketua Jurusan (Kajur) Tadris IPS untuk mengadakan acara Seminar Nasional. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami menyepakati mengadakan Seminar Nasional dalam agenda Rakernas ini”, Harun, ketua umum  HMJ IPS, menceritakan latar belakang mengadakan Seminar Nasional.

Seminar yang diadakan oleh HMJ IPS menghadirkan Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek periode 2016/2021. “Kami menghadirkan Emil Dardak karena kami merasa beliau adalah orang yang tepat untuk mengisi acara seminar ini. Selain itu kami juga berusaha menarik minat dari peserta khususnya yang dari trenggalek, melihat banyaknya mahasiswa iain tulungagung yang berasal dari trenggalek”, ujar Harun.

emil 1

Selain dari mahasiswa IAIN Tulungagung, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari kampus luar Tulungagung. Turut hadir dalam agenda seminar ini yaitu dari (Universitas Islam Negeri) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, IAIN Syekh Nur Jati Cirebon dan masih banyak lagi perguruan tinggi lain. Kurang lebih ada 14 perguruan tinggi yang hadir dan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pendidikan IPS Seluruh Indonesia (Almabipsi).

“Agenda kali ini,” tambah harun, “jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan awal, dimana kami memperkirakan jumlah peserta yang hadir adalah 300 peserta, ternyata jumah peserta yang hadir sejumlah kurang lebih 470 orang peserta. Selain dari mahasiswa peserta yang hadir dalam seminar ini terdiri dari  beberapa guru Sekolah Dasar (SD) dari Trenggalek dan kepala sekolah dari daerah Tulungagung.”

Dalam penyampaiannya, Emil menekankan pentingnya peran dari para pendidik IPS untuk mewujudkan masyarakat yang berkarakter dan mampu bersaing. “ Kita takut dan merasa tak mampu untuk bersaing, apakah kita kurang pintar? Belum tentu, itu disebabkan karena karakter dan kreatifitas kita belum terbentuk secara maksimal. Disinilah peran penting dari para pendidik. Kita tidak hanya menghafal tentang teori tetapi kita sebagai pendidik harus bisa menghayati dari ilmu tersebut. supaya kita dapat memetakan apa yang ada disekitar kita untuk memecahkan masalah yang ada disekitar kita. Maka dari itu dibutuhkan inovasi dalam pedagogi bagi pendidik untuk membentuk karakter   peserta didik yang berkualitas dan mampu bersaing entah siapapun yang akan kita didik”, terang Emil. (D. Ummah_TIPS)

 

