Home » KEGIATAN ILMIAH » Diskusi Ilmiah Dosen

Category Archives: Diskusi Ilmiah Dosen

Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial mengadakan Diskusi Ilmiah dengan tema “Penggunaan Aplikasi Mendeley Dalam Pembuatan Karya Ilmiah”

mendelayTulungagung – Senin, 9 April 2018 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial menggelar diskusi ilmiah untuk mahasiswa berbagai jurusan dan umum. Mulai dari jurusan tadris IPS, tadris matematika, Tadris Fisika, PIAUD, dan guru sekolah. Agenda ini dilaksanakan di lantai 6 gedung Arif Mustaqiem mulai pukul 08,00 sampai pukul 12.00. Acara tersebut mengusung tema “karya tulis ilmiah dengan aplikasi mendeley”
Acara ini dibuka langsung oleh Dr. Muniri, M.Pd selaku wakil dekan 3 FTIK IAIN Tulungagung. Beliau menyampaikan sambutannya dihadapan 220 peserta bahwa dengan berbagai aktivitas dan program tadris IPS semoga kedepan Tadris IPS semakin maju dan siap berkarya diberbagai bidang keilmuan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi ilmiah oleh dua narasumber ahli. Narasumber pertama adalah Ibu Ummu Sholihah, S.Pd., M.Si Ketua Jurusan Tadris IPS Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung. Beliau menyampaikan tentang “pengantar awal berupa definisi dari karya ilmiah itu sendiri, selain itu juga dijelaskan kaitannya dengan klasifikasi karangan, prinsip-prinsip umum penulisan sebuah karya ilmiah, ciri-ciri karya ilmiah, tujuan pembuatan karangan ilmiah itu sendiri, jenis-jenis karya ilmiah dan yang terakhir proses menulis karya ilmiah”. Beliau menggaris bawahi tentang pentingnya karya ilmiah bagi mahasiswa sejak dini.

Narasumber kedua adalah Beni Asyhar, S.Si., M.Pd. dosen Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung menyampaikan mengenai “pengantar awal kaitannya dengan aplikasi mendeley sendiri, dimana mendeley adalah sebuah perangkat lunak yang diilhami oleh sebuah upaya untuk mengintegrasikan “cititation dan reference manager” kedalam sebuah jejaring sosial. Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa mendeley dapat diaplikasikan pada MS Windows, dapat menampilkan metadata dari sebuah file PDF secara otomatis, dapat membackup dan sinkronisasi data dari beberapa komputer dengan akun online, smart filtering dan tagging, impor dokumen dari makalah penelitian dari situs-situs eksternal, fitur jejaring sosial, iPhone maupun iPad app”.
Peserta diskusi ilmiah sangat antusias dalam mengikuti acara dari awal hingga akhir. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah peserta yang hadir dari berbagai jurusan di IAIN Tulungagung. Acara inipun juga dimeriahkan dengan menampilkan grup sholawat jauharul qalbi tadris ilmu pengetahuan sosial yang diikuti oleh mahasiswa jurusan tadris IPS. selain itu ketika ada pergantian narasumber, panitia siap dengan lantunan lagu lagu yang dibawakan oleh dosen dan mahasiswa tadris IPS sehingga acara selalu Nampak hidup dan mengalir.

Ketua Pelaksana diskusi ilmiah, Eki Kurnia Shandy, mengungkapkan bahwa acara ini adalah inisiatif ketua jurusan dan himpunan mahasiswa jurusan tadris IPS mengingat minimnya karya ilmiah mahasiswa sedangkan mahasiswa dituntut sebagai agent of change dan agent of development.
Argument tentang aplikasi mendeley, saat ini sitasi dapat dilakukan secara otomatis menggunakan software pengelola referensi dari yang berlayar sampai yang gratis untuk digunakan. Software pengelola referensi yang paling dikenal di Indonesia adalah aplikasi EndNote dan Mendeley. Mendeley mempunyai kelebihan dibandingkan EndNote karena dapat di download secara gratis. Kentungan mendeley sebagai software pengelola referensi ini sangat kompatibel dengan program pengolah kata Microsoft Word, Mac Word, dll. Mendeley sangat mudah dalam instansi dan penggunaannya. Dapat membuat sitasi otomatis, membuat daftar sitasi otomatis, dapat mengurutkan daftar pustaka sesuai urutan sitasi, dan masih banyak kelebihan yang lainnya. Software mendeley ini seharusnya dipublikasikan melalui sosialisasi ataupun diskusi ilmiah oleh lembaga pendidikan sekolah maupun perguruan tinggi. Sehingga kekeliruan dalam membuat sitasi atau kutipan dan daftar pustaka dari karya orang lain bisa dikurangi serta tindakan plagiarisme yang sengaja maupun tidak sengaja dapat dihindari.

