Home » KEMAHASISWAAN » HMJ

Category Archives: HMJ

RAKORNAS IMAKIPSI IX DI PONTIANAK, KALBAR

RAKORNAS IMAKIPSI IX

RAKORNAS IMAKIPSI IX

Rabu, 20 Februari 2019 salah satu mahasiswa bernama Mohammad Naufal Zabidi dari jurusan tadris ips iain tulungagung telah mengikuti kegiatan RAKORNAS IMAKIPSI ke-IX di Pontianak, Kalimantan Barat. Naufal juga termasuk salah satu dari bagian penting dalam Ikatan Mahasiswa Keguruan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) menjadi Staf ahli Dewan Pengurus Pusat IMAKIPSI 2017-2019.

Rakornas merupakan tindak lanjut dari rakornas untuk memantu atau mengevaluasi  kegiatan selama 1 tahun selama kepengurusan baik dari tingkat DPP,DPW dan DPD. Rincian kegiatan Rakornas di Pontianak, meliputi:

  1. Hari ke 1 Tiba di Universitas Tanjungpura 20 Februari 2019 pukul 09.00 WIB, melakukan registrasi Peserta.
  2. Hari Ke 2 Mengikuti Pembukaan Rakornas IMAKIPSI dengan dibuka simbolis oleh Rektor UNTAN. Setelah itu, Seminar Nasional Pendidikan dengan Pemateri : (1) Jamaludin M.Nur Tanggiling, S.T (Pemuda Inspiratif Kalbar 2018), (2) Prof. Dr.H. Samion. H. AR, M.Pd dari ketua PGRI Kalimantan Barat. Kemudian, dilanjutkan LPJ setengah kepengurusan DPP IMAKIPSI
  3. Hari ke 3. Tanggal 22 Februari pukul 08.00 sd 11.00 WIB Mengikuti Rapat Kerja IMAKIPSI Wilayah III Nobar dan Community Discussion Perbatasan Pendidikan bertempat di Ruangan Kelas Magister FISIP UNTAN. Selanjutnya, Persiapan konsolidasi Aksi IMAKIPSI Peduli Pendidikan
  4. Silaturahim ke kediaman Wakil Walikota Pontianak
  5. Hari ke 4. Fieldtrip time: Masjid Mujahidin, Keraton Kadariah, menuju PSP, dan terkahir ke Alun-Alun Kapuas.
  6. Penutupan Rakornas IMAKIPSI IX dengan tema “Membangun sinergitas gerakan pemuda melalui IMAKIPSI untuk Pendidikan Indonesia” di kampus IAIN Pontianak. (nfl).

DIES NATALIES KE-3 HMJ TADRIS IPS

Pembukaan Dies Natalis Tadris IPS ke 3

Pembukaan Dies Natalis Tadris IPS ke 3

HMJ Tadris IPS pada tanggal 16 Desember 2017 yang berlangsung disalah satu panti asuhan di desa ngunut kec. Ngunut. Kegiatan tersebut sebagai bentuk nilai kemanusiaan mahasiswa ips untuk saling membantu antar sesama.

lomba futsal dalam rangka diesnatalis Dies Natalis Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan peringatan hari berdirinya Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial yang bernaung dibawah IAIN Tulungagung. Seiring dengan bertambahnya usia yang memasuki tahun ke-3, Tdris IPS telah mengalami perubahan dan perkembangan yang membawa pengaruh terhadap civitas Akademik, Jurusan maupun Mahasiswa. Dies Natalis Tadris IPS merupakan momentum yang perlu diperingati sebagai inspirasi. Sebagai jurusan yang masih relative muda yang didirikan pada tahun 2015 memiliki kematangan dan kehandalan dalam proses penyelenggaraan pendidikan yang walaupun dalam hal ini  masih perlu pembenahan baik manajemen organisatoris dan pengembangan sumber daya manusia maupun semangat juang yang tinggi dari pihak mahasiswa.

