Home » KEGIATAN ILMIAH » Seminar Nasional

Category Archives: Seminar Nasional

Seminar Nasional – Olimpiade IPS SMP/sederajat se-Karisidenan Kediri

Seminar Nasional bertemakan revolusi industri 4.0

Seminar Nasional bertemakan revolusi industri 4.0

Salah satu kegiatan penting yang dapat membagun bangsa Indonesia adalah mendidik dan membina generasi muda yang kelakakan menjadi tumpuan serta harapan bangsa dan negara. Mahasiswa sebagai salah satu bagian dari generasi muda memiliki peranan yang sangat strategis dalam menentukan arah proses perjalanan Bangsa ini kedepan menuju kemandirian dan kedewasaan. Salah satu usaha yang paling efektif dan efisien dalam menghadapi proses tersebut adalah menumbuh kembangkan inisiatif dan daya kreatifitas di kalangan para Mahasiswa. Era Globalisasi, telah menimbulkan suatu perubahan yang sangatdahsyatdalamberbagai aspek kehidupan Manusia yang menuntut kualitas Sumber Daya Manusia yang handal dan memiliki tingkat ketebalan keimanan yang menjadi benteng untuk menghadapi persaingan global ini, sehingga penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta tebalnya iman menjadi syarat mutlak bagi setiap Bangsa agar Bangsa itu unggul dan memiliki kemampuan bersaing di dalam pergaulan regional maupuninternasional. Oleh karena itu, institusi Pendidikan formal terlebih institusi bernuansa keislaman harus mampu menciptakan generasi yang mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya agar di era globalisasi yang sarat dengan perubahan moral yang berujung pada dekadensi moral itu tidak menjadi momok yang mengkhawatirkan akan tetapi menjadi sumber inspirasi bagi  Pembangunan Bangsadan Negara.

Olimpiade Ips SMP/Mts se Karisidenan Kediri

Olimpiade Ips SMP/Mts se Karisidenan Kediri

Bangsa indonesia yang terdiri dari beragam suku dan ras, memiliki budaya, bahasa, nilai, dan suku atau keyakinan yang berbeda-beda. Dalam keanekaragaman ini, upaya membangun budaya bangsa Indonsia diperlukan semangat multikultural, kerjasama yang saling membantu, saling menghargai menerima perbedaan dan mengakuinya. Sikap saling menerima dan menghargai ini akan cepat berkembang bila dilatih dan di didik dimulai pada usia muda agar dapat menghasilkan generasi muda yang menghargai perbedaan. Melalui berbagai kegiatan positif seperti kegiatan Olimpiade yang diharapkan dapat menjadi motivator untuk mencari dan meningkatkan mutu, kreativitas ilmiah, serta kualitas daya nalar siswa dalam mempersiapkan dan menjawab berbagai tantangan ilmuan, sehingga munculah siswa siswi unggulan, yang memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman. Kegiatan berbasis islam dan pengembangan potensi Mahasiswa ini, diharapkan generasi muda khususnya para mahasiswa dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya dan mampu menyalurkan bakat dan minatnya serta menumbuh kembangkan daya kreasi dan inovasi serta pengetahuan dalam berorganisasi sehingga mereka memiliki kompetensi yang unggul dan benteng Nasionalisme yang kokoh. Menyikapi hal tersebut, sebagai mahasiswa Islam yang peduli dengan peran penting generasi muda akan moralitas dan pengembangan potensi, maka dari itu Himpunan Mahasiswa Jurusan TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL IAIN Tulungagung menyelenggarakan kegiatan  SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN OLIMPIADE IPS dengan tema“Pendidikan Multikultural untuk Mewujudkan Generasi yang Berjiwa Sosial dan Peduli Terhadap Budaya Bangsa di Era Revolusi Industri 4.O”. (nfl)

SEMINAR NASIONAL “EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL”

arumiHimpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menggelar Seminar Nasional. Tema yang diusung adalah ”Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal”. Acara ini dilaksanakan di lantai 6 Gedung KH. Saifuddin Zuhri IAIN Tulungagung.