KEBEBASAN AKADEMIK

Pemateri Diskusi Ilmiah oleh Kajur TIPS, Ummu Sholikhah, M.Si

Pemateri Diskusi Ilmiah oleh Kajur TIPS, Ummu Sholikhah, M.Si

Forum Tertutup Diskusi Ilmiah di Gedung KH. Arief Mustakim IAIN Tulungagung yang diselenggarakan prodi tadris IPS kerjasama dengan HMJ tadris IPS dengan melibatkan unsur dosen dan mahasiswa
Salah satu kegiatan penting yang dapat membangun bangsa Indonesia adalah mendidik dan membina generasi muda yang kelakakan menjadi tumpuan serta harapan bangsa dan negara. Mahasiswa sebagai salah satu bagian dari generasi muda memiliki peranan yang sangat strategis dalam menentukan arah proses perjalanan bangsa ini kedepan menuju kemandirian dan kedewasaan. Salah satu usaha yang paling efektif dan efisien dalam menghadapi proses tersebut adalah menumbuh kembangkan inisiatif dan daya kreatifitas di kalangan para Mahasiswa.
Era globalisasi, telah menimbulkan suatu perubahan yang sangat dahsyat dalam berbagai aspek kehidupan manusia yang menuntut kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan memiliki tingkat ketebalan keimanan yang menjadi benteng untuk menghadapi persaingan global ini, sehingga penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta tebalnya iman menjadi syarat mutlak bagi setiap bangsa agar bangsa itu unggul dan memiliki kemampuan bersaing di dalam pergaulan regional maupun internasional.
Oleh karena itu, institusi pendidikan formal terlebih institusi bernuansa keislaman harus mampu menciptakan generasi yang mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya agar di era globalisasi yang sarat dengan perubahan moral yang berujung pada dekadensi moral itu tidak menjadi momok yang mengkhawatirkan akan tetapi menjadi sumber inspirasi bagi pembangunan bangsa dan negara.
Dunia akademik merupakan dunia yang potensial untuk melahirkan karya ilmiah yang berkualitas. Dunia akademik yang dimaksud bukan saja seorang dosen melainkan juga mahasiswa. Mahasiswa sebagai bagian dari lingkungan akademis tersebut diharapkan sangat mampu melakukan kegiatan menulis secara rutin, sehingga dapat melahirkan karya tulis, baik buku, jurnal, ataupun karya tulis ilmiah yang populer yaitu artikel. Tulisan-tulisan yang berisi ilmu pengetahuan tersebut akan menjadi simbol (media) pengembangan ilmu pengetahuan yang efektif bagi masyarakat daripada berbicara. Pada kenyataannya, sama halnya kegiatan membaca, kegiatan menulis dikalangan mahasiswa Indonesia belum membudaya.
Berbagai alasan dan hambatan dikemukakan oleh mahasiswa sehingga tidak melakukan kegiatan menulis. Tidak berbakat, kurang motivasi, tidak ada waktu, kurangnya referensi adalah bagian dari hambatan tersebut. Ironisnya terkadang mahasiswa masih bertanya apa yang dimaksud dengan karya ilmiah. Ketidakbiasaan menulis karya ilmiah memaksa mahasiswa yang mendapat tugas akademik akan memilih jalan pintas untuk menyalin karya orang lain. Konsep Plagiarism mulai terbangun sejak mahasiswa menginjakkan kaki di Perguruan Tinggi.
Dalam penulisan ilmiah selalu menggunakan daftar pustaka. Sumber pustaka ini perlu dikutip didalam kary a ilmiah tersebut dan kemudian agar tidak terjadi Plagiarism maka sumber yang dikutip selalu dicantumkan dalam daftar pustaka. Seorang peneliti akan membuat karya ilmiah menggunakan gaya tertentu yang disebut dengan gaya sitiran atau sitasi (citatition style). Saat ini situasi dapat dilakukan secara otomatis menggunakan software pengelola referensi dari yang berlayar sampai gratis untuk digunakan. Software pengelola referensi yang paling dikenal di Indonesia adalah aplikasi EndNote dan Mendeley. Mendeley mempunyai kelebihan dibandingkan EndNote karena dapat didownload secara gratis.
Keuntungan Mendeley sebagai software pengelola referensi ini sangat kompatibel dengan program pengolah kata Microsoft Word, Mac Word, dll. Mendeley sangat mudah dalam instalasi dan penggunaannya. Dapat membuat sitasi otomatis, membuat daftar sitasi otomatis, Dapat mengurutkan daftar pustaka sesuai urutan sitasi, dan masih banyak kelebihan lainnya. Software Mendeley ini seharusnya dipublikasikan melalui sosialisasi atau pun diskusi ilmiah oleh lembaga pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi. Sehingga kekliruan dalam membuat sitasi atau kutipan dan daftar pustaka dari karya orang lain bisa dikurangi serta tindakan plagiarisme yang sengaja maupun tidak sengaja dapat dihindari.

PERKUMPULAN PRODI PENDIDIKAN IPS INDONESIA: SIAP HADAPI ISU GLOBAL

seminar nasional banjarmasinSeminar nasional dan musyawarah nasional (Munas) I perkumpulan program studi pendidikan ips Indonesia telah dilaksanakan di hotel Aria Barito Banjarmasin. Acara ini diselenggarakan oleh Unversitas Lambung Mangkurat dengan Tema yang diusung adalah ”Penguatan Pendidikan Ips Dalam Menghadapi Isu-Isu Global”.