Pemilihan Duta IPS

Pemilihan Duta IPS

Adanya tekad untuk maju menjadi jurusan terdepan, maka dari itu Himpunan Mahasiswa Jurusan TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL IAIN Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Dies Natalis Yang Ke- 3 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial dengan temaAktif Kreatif Inovatif dalam Berproseshendaknya menjadi ajang motivasi demi kemajuan jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 – 14, Desember 2018 dengan tujuan merealisasikan Program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pngetahuan Sosial Periode 2017-2018, Memperingati dan memeriahkan Diesnatalis Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Tulungagung, Menumbuhkan solidaritas antar mahasiswa Tadris IPS, Sebagai wadah partisipasi para mahasiswa dalam bidang  persepsi, apresiasi, dan daya kreasi Seni, Menumbuhkan jiwa sosial dalam mahasiswa, Menciptakan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar, Mempererat tali silaturahmi antar seluruh mahasiswa Ilmu Pengetahuan Sosial.(nfl)

 

Tumpengan TIPS 2018

ssssd

Acara tumpengan yang diadakan jurusan TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL selain mempererat tali silaturahmi antara dosen dengan mahasiswa juga bias menambah kekompakan antara keluarga jurusan TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL.(Why)

Seminar Nasional – Olimpiade IPS SMP/sederajat se-Karisidenan Kediri

Seminar Nasional bertemakan revolusi industri 4.0

Seminar Nasional bertemakan revolusi industri 4.0

Salah satu kegiatan penting yang dapat membagun bangsa Indonesia adalah mendidik dan membina generasi muda yang kelakakan menjadi tumpuan serta harapan bangsa dan negara. Mahasiswa sebagai salah satu bagian dari generasi muda memiliki peranan yang sangat strategis dalam menentukan arah proses perjalanan Bangsa ini kedepan menuju kemandirian dan kedewasaan. Salah satu usaha yang paling efektif dan efisien dalam menghadapi proses tersebut adalah menumbuh kembangkan inisiatif dan daya kreatifitas di kalangan para Mahasiswa. Era Globalisasi, telah menimbulkan suatu perubahan yang sangatdahsyatdalamberbagai aspek kehidupan Manusia yang menuntut kualitas Sumber Daya Manusia yang handal dan memiliki tingkat ketebalan keimanan yang menjadi benteng untuk menghadapi persaingan global ini, sehingga penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta tebalnya iman menjadi syarat mutlak bagi setiap Bangsa agar Bangsa itu unggul dan memiliki kemampuan bersaing di dalam pergaulan regional maupuninternasional. Oleh karena itu, institusi Pendidikan formal terlebih institusi bernuansa keislaman harus mampu menciptakan generasi yang mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya agar di era globalisasi yang sarat dengan perubahan moral yang berujung pada dekadensi moral itu tidak menjadi momok yang mengkhawatirkan akan tetapi menjadi sumber inspirasi bagi  Pembangunan Bangsadan Negara.