Berdasarkan argumen tersebut, Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial muncul ide untuk mendatangkan ahli aplikasi mendeley yang memaparkan secara konseptual dan juga praktik. Peserta yang hadir diwajibkan membawa laptop untuk memperlancar proses pemahaman. Acara ini mengharapkan nantinya mahasiswa tidak ragu ragu lagi dan termotivasi dalam membuat karya ilmiah setelah memperoleh ilmu dalam diskusi ilmiah ini. (Eki Kurnia Shandy_TIPS)

Diskusi Dosen Aplikasi Arcgis

ArcGIS adalah salah satu software yang dikembangkan oleh ESRI (Environment Science & Research Institue) yang merupakan kompilasi fungsi-fungsi dari berbagai macam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web. Software ini mulai dirilis oleh ESRI Pada tahun 2000. Produk Utama Dari ARCGIS adalah ARCGIS desktop, dimana arcgis desktop merupakan software GIS professional yang komprehensif dan dikelompokkan atas tiga komponen yaitu : ArcView(komponen yang focus ke penggunaan data yang komprehensif, pemetaan dan analisis), ArcEditor (lebih fokus ke arah editing data spasial) dan ArcInfo (lebih lengkap dalam menyajikan fungsi-fungsi GIS termasuk untuk keperluan analisi geoprosesing)

Materi diskusi dapat di download => PENGGUNAAN ArcGIS

Undang Narasumber dari Jepang, FTIK Gelar Studium Generale dan Launching Pusat Studi

48fb4d56e60d4159370bbc81a462027e

Tulungagung –Rabusiang (28/03/2018) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Tulungagung menggelar studium generale untuk mahasiswa Tadris Biologi, Tadris Fisika, Tadris Kimia dan Tadris Matematika.

Studium General yang digelar di Aula Lantai 6 Gedung KH Arief Mustaqiem tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu Tatsuya Ueki dari Departmen of Biological Science, Graduate School of Science, Hiroshima University, Hiroshima, Japan dan Romaidi, Kegua Jurusan Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Di hadapan kurang lebih 650 peserta, Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan apresiasi positif atas bisa terlaksananya kegiatan tersebut. Apalagi berhasil mendatangkan narasumber dari Jepang yang notabene merupakan salah satu negara yang menjadi barometer ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia.

Rektor berharap, setelah kegiatan tersebut dapat diteruskan MoU dengan Hiroshima University sehingga dapat dibangun fasilitas Laboratorium untuk masyarakat pesisir selatan pulau Jawa khususnya IAIN Tulungagung dengan tujuan pengembangan ilmu pengetahuan untuk peradaban.

“Banyak pendapat bahwa di kawasan Indonesia yang sebagian besar adalah laut, terdapat banyuk potensi yang bisa dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat Indonesia, dan salah satunya adalah kawasan pesisir selatan. Jadi penting jika ada kerjasama yang baik antara IAIN Tulungagung dengan Hiroshima University dalam melakukan riset di kawasan tersebut”, kata Rektor.

Sebagai narasumber pertama, Tatsuya Ueki dalam pemaparannya menyampaikan materi yang bertopik Its Unique Physiological Features and The Biotechnological and Biometic Aplication.

f6b42e2c9fa2b8dbd0532b62c29aa064

Dalam pemaparannya Ueki meyebut bahwa penelitian terhadap ascidians yang merupakan hewan laut dari filum chordata dan sub filum urochordata dilakukan oleh beliau selama 25 tahun. Ascidiansmerupakan hewan kecil yang mampu bertahan hidup di lingkungan dengan kandungan logam berat. Ascidians mampu merubah logam berat toksin menjadi antitoksin karena memiliki protein yang mampu yang mampu menangkap logam berat yang disebut dengan vanadin.