Seminar nasional dan musyawarah nasional dilaksanakan selama 2 hari tanggal 20-21 April 2018 yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) dari berbagai daerah se-Indonesia. Jum’at, 20 April 2018 pukul 08.00 WITA acara ini dimulai. Sebelum pembukaan, ditampilkan pagelaran seni khas Banjarmasin dari mahasiswa ULM untuk memperkenalkan budaya khas Banjarmasin kepada 300 peserta seminar. Selanjutnya adalah seminar nasional yang diisi oleh  3 narasumber diantaranya, prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed Dosen UPI, Prof. Dr. H. Bunyamin, M.Pd., MA Dosen UPI Bandung dan Prof. Dr. Suwarma Al Muchtar, SH., M.Pd. Setelah sholat jum’at tepatnya pukul 13.00 WITA dilanjutkan dengan mempresentasikan hasil karya tulis pemakalah. Kandidat dari TIPS IAIN Tulungagung adalah Ummu Sholihah, S,Pd., M.Si ketua jurusan tadris IPS dan Choiru Umatin, M.Pd Dosen Pendidikan Ekonomi Tadris IPS IAIN Tulungagung ikut andil sebagai pemakalah di acara  tersebut.

Hari kedua adalah musyawarah nasional APRIPSI yang diikuti oleh seluruh anggota MUNAS yaitu dosen pendidikan IPS se Indonesia. Adapun yang disampaikan tentang aspek keorganisasian APRIPSI, penyampaian pandangan umum Apripsi, pemilihan ketua umum dan anggota formatur dan pembagian divisi yang meliputi divisi organisasi, kurikulum, divisi penelitian, penulisan  jurnal dan buku, program kerja dan divisi pengabdian kepada masyarakat, divisi kerjasama dan luar negeri. Acara selanjutnya adalah pelantikan pengurus pusat APRIPSI yang mana ketua jurusan TIPS Ummu sholihah, s.pd., m.si dilantik sebagai sekretaris divisi kerjasama dan luar negeri dan Choiru Umatin, M.Pd dilantik sebagai editor jurnal internasional dan anggota divisi organisasi.

Ketua pelaksana seminar nasional dan musyawarah nasional I APRIPSI, Dr. Syaharudin, S.Pd., MA menyampaikan seminar dan munas I ini bertujuan membentuk perkumpulan prodi pendidikan IPS Indonesia secara hukum. Hal itu dianggap perlu karena menurut Ersa, Pendidikan IPS berguna bagi pembentukan karakter seseorang agar menjadi bangsa yang bersatu terhadap berbagai keresahan yang terjadi dimasyarakat seperti persoalan nasionalisme, kebersamaan, persatuan dan sebagainya.

Ketua prodi pendidikan IPS Ersis Warmansyah Abbas Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini menuturkan gagasan tersebut untuk rancangan kedepan dalam menghadapi system global saat ini, karena pendidikan IPS ditantang mampu membangun masyarakat yang memiliki kecerdasan social untuk membangun budaya dan peradaban bangsa berdasarkan pancasila dan Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. “bagaimanapun kita tidak bisa hilang dari system global, bukan hanya sekedar banjar saja atau Indonesia saja. Banjar dan Indonesia itu hanyalah identitas, tetapi kita adalah masyarakat dunia.

Jadi kedepannya pendidikan ips itu bukan pendidikan yang parsial, tetapi pendidikan yang mengglobal” tutur ketua program studi IPS ulm SERAYA MENEGASKAN acara seminar  dan munas 1 tersebut tidak ada hubungannya dengan politik. Choiru Umatin_TIPSIAINTA

Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial mengadakan Diskusi Ilmiah dengan tema “Penggunaan Aplikasi Mendeley Dalam Pembuatan Karya Ilmiah”

mendelayTulungagung – Senin, 9 April 2018 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial menggelar diskusi ilmiah untuk mahasiswa berbagai jurusan dan umum. Mulai dari jurusan tadris IPS, tadris matematika, Tadris Fisika, PIAUD, dan guru sekolah. Agenda ini dilaksanakan di lantai 6 gedung Arif Mustaqiem mulai pukul 08,00 sampai pukul 12.00. Acara tersebut mengusung tema “karya tulis ilmiah dengan aplikasi mendeley”
Acara ini dibuka langsung oleh Dr. Muniri, M.Pd selaku wakil dekan 3 FTIK IAIN Tulungagung. Beliau menyampaikan sambutannya dihadapan 220 peserta bahwa dengan berbagai aktivitas dan program tadris IPS semoga kedepan Tadris IPS semakin maju dan siap berkarya diberbagai bidang keilmuan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi ilmiah oleh dua narasumber ahli. Narasumber pertama adalah Ibu Ummu Sholihah, S.Pd., M.Si Ketua Jurusan Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung. Beliau menyampaikan tentang “pengantar awal berupa definisi dari karya ilmiah itu sendiri, selain itu juga dijelaskan kaitannya dengan klasifikasi karangan, prinsip-prinsip umum penulisan sebuah karya ilmiah, ciri-ciri karya ilmiah, tujuan pembuatan karangan ilmiah itu sendiri, jenis-jenis karya ilmiah dan yang terakhir proses menulis karya ilmiah”. Beliau menggaris bawahi tentang pentingnya karya ilmiah bagi mahasiswa sejak dini.

Narasumber kedua adalah Beni Asyhar, S.Si., M.Pd. dosen Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung menyampaikan mengenai “pengantar awal kaitannya dengan aplikasi mendeley sendiri, dimana mendeley adalah sebuah perangkat lunak yang diilhami oleh sebuah upaya untuk mengintegrasikan “cititation dan reference manager” kedalam sebuah jejaring sosial. Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa mendeley dapat diaplikasikan pada MS Windows, dapat menampilkan metadata dari sebuah file PDF secara otomatis, dapat membackup dan sinkronisasi data dari beberapa komputer dengan akun online, smart filtering dan tagging, impor dokumen dari makalah penelitian dari situs-situs eksternal, fitur jejaring sosial, iPhone maupun iPad app”.
Peserta diskusi ilmiah sangat antusias dalam mengikuti acara dari awal hingga akhir. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang hadir dari berbagai jurusan di IAIN Tulungagung. Acara inipun juga dimeriahkan dengan menampilkan grup sholawat jauharul qalbi tadris ilmu pengetahuan sosial yang diikuti oleh mahasiswa jurusan tadris IPS. selain itu ketika ada pergantian narasumber, panitia siap dengan lantunan lagu lagu yang dibawakan oleh dosen dan mahasiswa tadris IPS sehingga acara selalu Nampak hidup dan mengalir.

Ketua Pelaksana diskusi ilmiah, Eki Kurnia Shandy, mengungkapkan bahwa acara ini adalah inisiatif ketua jurusan dan himpunan mahasiswa jurusan tadris IPS mengingat minimnya karya ilmiah mahasiswa sedangkan mahasiswa dituntut sebagai agent of change dan agent of development.
Argument tentang aplikasi mendeley, saat ini sitasi dapat dilakukan secara otomatis menggunakan software pengelola referensi dari yang berlayar sampai yang gratis untuk digunakan. Software pengelola referensi yang paling dikenal di Indonesia adalah aplikasi EndNote dan Mendeley. Mendeley mempunyai kelebihan dibandingkan EndNote karena dapat di download secara gratis. Kentungan mendeley sebagai software pengelola referensi ini sangat kompatibel dengan program pengolah kata Microsoft Word, Mac Word, dll. Mendeley sangat mudah dalam instansi dan penggunaannya. Dapat membuat sitasi otomatis, membuat daftar sitasi otomatis, dapat mengurutkan daftar pustaka sesuai urutan sitasi, dan masih banyak kelebihan yang lainnya. Software mendeley ini seharusnya dipublikasikan melalui sosialisasi ataupun diskusi ilmiah oleh lembaga pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi. Sehingga kekeliruan dalam membuat sitasi atau kutipan dan daftar pustaka dari karya orang lain bisa dikurangi serta tindakan plagiarisme yang sengaja maupun tidak sengaja dapat dihindari.