Olimpiade Ips SMP/Mts se Karisidenan Kediri

Olimpiade Ips SMP/Mts se Karisidenan Kediri

Bangsa indonesia yang terdiri dari beragam suku dan ras, memiliki budaya, bahasa, nilai, dan suku atau keyakinan yang berbeda-beda. Dalam keanekaragaman ini, upaya membangun budaya bangsa Indonsia diperlukan semangat multikultural, kerjasama yang saling membantu, saling menghargai menerima perbedaan dan mengakuinya. Sikap saling menerima dan menghargai ini akan cepat berkembang bila dilatih dan di didik dimulai pada usia muda agar dapat menghasilkan generasi muda yang menghargai perbedaan. Melalui berbagai kegiatan positif seperti kegiatan Olimpiade yang diharapkan dapat menjadi motivator untuk mencari dan meningkatkan mutu, kreativitas ilmiah, serta kualitas daya nalar siswa dalam mempersiapkan dan menjawab berbagai tantangan ilmuan, sehingga munculah siswa siswi unggulan, yang memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan zaman. Kegiatan berbasis islam dan pengembangan potensi Mahasiswa ini, diharapkan generasi muda khususnya para mahasiswa dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya dan mampu menyalurkan bakat dan minatnya serta menumbuh kembangkan daya kreasi dan inovasi serta pengetahuan dalam berorganisasi sehingga mereka memiliki kompetensi yang unggul dan benteng Nasionalisme yang kokoh. Menyikapi hal tersebut, sebagai mahasiswa Islam yang peduli dengan peran penting generasi muda akan moralitas dan pengembangan potensi, maka dari itu Himpunan Mahasiswa Jurusan TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL IAIN Tulungagung menyelenggarakan kegiatan  SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN OLIMPIADE IPS dengan tema“Pendidikan Multikultural untuk Mewujudkan Generasi yang Berjiwa Sosial dan Peduli Terhadap Budaya Bangsa di Era Revolusi Industri 4.O”. (nfl)

MALAM SOSIAL KEAKRABAN “Mengukir Sejarah di Waktu Muda untuk Cerita di Masa Tua”

makrab

Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung mengadakan Masker (Malam Sosial Keakraban) di Tulungagung. Acara ini di laksanakan di Pantai Bayeman Desa Keboireng Kabupaten Tulungagung. Masker ini didampingi oleh Ketua dan Wakil Kelompok Sadar Wisata Desa Keboireng yaitu Bapak Jumardi dan Bapak Purwanto.

Pada pukul 13.00 WIB berangkat dari kampus dan tiba disana pada pukul 14.00 WIB. Acara di mulai pada pukul 15.00 WIB untuk mendirikan tenda dan bakti sosial daerah pantai bersama Kelompok Sadar Wisata Desa Keboireng. Setelah selesai bakti sosial disekitar pantai dilanjutkan ishoma untuk bersih diri dan sebagainya. Pukul 18.30 diadakan Tahlil bersama mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Tulungagung yang di pimpin oleh Hasbulloh Lung Aziz mahasiswa Semester 5 Tadris IPS IAIN Tulungagung. Setelah tahlil bersama pada pukul 20.00 WIB diadakan diskusi yang membahas awal mula Pantai Bayeman. Diskusi tersebut di isi oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Keboireng Bapak Jumardi beserta Wakilnya Bapak Purwanto. Diskusi tersebut juga membuka sesi Tanya jawap bagi mahasiswa yang ingin bertanya tentang awal mula Pantai Bayeman.

Keesokan harinya diadakan senam pagi dan game yang diikuti seluruh mhasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Tulungagung. Pada pukul 09.00 WIB acara sudah ditutup dan persiapan kembali ke rumah masing-masing.

Malam Sosial Keakraban bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan rasa solidaritas antar mahasiswa. Masker juga dapat mempererat tali silaturahmi atau rasa persaudaraan antarmahasiswa, baik dengan kakak tingkat maupun adek tingkat. Diadakannya diskusi dengan Ketua Pok Darwis Desa Keboireng juga dapat menambah wawasan seputar lingkungan sekitar camp. Sebagai orang sosial yang dikaitkan dengan masyarakat, kegiatan ini juga melatih mahasiswa untuk terjun dengan masyarakat setempat seperti halnya bakti sosial di daerah pantai bersama Kelompok Sadar Wisata daerah setempat.

Dengan diadakanya Malam Sosial Keakraban semoga mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial IAIN Tulungagung akan semakin kompak, solit, dalam menjaga kerukunan antar mahasiswa dan khususnya kompak untuk bersama-sama memajukan Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial. (Ulfa Choirun N. TIPS 4A)

SEMINAR NASIONAL “EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL”

arumiHimpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menggelar Seminar Nasional. Tema yang diusung adalah ”Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal”. Acara ini dilaksanakan di lantai 6 Gedung KH. Saifuddin Zuhri IAIN Tulungagung.

