Tadris Bahasa Indonesia

Aku Cinta Bahasa Indonesia, Aku Bangga Berbahasa Indonesia, Bahasa Indonesia Luar Biasa

HMJ TBIN Gelar Seminar Kepenulisan

Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Indonesia (HMJ TBIN) menggelar seminar kepenulisan. Seminar yang diadakan pada Senin, 27 Agustus 2018 tersebut menghadirkan para pemateri andal di bidang kepenulisan, yakni Ibu Lilis Anifiah Zulfa, M.Pd. dan Bapak Dr. Ngainun Naim, M.H.I.

tampak depan

Acara yang mengusung tema “Membentuk Mahasiswa Intelektual dan Berwawasan melalui Keterampilan Menulis” ini dihadiri oleh sekitar 200 mahasiswa dari semua angkatan di TBIN. Mereka semua tampak antusias mengukuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir. Bahkan, tidak sedikit pula yang melontarkan pertanyaan kepada pemateri pada saat sesi tanya-jawab.

Penyelenggaraan acara seminar kepenulisan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis para mahasiswa di Jurusan Tadris Bahasa Indonesia (TBIN). Melalui acara tersebut, mereka dapat belajar teknik mengasah  keterampilan menulis langsung dari pakarnya.

Di samping memperhatikan isi dan gaya penulisan, seorang penulis juga tetap harus mempertimbangkan aspek logika dan struktur. Hal tersebut disampaikan oleh Ibu Lilis Anifiah Zulfa. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa aspek-aspek kebahasaan tersebut diperlukan agar tulisan yang dibuat dapat dipahami dengan baik, serta tidak menimbulkan salah tafsir.

Tidak sekadar menyampaikan teori, para pemateri justru lebih banyak memberikan tips-tips sederhana yang kemudian mampu membuat para peserta semakin termotivasi untuk menulis. Menurut Bapak Ngainun Naim, cara termudah untuk menjadi penulis adalah dengan rajin menulis. Sementara agar tulisan lebih berbobot, hal yang wajib dilakukan adalah harus rajin membaca.

tampak belakang

Selain menyampaikan beragam pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas menulis, para pemateri juga menceritakan pengalaman mereka selama menjalani proses menulis. Dari pengalaman-pengalaman yang disampaikan tersebut, para peserta akhirnya dapat mengetahui bahwa kemampuan menulis dapat diperoleh melalui proses yang cukup panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Semakin rajin seseorang membaca dan menulis, semakin mudah ia menyampaikan buah pemikirannya ke dalam tulisan.

Selamat menulis, teruslah menulis, sebab hanya dengan menulis, engkau akan abadi.

Tadris Bahasa Indonesia © 2019 Frontier Theme