Sebagai langkah lanjut dalam hasil penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk meneliti. “Dari protein yang terdapat pada Ascadian tersebut dapat digunakan untuk membuat apa? Marilah kita ingat kembali bahwa banyak produk teknologi yang ada, misalnya kereta api yang merupakan inspirasi dari burung, pesawat terbang juga inspirasi dari burung dan sebagainya. Perlu kita ketahui bahwa banyak inspirasi teknologi yang kita buat berasal dari alam”, kata Ueki

Launching Pusat Studi & Pengembangan Pendidikan

Bersamaan dengan digelarnya studium generale tersebut, FTIK juga me-launching Pusat Studi & Pengembangan Pendidikan atau Research and Education Development Centeryang kemudian disebut dengan RED-C. Peresmian pusat kajian ini dilakukan sebelum dilaksanakan studium generale yang mana ditandai dengan pemukulan gong oleh Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin.

Pusat Studi dan Pengembangan Pendidikan (Research and Education Development Center) atau yang dikenal dengan nama RED-C, secara resmi dideklarasikan sebagai lembaga yang berada di luar struktur Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung, yang melayani kajian, pengembangan, penelitian dan publikasi di bidang pendidikan dan terapan.

MenurutDirektur RED-C, Sutopo, bahwa RED-Cmempunyai visi “sebagai rujukan dalam kajian, penelitian dan pengembangan pendidikan di Indonesia”. Adapun misi yang dijalankan oleh RED-C adalah: (1) Melakukan pelatihan yang berkaitan dengan pendidikan dan teknologi terapan, (2) Melakukan pengembangan yang terkait dengan produk-produk pendidikan dan teknologi terapan, (3) Menyelenggarakan penelitian pendidikan, terapan, dan pengembangan kelembagaan, (4) Menyebarkan gagasan yang berkaitan dengan pelatihan, penelitian dan pengembangan pendidikan, terapan dan kelembagaan melalui penerbitan publikasi dan dokumentasi, (5) Mengembangkan forum ilmiah dan diskusi-diskusi ilmiah dalam perspektif pendidikan dan teknologi terapan, serta (6) Membangun jejaring untuk mewujudkan penguatan pendidikan dan teknologi terapan.

RED-C yang dipandegani seorang direktur memiliki dua divisi yaitu (1) Divisi pelatihan dan pengembangan, serta (2) Divisi riset dan publikasi. Bidang kajian yang dikelola oleh RED-C meliputi Pendidikan Islam, Sains dan Teknologi, serta Sosial Humaniora. RED-C dengan rencana program kerja sampai tahun 2029 diharapkan menjadi pusat rujukan dalam pelatihan, pengembangan, penelitian dan publikasi baik skala nasional dan internasional. Lahirnya RED-C menjadi eksistensi IAIN sebagai kampus dakwah dan peradaban di bidang pendidikan dan terapan.

Cr : http://www.iain-tulungagung.ac.id/berita/925-undang-narasumber-dan-jepang-ftik-gelar-studium-generale-dan-launching-pusat-studi

Diskusi Ilmiah Dosen Persiapan Kuliah Kerja Lapangan

IMG-20190427-WA0009

Diskusi ini membahas perencanaan kegiatan kuliah lapangan tadris ips 2018 di Yogyakarta. Kegiatan pembekalan KKL berlangsung selama 1 hari yang ditujukan untuk Mahasiswa dan Dosen. Namun dilakukan rapat intern sesama dosen tadris IPS, berkaitan dengan tugas pendampingan untuk materi dan kegiataan saat observasi dilapangan. Diskusi ilmiah dilakukan untuk tujuan khusunya mahasiswa dalam persiapan sebelum melaksanakan observasi. Pemateri disampaikan oleh dosen tadris IPS Bapak Anggoro Putranto yang memberikan sedikit pemaparan mengenai kondisi geografis studi lapangan di kawasan Kecamatan Parangtritis, Keraton Yogyakarta dan kawasan Merapi. Selain itu juga disampaikan mengenai teknik obsevasi data di lapangan, analisis data dan laporan hasil.
Rapat Pembekalan KKL untuk Dosen berlangsung pada Hari Jumat, tanggal 14 Maret 2018 dan rencana koordinasi pembekalan KKL untuk Mahasiswa berlangsung pada Hari Kamis, tanggal 13 Maret 2018. Selanjutnya pembekalan KKL untuk Mahasiswa dihadiri oleh 47 orang mahasiswa, dan juga pimpinan Fakultas.