Pada pukul 10.20 WIB acara ini dimulai. Sebelum pembukaan, ditampilkan pagelaran seni karawitan dari mahasiswa PIAUD untuk memperkenalkan budaya khas Tulungagung kepada 300 peserta seminar. Dalam seminar tersebut dihadiri para pejabat dilingkungan FTIK baik itu Dekan, Wakil Dekan dan Para Ketua Jurusan. Menambah semaraknya acara seminar nasional tersebut, Rektor IAIN Tulungagung oleh Dr. Maftukhin, M.Pd.I turut serta dalam membuka acara tersebut.

Seminar yang bertujuan menumbuh kembangkan ekonomi kreatif tidak bisa lepas dari budaya setempat. Budaya yang didalamnya terdapat kearifan lokal yang memiliki nilai dan karakteristik daerahnya. Nilai dan karaktersitik ini diterjemahkan kedalam bentuk produk kreatif.Sehingga perlu adanya wawasan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.Ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal ialah ekonomi yang dimulai dari masyarakat, oleh, dan untuk masyarakat itu sendiri. Ekonomi yang ada dari mulai bahan baku, pekerja, sampai manfaatnya dirasakan sendiri oleh masyarakatnya.” tutur Arumi Bachsin sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan owner Batik Arumi Kabupaten Trenggalek.

Arumi menyampaikan bahwa penting untuk menekankan tumbuhnya jiwa wirausaha dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM ) sebagai peningkatan potensi ekonomi daerah. Arumi juga menambahkan, “Untuk membantu ekonomi desa, ekonomi kabupaten atau secara luas lagi ekonomi Indonesia, memang harus dari UMKM, memang harus dari seluruh pihak harus bergandengan tangan membangun diri mereka sendiri karena kita tidak harus terus menerus dijejali dengan budaya konsumtif.”

Kreativitas produk masyarakat UMKM ditampung dalam Dekranasda. Produk tersebut dipasarkan secara online dibawah naungan DekranasdaSebelumnya, mereka mendapatkan pelatihan sampai mampu membangun UMKM sendiri. Dekranasda hadir karena keputusan pada tanggal 3 Maret 1980. Pada dasarnya dekranasda  dibentuk karena kekhawatiran berkurangnya pengrajin atau pengusaha yang memproduksi budaya lokal.

“Potensi industri kreatif dalam sektor ekonomi kreatif ke depannya akan tetap menjadi sebuah alternatif  penting  dalam  meningkatkan kontribusi dibidang ekonomi dan bisnis, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, media  komunikasi, menumbuhkan inovasi dan kreativitas, dan menguatkan identitas suatu daerah (city branding). Selain itu Budaya harus menjadi basis pengembangannya.Dalam kebudayaan lokal ada yang disebut dengan kearifan lokal yang menjadi nilai-nilai bermakna,antara lain, diterjemahkan ke dalam bentuk fisik berupa produk kreatif daerah setempat. Ekonomi kreatif tidak bisa dilihat dalam konteks ekonomi saja, tetapi juga dimensi budaya. Ide-ide  kreatif yang muncul adalah produk budaya. Karenanya,strategi kebudayaan sangat menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif.” tutur Bapak Sutopo selaku Ketua Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial.

Berdasarkan pendapat tersebut, muncul keinginanJurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial mendatangkan Ketua Dekranasda sekaligus owner batik Arumi Trenggalek untuk bisa sharing ilmu dan pengalamannya di IAIN Tulungagung. Kegiatan ini juga sebagai salah satu penguatan matakuliah kewirausahaan khususnya bagi mahasiswa IPS umumnya bagi jurusan lain yang menempuh matakuliah kewirausahaan. (D. Ummah_TIPS)

SEMINAR NASIONAL “Peran Pendidikan IPS dalam Mewujudkan Nilai Karakter Bangsa yang Berbudaya”

emil 2Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Institut Agama Islam (IAIN) Tulungagung  mengadakan Seminar Nasional. Tema yang diusung adalah Peran Pendidikan IPS dalam Mewujudkan Nilai Karakter Bangsa yang Berbudaya. Acara dilaksanakan di Swaloh Hill Resort, Wonorejo Tulungagung.