Berdasarkan argumen tersebut, Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial muncul ide untuk mendatangkan ahli aplikasi mendeley yang memaparkan secara konseptual dan juga praktik. Peserta yang hadir diwajibkan membawa laptop untuk memperlancar proses pemahaman. Acara ini mengharapkan nantinya mahasiswa tidak ragu ragu lagi dan termotivasi dalam membuat karya ilmiah setelah memperoleh ilmu dalam diskusi ilmiah ini. (Eki Kurnia Shandy_TIPS)

Diskusi Dosen Aplikasi Arcgis

ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI Pada tahun 2000. Produk Utama Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop, dimana arcgis desktop merupakan software GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen yaitu : ArcView(komponen yang focus ke penggunaan data yang komprehensif, pemetaan dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data spasial) dan ArcInfo (lebih lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk keperluan analisi geoprosesing)

Materi diskusi dapat di download => PENGGUNAAN ArcGIS

Undang Narasumber dari Jepang, FTIK Gelar Studium Generale dan Launching Pusat Studi

48fb4d56e60d4159370bbc81a462027e

Tulungagung –Rabusiang (28/03/2018) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Tulungagung menggelar studium generale untuk mahasiswa Tadris Biologi, Tadris Fisika, Tadris Kimia dan Tadris Matematika.

Studium General yang digelar di Aula Lantai 6 Gedung KH Arief Mustaqiem tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Tatsuya Ueki dari Departmen of Biological Science, Graduate School of Science, Hiroshima University, Hiroshima, Japan dan Romaidi, Kegua Jurusan Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Di hadapan kurang lebih 650 peserta, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan apresiasi positif atas bisa terlaksananya kegiatan tersebut. Apalagi berhasil mendatangkan narasumber dari Jepang yang notabene merupakan salah satu negara yang menjadi barometer ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia.

Rektor berharap, setelah kegiatan tersebut dapat diteruskan MoU dengan Hiroshima University sehingga dapat dibangun fasilitas Laboratorium untuk masyarakat pesisir selatan pulau Jawa khususnya IAIN Tulungagung dengan tujuan pengembangan ilmu pengetahuan untuk peradaban.

“Banyak pendapat bahwa di kawasan Indonesia yang sebagian besar adalah laut, terdapat banyuk potensi yang bisa dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat Indonesia, dan salah satunya adalah kawasan pesisir selatan. Jadi penting jika ada kerjasama yang baik antara IAIN Tulungagung dengan Hiroshima University dalam melakukan riset di kawasan tersebut”, kata Rektor.

Sebagai narasumber pertama, Tatsuya Ueki dalam pemaparannya menyampaikan materi yang bertopik Its Unique Physiological Features and The Biotechnological and Biometic Aplication.

f6b42e2c9fa2b8dbd0532b62c29aa064

Dalam pemaparannya Ueki meyebut bahwa penelitian terhadap ascidians yang merupakan hewan laut dari filum chordata dan sub filum urochordata dilakukan oleh beliau selama 25 tahun. Ascidiansmerupakan hewan kecil yang mampu bertahan hidup di lingkungan dengan kandungan logam berat. Ascidians mampu merubah logam berat toksin menjadi antitoksin karena memiliki protein yang mampu yang mampu menangkap logam berat yang disebut dengan vanadin.

Sebagai langkah lanjut dalam hasil penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk meneliti. “Dari protein yang terdapat pada Ascadian tersebut dapat digunakan untuk membuat apa? Marilah kita ingat kembali bahwa banyak produk teknologi yang ada, misalnya kereta api yang merupakan inspirasi dari burung, pesawat terbang juga inspirasi dari burung dan sebagainya. Perlu kita ketahui bahwa banyak inspirasi teknologi yang kita buat berasal dari alam”, kata Ueki

Launching Pusat Studi & Pengembangan Pendidikan

Bersamaan dengan digelarnya studium generale tersebut, FTIK juga me-launching Pusat Studi & Pengembangan Pendidikan atau Research and Education Development Centeryang kemudian disebut dengan RED-C. Peresmian pusat kajian ini dilakukan sebelum dilaksanakan studium generale yang mana ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin.