Pada pukul 10.20 WIB acara ini dimulai. Sebelum pembukaan, ditampilkan pagelaran seni karawitan dari mahasiswa PIAUD untuk memperkenalkan budaya khas Tulungagung kepada 300 peserta seminar. Dalam seminar tersebut dihadiri para pejabat dilingkungan FTIK baik itu Dekan, Wakil Dekan dan Para Ketua Jurusan. Menambah semaraknya acara seminar nasional tersebut, Rektor IAIN Tulungagung oleh Dr. Maftukhin, M.Pd.I turut serta dalam membuka acara tersebut.

Seminar yang bertujuan menumbuh kembangkan ekonomi kreatif tidak bisa lepas dari budaya setempat. Budaya yang didalamnya terdapat kearifan lokal yang memiliki nilai dan karakteristik daerahnya. Nilai dan karaktersitik ini diterjemahkan kedalam bentuk produk kreatif.Sehingga perlu adanya wawasan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.Ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal ialah ekonomi yang dimulai dari masyarakat, oleh, dan untuk masyarakat itu sendiri. Ekonomi yang ada dari mulai bahan baku, pekerja, sampai manfaatnya dirasakan sendiri oleh masyarakatnya.” tutur Arumi Bachsin sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan owner Batik Arumi Kabupaten Trenggalek.

Arumi menyampaikan bahwa penting untuk menekankan tumbuhnya jiwa wirausaha dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM ) sebagai peningkatan potensi ekonomi daerah. Arumi juga menambahkan, “Untuk membantu ekonomi desa, ekonomi kabupaten atau secara luas lagi ekonomi Indonesia, memang harus dari UMKM, memang harus dari seluruh pihak harus bergandengan tangan membangun diri mereka sendiri karena kita tidak harus terus menerus dijejali dengan budaya konsumtif.”

Kreativitas produk masyarakat UMKM ditampung dalam Dekranasda. Produk tersebut dipasarkan secara online dibawah naungan DekranasdaSebelumnya, mereka mendapatkan pelatihan sampai mampu membangun UMKM sendiri. Dekranasda hadir karena keputusan pada tanggal 3 Maret 1980. Pada dasarnya dekranasda  dibentuk karena kekhawatiran berkurangnya pengrajin atau pengusaha yang memproduksi budaya lokal.

“Potensi industri kreatif dalam sektor ekonomi kreatif ke depannya akan tetap menjadi sebuah alternatif  penting  dalam  meningkatkan kontribusi dibidang ekonomi dan bisnis, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, media  komunikasi, menumbuhkan inovasi dan kreativitas, dan menguatkan identitas suatu daerah (city branding). Selain itu Budaya harus menjadi basis pengembangannya.Dalam kebudayaan lokal ada yang disebut dengan kearifan lokal yang menjadi nilai-nilai bermakna,antara lain, diterjemahkan ke dalam bentuk fisik berupa produk kreatif daerah setempat. Ekonomi kreatif tidak bisa dilihat dalam konteks ekonomi saja, tetapi juga dimensi budaya. Ide-ide  kreatif yang muncul adalah produk budaya. Karenanya,strategi kebudayaan sangat menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif.” tutur Bapak Sutopo selaku Ketua Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial.

Berdasarkan pendapat tersebut, muncul keinginanJurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial mendatangkan Ketua Dekranasda sekaligus owner batik Arumi Trenggalek untuk bisa sharing ilmu dan pengalamannya di IAIN Tulungagung. Kegiatan ini juga sebagai salah satu penguatan matakuliah kewirausahaan khususnya bagi mahasiswa IPS umumnya bagi jurusan lain yang menempuh matakuliah kewirausahaan. (D. Ummah_TIPS)

SEMINAR NASIONAL “Peran Pendidikan IPS dalam Mewujudkan Nilai Karakter Bangsa yang Berbudaya”

emil 2Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam (IAIN) Tulungagung  mengadakan Seminar Nasional. Tema yang diusung adalah Peran Pendidikan IPS dalam Mewujudkan Nilai Karakter Bangsa yang Berbudaya. Acara dilaksanakan di Swaloh Hill Resort, Wonorejo Tulungagung.