Acara pembukaan dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka langsung oleh Maftukhin selaku Rektor IAIN Tulungagung. Sebelum pembukaan, untuk memeriahkan sekaligus memperkenalkan budaya Tulungagung kepada peserta seminar, juga menampilkan ikon kesenian Tulungagung yakni Reog Kendang.

Seminar nasional ini merupakan rangkaian acara dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dari Aliansi Mahasiswa IPS Seluruh Indonesia (Almabipsi). Untuk tahun ini (2017, red) IAIN Tulungagung diamanati untuk menjadi tuan rumah dari agenda Rakernas.

“Pada awalnya kami hanya ingin mengadakan agenda Rakernas, tetapi kami mendapat masukan dari Ketua Jurusan (Kajur) Tadris IPS untuk mengadakan acara Seminar Nasional. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya kami menyepakati mengadakan Seminar Nasional dalam agenda Rakernas ini”, Harun, ketua umum  HMJ IPS, menceritakan latar belakang mengadakan Seminar Nasional.

Seminar yang diadakan oleh HMJ IPS menghadirkan Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek periode 2016/2021. “Kami menghadirkan Emil Dardak karena kami merasa beliau adalah orang yang tepat untuk mengisi acara seminar ini. Selain itu kami juga berusaha menarik minat dari peserta khususnya yang dari trenggalek, melihat banyaknya mahasiswa iain tulungagung yang berasal dari trenggalek”, ujar Harun.

emil 1

Selain dari mahasiswa IAIN Tulungagung, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa dari kampus luar Tulungagung. Turut hadir dalam agenda seminar ini yaitu dari (Universitas Islam Negeri) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, IAIN Syekh Nur Jati Cirebon dan masih banyak lagi perguruan tinggi lain. Kurang lebih ada 14 perguruan tinggi yang hadir dan tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pendidikan IPS Seluruh Indonesia (Almabipsi).

“Agenda kali ini,” tambah harun, “jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan awal, dimana kami memperkirakan jumlah peserta yang hadir adalah 300 peserta, ternyata jumah peserta yang hadir sejumlah kurang lebih 470 orang peserta. Selain dari mahasiswa peserta yang hadir dalam seminar ini terdiri dari  beberapa guru Sekolah Dasar (SD) dari Trenggalek dan kepala sekolah dari daerah Tulungagung.”

Dalam penyampaiannya, Emil menekankan pentingnya peran dari para pendidik IPS untuk mewujudkan masyarakat yang berkarakter dan mampu bersaing. “ Kita takut dan merasa tak mampu untuk bersaing, apakah kita kurang pintar? Belum tentu, itu disebabkan karena karakter dan kreatifitas kita belum terbentuk secara maksimal. Disinilah peran penting dari para pendidik. Kita tidak hanya menghafal tentang teori tetapi kita sebagai pendidik harus bisa menghayati dari ilmu tersebut. supaya kita dapat memetakan apa yang ada disekitar kita untuk memecahkan masalah yang ada disekitar kita. Maka dari itu dibutuhkan inovasi dalam pedagogi bagi pendidik untuk membentuk karakter   peserta didik yang berkualitas dan mampu bersaing entah siapapun yang akan kita didik”, terang Emil. (D. Ummah_TIPS)

 

Pekan Seni Kreatifitas Mahasiswa (PSKM 2018)