Pusat Studi dan Pengembangan Pendidikan (Research and Education Development Center) atau yang dikenal dengan nama RED-C, secara resmi dideklarasikan sebagai lembaga yang berada di luar struktur Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung, yang melayani kajian, pengembangan, penelitian dan publikasi di bidang pendidikan dan terapan.

MenurutDirektur RED-C, Sutopo, bahwa RED-Cmempunyai visi “sebagai rujukan dalam kajian, penelitian dan pengembangan pendidikan di Indonesia”. Adapun misi yang dijalankan oleh RED-C adalah: (1) Melakukan pelatihan yang berkaitan dengan pendidikan dan teknologi terapan, (2) Melakukan pengembangan yang terkait dengan produk-produk pendidikan dan teknologi terapan, (3) Menyelenggarakan penelitian pendidikan, terapan, dan pengembangan kelembagaan, (4) Menyebarkan gagasan yang berkaitan dengan pelatihan, penelitian dan pengembangan pendidikan, terapan dan kelembagaan melalui penerbitan publikasi dan dokumentasi, (5) Mengembangkan forum ilmiah dan diskusi-diskusi ilmiah dalam perspektif pendidikan dan teknologi terapan, serta (6) Membangun jejaring untuk mewujudkan penguatan pendidikan dan teknologi terapan.

RED-C yang dipandegani seorang direktur memiliki dua divisi yaitu (1) Divisi pelatihan dan pengembangan, serta (2) Divisi riset dan publikasi. Bidang kajian yang dikelola oleh RED-C meliputi Pendidikan Islam, Sains dan Teknologi, serta Sosial Humaniora. RED-C dengan rencana program kerja sampai tahun 2029 diharapkan menjadi pusat rujukan dalam pelatihan, pengembangan, penelitian dan publikasi baik skala nasional dan internasional. Lahirnya RED-C menjadi eksistensi IAIN sebagai kampus dakwah dan peradaban di bidang pendidikan dan terapan.

Cr : http://www.iain-tulungagung.ac.id/berita/925-undang-narasumber-dan-jepang-ftik-gelar-studium-generale-dan-launching-pusat-studi

Diskusi Ilmiah Dosen Persiapan Kuliah Kerja Lapangan

IMG-20190427-WA0009

Diskusi ini membahas perencanaan kegiatan kuliah lapangan tadris ips 2018 di Yogyakarta. Kegiatan pembekalan KKL berlangsung selama 1 hari yang ditujukan untuk Mahasiswa dan Dosen. Namun dilakukan rapat intern sesama dosen tadris IPS, berkaitan dengan tugas pendampingan untuk materi dan kegiataan saat observasi dilapangan. Diskusi ilmiah dilakukan untuk tujuan khusunya mahasiswa dalam persiapan sebelum melaksanakan observasi. Pemateri disampaikan oleh dosen tadris IPS Bapak Anggoro Putranto yang memberikan sedikit pemaparan mengenai kondisi geografis studi lapangan di kawasan Kecamatan Parangtritis, Keraton Yogyakarta dan kawasan Merapi. Selain itu juga disampaikan mengenai teknik obsevasi data di lapangan, analisis data dan laporan hasil.
Rapat Pembekalan KKL untuk Dosen berlangsung pada Hari Jumat, tanggal 14 Maret 2018 dan rencana koordinasi pembekalan KKL untuk Mahasiswa berlangsung pada Hari Kamis, tanggal 13 Maret 2018. Selanjutnya pembekalan KKL untuk Mahasiswa dihadiri oleh 47 orang mahasiswa, dan juga pimpinan Fakultas.