Acara pembukaan dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka langsung oleh Maftukhin selaku Rektor IAIN Tulungagung. Sebelum pembukaan, untuk memeriahkan sekaligus memperkenalkan budaya Tulungagung kepada peserta seminar, juga menampilkan ikon kesenian Tulungagung yakni Reog Kendang.

Seminar nasional ini merupakan rangkaian acara dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dari Aliansi Mahasiswa IPS Seluruh Indonesia (Almabipsi). Untuk tahun ini (2017, red) IAIN Tulungagung diamanati untuk menjadi tuan rumah dari agenda Rakernas.

“Pada awalnya kami hanya ingin mengadakan agenda Rakernas, tetapi kami mendapat masukan dari Ketua Jurusan (Kajur) Tadris IPS untuk mengadakan acara Seminar Nasional. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami menyepakati mengadakan Seminar Nasional dalam agenda Rakernas ini”, Harun, ketua umum  HMJ IPS, menceritakan latar belakang mengadakan Seminar Nasional.

Seminar yang diadakan oleh HMJ IPS menghadirkan Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek periode 2016/2021. “Kami menghadirkan Emil Dardak karena kami merasa beliau adalah orang yang tepat untuk mengisi acara seminar ini. Selain itu kami juga berusaha menarik minat dari peserta khususnya yang dari trenggalek, melihat banyaknya mahasiswa iain tulungagung yang berasal dari trenggalek”, ujar Harun.

emil 1

Selain dari mahasiswa IAIN Tulungagung, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari kampus luar Tulungagung. Turut hadir dalam agenda seminar ini yaitu dari (Universitas Islam Negeri) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, IAIN Syekh Nur Jati Cirebon dan masih banyak lagi perguruan tinggi lain. Kurang lebih ada 14 perguruan tinggi yang hadir dan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pendidikan IPS Seluruh Indonesia (Almabipsi).

“Agenda kali ini,” tambah harun, “jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan awal, dimana kami memperkirakan jumlah peserta yang hadir adalah 300 peserta, ternyata jumah peserta yang hadir sejumlah kurang lebih 470 orang peserta. Selain dari mahasiswa peserta yang hadir dalam seminar ini terdiri dari  beberapa guru Sekolah Dasar (SD) dari Trenggalek dan kepala sekolah dari daerah Tulungagung.”

Dalam penyampaiannya, Emil menekankan pentingnya peran dari para pendidik IPS untuk mewujudkan masyarakat yang berkarakter dan mampu bersaing. “ Kita takut dan merasa tak mampu untuk bersaing, apakah kita kurang pintar? Belum tentu, itu disebabkan karena karakter dan kreatifitas kita belum terbentuk secara maksimal. Disinilah peran penting dari para pendidik. Kita tidak hanya menghafal tentang teori tetapi kita sebagai pendidik harus bisa menghayati dari ilmu tersebut. supaya kita dapat memetakan apa yang ada disekitar kita untuk memecahkan masalah yang ada disekitar kita. Maka dari itu dibutuhkan inovasi dalam pedagogi bagi pendidik untuk membentuk karakter   peserta didik yang berkualitas dan mampu bersaing entah siapapun yang akan kita didik”, terang Emil. (D. Ummah_TIPS)

 

PERKUMPULAN PRODI PENDIDIKAN IPS INDONESIA: SIAP HADAPI ISU GLOBAL

seminar nasional banjarmasinSeminar nasional dan musyawarah nasional (Munas) I perkumpulan program studi pendidikan ips Indonesia telah dilaksanakan di hotel Aria Barito Banjarmasin. Acara ini diselenggarakan oleh Unversitas Lambung Mangkurat dengan Tema yang diusung adalah ”Penguatan Pendidikan Ips Dalam Menghadapi Isu-Isu Global”.