Mahasiswa Tadris IPS IAIN Tulungagung ikut serta memeriahkan PSKM 2018

Mahasiswa Tadris IPS IAIN Tulungagung ikut serta memeriahkan PSKM 2018

Institut Agama Islam Negeri Tulungagung menggelar sebuah pertunjukkan yang dinamakan “Pekan Seni dan Kreativitas Mahasiswa”. Tahun ini Pekan Seni dan Kreatifitas Mahasiswa yang ke-50 diadakan pada hari Minggu tanggal 15 April 2018 sampai hari Kamis tanggal 19 April 2018 dan mengangkat tema “Merawat Budaya dan Mengawal NKRI”
Pekan Seni dan Kreatifitas Mahasiswa (PSKM) adalah acara setahun sekali yang diadakan Keluarga Besar Dewan Eksekutif Mahasiswa untuk memperingati ulang tahun atau Dies Maulidiyah Intitut Agama Islam Negeri Tulungagung .
Pekan Seni dan Kreatifitas Mahasiswa dimeriahkan dengan stand bazar yang diikuti semua fakultas, jurusa, UKM, serta Umum. Serta dimeriahkan dengan berbagai acara. Pekan Seni dan Kreatifitas Mahasiswa dibukapada hari Minggu dengan acara senam sehat se-Kabupaten Tulungagung bareng rektor IAIN Tulungagung, kemudian dilanjutkan dengan Pesta Rakyat dan Pentas seni mahasiswa umum dan PORSIDA.
            Kemudian hari kedua Pekan Seni dan Kreatifitas Mahasiswa dimulai pada pukul 08.00 dimulai dengan acara Pentas Seni Lembaga Intra Kampus pada pentas seni tersebut Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris IPS dan Mahasiswa IPS menampilkan Drama Musikal yang berjudul “Nasionalisme di Era krisis moral”. kemudian acara dilanjut Guest Star “OSKADOWN”. Hari ketiga dimulai pukul 09.00 dengan Lomba stand mahasiswa dan malam harinya dimeriahkan sholawat bersama Gus Azmi. Hari Keempat acara dimulai pukul 08.00 dengan festival dan lomba band se-karisedenan Kediri dan malam harinya dimeriahkan oleh Guest Star “Iksan Skuter”. Di hari terakhir acara juga dimulai pukul 08.00 dengan kejuaraan kreatifitas mahasiswa dan malam hari penutupan dimeriahkan oleh Papermint Band.
Acara ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengapresiasikan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Sebetulnya tidak hanya acara selama empat hari itu saja, namun sebelum itu ada beberapa perlombaan semisal perlombaan dibidang olahraga, kesenian, sastra dan keagamaan
Banyak rangkaian acara, penampilan dan perlombaan selama empat hari tersebut. Meliputi bazar, musik, pagelaran seni dan budaya, dan sholawatan. Dan tentunya terdapat bintang tamu selama acara empat hari tersebut. Pada acara ini setiap jurusan ataupun setiap unit kegiatan mahasiswa mendirikan stand bazar, setiap stand nantinya juga diperlombakan.
Untuk himpunan mahasiswa jurusan ips sendiri pada lomba stand bazar mengusung tema cinta budaya indonesia. Himpunan mahasiswa jurusan ips juga menampilka sebuah drama yang menceritakan tentang keadaan negara yang dulunya makmur dan sejahtera, namun saat ini yang saat ini sangat memprihatinkan dengan banyaknya kasus korupsi, dan narkoba.
Cr : HMJ TIPS

Mahasiswa Tadris IPS IAIN Tulungagung Menjadi Pengurus Aliansi Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial se-Indonesia (ALMAPIPSI)

almapipsiAliansi Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial se-Indonesia (ALMAPIPSI) menggelar agenda Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) dan Seminar Nasional. Agenda ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Terpadu IAIN Jember selama tiga hari sejak tanggal 29-31 Maret 2018. Acara yang mengusung tema “Pemuda dan Sejarah Indonesia dalam Perspektif Politik, Pendidikan dan Sosial Ekonomi” dihadiri oleh 15 perguruan tinggi diantaranya : IAIN Tulungagung, IAIN Ponorogo, Universitas Negeri Malang, UIN Maliki Malang, Universitas Raden Rahmat, STAIN Pamekasan, Universitas Tanjungpura, IAIN Jember, Universitas Negeri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Metro Lampung, IAIN Cirebon, Unnes, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Unesa.

