Tadris Bahasa Indonesia

Aku Cinta Bahasa Indonesia, Aku Bangga Berbahasa Indonesia, Bahasa Indonesia Luar Biasa

Sejarah Tadris Bahasa Indonesia

SEJARAH SINGKAT JURUSAN TADRIS BAHASA INDONESIA FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN IAIN TULUNGAGUNG

Di awal tahun 2014, di sela-sela Rapat Kerja (Raker), Bapak rektor, sambil ngopi, mengadakan diskusi kecil-kecilan dengan beberapa dosen untuk pengembangan prodi baru di IAIN Tulungagung. Saat itu, muncul empat usulan prodi baru di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, yakni Manajemen Pendidikan Islam, Tadris Biologi, Tadris IPS, dan Tadris Bahasa Indonesia. Masing-masing rumpun dosen diminta menjelaskan prospek, peluang, dan tantangan membuka prodi-prodi tersebut.Ketika rector bertanya tentang peluang dan tantangan membuka prodi Tadris Bahasa Indonesia, Dr. Mohamad Jazeri, menyampaikan kepada beliau bahwa prospek lulusanĀ  jurusan tersebut cukup bagus. Hal ini didasarkan pada kondisi nyata di lapangan bahwa kebutuhan terhadap guru Bahasa Indonesia cukup tinggi. Peluang untuk membuka jurusan Tadris Bahasa Indonesia juga terbuka lebar karena pangsa pasar (market share) cukup luas. Berdasarkan studi permulaan, perguruan tinggi yang menyelenggarakan jurusan Bahasa Indonesia masih sedikit dan lulusannya tidak mencukupi kebutuhan tenaga guru di sekolah-sekolah. Di lingkungan Perguruan Tinggi Islam Negeri, baru UIN Jakarta yang telah menyelenggarakan,selebihnya belum ada yang memiliki jurusan tersebut. Namun, tantangan yang paling utama dan nyata adalah belum tersedianya tenaga dosen yang berlatar belakang Pendidikan Bahasa Indonesia di IAIN Tulungagung. Saat itu, secara de jure dosen Bahasa Indonesia yang dimiliki IAIN Tulungagung baru tiga orang. Itupun yang dua orang masih cados dengan pendidikan magister, dan satu orang lektor dengan pendidikan doktor.Setelah mendengar penjelasan tersebut, di tahun yang sama pak rektor menugaskan Dr. Mohamad Jazeri, M.Pd dan ibu Dwi Astuti, M.Pd untuk menyusun proposal pengajuan prodi Tadris Bahasa Indonesia. Setahun pasca pengiriman proposal, sekitar bulan Mei 2015, Surat Keputusan (SK) ijin pendirian Program studi Tadris Bahasa Indonesia diterbitkan oleh Dirjen DIKTIS Kemenag RI. Sejak itu, IAIN Tulungagung secara resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Prodi Tadris Bahasa Indonesia.

Di tahun pertama, Prodi Tadris Bahasa Indonesia mendapatkan 37 mahasiswa baru. Di tahun kedua, pendaftar yang dinyatakan lulus sebanyak 115 mahasiswa, yakni tiga kelas yang masing-masing berisi 35 mahasiswa. Tahun berikutnya, mahasiswa yang dinyatakan lulus 140 yang dibagi ke dalam tiga kelas. Di tahun keempat jumlah pendaftar semakin meningkat, namun yang dinyatakan lulus hanya 150 mahasiswa yang terbagi dalam tiga kelas. Jadi, sejak tahun kedua, pendaftar Prodi Tadris Bahasa Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun, namun karena terbatasnya ruang kuliah, IAIN Tulungagung hanya menerima tiga kelas dengan jumlah mahasiswa yang variatif.

Tahun ini, prodi Tadris Bahasa Indonesia telah memasuki tahun ke empat dengan jumlah mahasiswa 10 kelas, yakni 1 kelas semester VIII, 3 kelas semester VI, 3 kelas semester IV, dan 3 kelas semester II. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga dosen, prodi Tadris Bahasa Indonesia telah memiliki sembilan dosen dengan latar belakan Pendidikan Bahasa Indonesia, 6 diantaranya sebagai dosen tetap dan 3 dosen sebagai dosen luar biasa (DLB).

Sejak berdiri 2015, prodi Tadris Bahasa Indonesia selau berbenah dalam berbagi hal, seperti kurikulum, fasilitas, program unggulan, dan rasio kecukupan dosen-mahasiswa. Sejauh ini, kurikulum prodi Tadris Bahasa Indonesia telah ditinjau dan dilakukan perubahan sebanya tiga kali dengan mengacu kepada KKNI asosiasi IKAPROBSI (Ikatan Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia), ADOBSI (Asosiasi Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia), dan IPTABI (Ikatan Tadris Bahasa Indonesia). Mengingat prodi Tadris Bahasa Indonesia berada di bawah naungan DIKTIS, kurikulumnya harus disesuaikan dengan visi dan misi DIKTIS, yakni sekurang-kurangnya ada 20 sks mata kuliah keagamaan yang harus disajikan dalam kurikulum tersebut.

Di bidang fasilitas, IAIN Tulungagung, sebagai penyelenggara, selalu meningkatkan fasilitas perkuliahan berupa ruang kuliah, laboratorium bahasa, perpustakaan digital, Hot spot, dan sebaginya. Dengan penambahan fasilitas yang lebih baik, di tahun-tahun mendatang kuota daya tamping mahasiswa juga akan ditambah dari 3 kelas menjadi 4 atau 5 kelas.

Di bidang keunggulan, Prodi Tadris bahasa Indonesia IAIN Tulungagung, selain mencanangkan keunggulan di bidang pembelajaran keterampilan berbahasa, juga ada tiga keungulan lain, yakni unggul di bidang budaya religious, pelestarian bahasa daerah, dan pemartabatan bahasa Indonesia. Keunggulan di bidang pembelajaran keterampilan berbahasa ditunjukkan dengan disajikannya mata kuliah empat keterampilan berbahasa yang jumlahnya sekitar 12 sks. Keunggulan dibidang budaya religious ditunjukkan dengan dimasukkannya sekitar 20 sks maka kuliah keagamaan dan membaca doa dan surat pendek setiap sebelum memulai perkuliahan. Keunggulan di bidang pelestarian bahasa Jawa diwujudkan dengan mata kuliah Bahasa Jawa dan praktikum Kepewaraan. Keunggulan di bidang pemartabatan bahasa Indonesia diberikan melalui mata kuliah BIPA dan praktikum BIPA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Tadris Bahasa Indonesia © 2019 Frontier Theme