Seminar nasional dan musyawarah nasional dilaksanakan selama 2 hari tanggal 20-21 April 2018 yang dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) dari berbagai daerah se-Indonesia. Jum’at, 20 April 2018 pukul 08.00 WITA acara ini dimulai. Sebelum pembukaan, ditampilkan pagelaran seni khas Banjarmasin dari mahasiswa ULM untuk memperkenalkan budaya khas Banjarmasin kepada 300 peserta seminar. Selanjutnya adalah seminar nasional yang diisi oleh  3 narasumber diantaranya, prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed Dosen UPI, Prof. Dr. H. Bunyamin, M.Pd., MA Dosen UPI Bandung dan Prof. Dr. Suwarma Al Muchtar, SH., M.Pd. Setelah sholat jum’at tepatnya pukul 13.00 WITA dilanjutkan dengan mempresentasikan hasil karya tulis pemakalah. Kandidat dari TIPS IAIN Tulungagung adalah Ummu Sholihah, S,Pd., M.Si ketua jurusan tadris IPS dan Choiru Umatin, M.Pd Dosen Pendidikan Ekonomi Tadris IPS IAIN Tulungagung ikut andil sebagai pemakalah di acara  tersebut.

Hari kedua adalah musyawarah nasional APRIPSI yang diikuti oleh seluruh anggota MUNAS yaitu dosen pendidikan IPS se Indonesia. Adapun yang disampaikan tentang aspek keorganisasian APRIPSI, penyampaian pandangan umum Apripsi, pemilihan ketua umum dan anggota formatur dan pembagian divisi yang meliputi divisi organisasi, kurikulum, divisi penelitian, penulisan  jurnal dan buku, program kerja dan divisi pengabdian kepada masyarakat, divisi kerjasama dan luar negeri. Acara selanjutnya adalah pelantikan pengurus pusat APRIPSI yang mana ketua jurusan TIPS Ummu sholihah, s.pd., m.si dilantik sebagai sekretaris divisi kerjasama dan luar negeri dan Choiru Umatin, M.Pd dilantik sebagai editor jurnal internasional dan anggota divisi organisasi.

Ketua pelaksana seminar nasional dan musyawarah nasional I APRIPSI, Dr. Syaharudin, S.Pd., MA menyampaikan seminar dan munas I ini bertujuan membentuk perkumpulan prodi pendidikan IPS Indonesia secara hukum. Hal itu dianggap perlu karena menurut Ersa, Pendidikan IPS berguna bagi pembentukan karakter seseorang agar menjadi bangsa yang bersatu terhadap berbagai keresahan yang terjadi dimasyarakat seperti persoalan nasionalisme, kebersamaan, persatuan dan sebagainya.

Ketua prodi pendidikan IPS Ersis Warmansyah Abbas Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini menuturkan gagasan tersebut untuk rancangan kedepan dalam menghadapi system global saat ini, karena pendidikan IPS ditantang mampu membangun masyarakat yang memiliki kecerdasan social untuk membangun budaya dan peradaban bangsa berdasarkan pancasila dan Undang Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945. “bagaimanapun kita tidak bisa hilang dari system global, bukan hanya sekedar banjar saja atau Indonesia saja. Banjar dan Indonesia itu hanyalah identitas, tetapi kita adalah masyarakat dunia.

Jadi kedepannya pendidikan ips itu bukan pendidikan yang parsial, tetapi pendidikan yang mengglobal” tutur ketua program studi IPS ulm SERAYA MENEGASKAN acara seminar  dan munas 1 tersebut tidak ada hubungannya dengan politik. Choiru Umatin_TIPSIAINTA