Acara ini dibuka langsung oleh dekan FTIK IAIN Jember, dalam sambutannya berpesan agar gerak langkah aktivis harus digalakkan dan dimasifkan. “Ikatan nasional ini harus dijaga kesatuannya agar dapat memberikan sumbangsih kepada negeri tercinta,” ujar dekan FTIK ini. Acara ini diawali dengan pelantikan pengurus ALMAPIPSI periode 2017-2018. Tiga Kandidat yang dikirim dari Tadris IPS IAIN Tulungagung masuk dalam deretan nama pengurus pusat ALMAPIPSI, yaitu Harun sebagai Ketua Umum ALMAPIPSI, Whira Khukmatul Ummah sebagai sekretaris, Estu Nur Widyaswara sebagai bendahara dan Moch Irfan Wahyu Prayoga sebagai BLO (Badan Legislatif Organisasi)

Acara selanjutnya adalah Seminar Nasional dengan tiga pembicara. Pembicara pertama adalah Prof. Dr. Bambang Soepeno, M.Pd Guru Besar Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jember yang menyampaikan tentang “Pemuda dan Sejarah Indonesia”. Pembicara kedua adalah Fauzan Adhim, M.Pd.I dosen Staifas menyampaikan mengenai “Pemuda dalam Aspek Politik dan Pendidikan”. Pembicara ketiga adalah Muhammad Muwafik, S.Pd.I.,MA dosen Universitas Negeri Jember menyampaikan “Pemuda dalam Aspek Sosial dan Ekonomi”. Antusias peserta seminar sangat tinggi dalam mengikuti acara ini, terbukti dengan banyaknya peserta Pendidikan IPS yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua Pelaksana Rakernas kali ini, Junaidi mengungkapkan bahwa pelantikan ini adalah awal dari kinerja Almapipsi untuk satu periode kedepan. “Ini bukanlah tujuan, melainkan awal dari eksistensi lembaga Almapipsi yang insyaAllah akan menjadi barometer organisasi lain di Indonesia dan mampu mewadahi seluruh mahasiswa pendidikan IPS diseluruh Indonesia”.

Sementara itu, Ketua Umum ALMAPIPSI Harun mahasiswa Semester VI Tadris IPS IAIN Tulungagung menyampaikan bahwa kegiatan RAKERNAS kali ini menghasilkan beberapa program kerja yang akan dilaksanakan oleh pengurus pusat, wilayah ataupun daerah. “Setelah diadakannya Rakernas diharapkan kinerja organisasi kedepan semakin terarah. Namun hal ini juga harus dibarengi dengan komunikasi, koordinasi dan kerjasama yang aktif setiap pihak yang berkontribusi di ALMAPIPSI. Aksi nyata sebagai implementasi dari agenda ini akan ditindaklanjuti dalam waktu dekat,” ungkap ketua umum ALMAPIPSI. (Harun_TIPS)

PELANTIKAN HMJ 2017 2018

j

Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai organisasi kemahasiswaan selalu melakukan pengkaderan yang nantinya dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di setiap disiplin ilmu yang dimiliki khususnya Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial.

Melalui pemikiran diatas dijadikan acuan dalam membuat Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) dan menetapkan ketua umum dan pengurus Himpunan Mahasiswa JurusanTadris Ilmu PengetahuanSosial (HMJ-TIPS) IAIN Tulungagung.

Oleh karena itu perlu kiranya Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (HMJ-TIPS) IAIN Tulungagung melaksanakan PELANTIKAN DAN PELATIHAN KEORGANISASIAN sebagai salah satu permulaan rangkaian acara HMJ Tadris IPS IAIN Tulungagung. Untuk mengestafetkan kepengurusan dari kepengurusan lama kepengurusan baru. Dengan demikian roda organisasi akan berjalan dengan baik dan teratur.(nfl)