Home » 2018 » March

Monthly Archives: March 2018

MENGENANG Prof. Dr. WIRYANTO, M.Si. (Guru Besar Biologi Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Tawar-FMIPA UNS)

IMG-20180330-WA0063Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung yang juga keluarga besar Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI)  turut berduka cita atas meninggalnya Prof. Wiryanto guru besar Biologi Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Tawar Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Semoga beliau husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin YRA…

Beliau meninggal sesaat setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-191 oleh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Ravik Karsidi. Semoga ilmunya menjadi amal jariyah beliau.  Aamiin YRA..

Sebuah kenangan terakhir dari beliau adalah isi pidatonya pada saat pengukuhan guru besarnya. Beliau menyampaikan pidato yang berjudul “Kelola Sumber Daya Air Perlu Kearifan Lokal“. Salah satu poin penting yang perlu digarisbawahi dari pidato beliau adalah, “Masyarakat meyakini cerita-cerita mistis yang ternyata dapat berfungsi untuk menjaga kelestarian mata air”. Beliau juga mengolaborasikan 5 unsur yang dapat menjaga kelestarian sumberdaya air, yaitu: pemerintah/pemimpin, pakar (cendekiawan, rohaniawan dan budayawan), media massa, dunia usaha (hartawan)  dan masyarakat.

IMG-20180329-WA0071Pidato yang disampaikan tersebut menunjukkan kepada kita bahwa pentingnya kearifan lokal. Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri, yang diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi baik dari cerita maupun kebiasaan.

Jurusan Tadris Biologi IAIN Tulungagung merasa terinspirasi dengan kenangan terakhir dari pidato Prof. Wiryanto tersebut. Mengapa demikian? mengingat banyak sekali keunggulan lokal yang ada di Tulungagung sekaligus kearifan lokal yang ada, yang keduanya harus kita jaga. Keunggulan lokal tanpa adanya kearifan lokal dikhawatirkan dapat menjadikan rusaknya keunggulan lokal tersebut. Bersama pemerintah daerah/pimpinan, masyarakat, dunia usaha dan media massa jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Tulungagung siap mendukung dan bekerja sama mempertahankan kearifan lokal demi kelestarian keunggulan lokal yang ada di Kabupaten Tulungagung. Salam Lestari, Salam Konservasi(adm/tbio)

 

MAHASISWA JURUSAN TADRIS BIOLOGI MEMPEROLEH ILMU TENTANG ASCIDIANS MELALUI STUDIUM GENERALE

               PROF UEKI PRESENTASI

Hari Rabu (28/03/2018) bertempat di Aula Lantai 6 gedung Arif Mustakin IAIN Tulungagung diadakan kegiatan Studium Generale Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung dengan narasumber langsung dari Jepang yaitu Prof. Tatsuya Ueki (Hiroshima University). Acara dibuka oleh Rektor IAIN Tulungagung, Dr. H. Maftukhin, M.Ag. Prof. Ueki memaparkan tentang “Ascidians: Its Unique Physiological Features and The Biotechnological and Biomimetic Applications”. Acara ini dipandu oleh Bapak Romaidi, M.Si., D.Sc. dari Jurusan Biologi Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.

judul presentasi

Banyak ilmu yang didapatkan dari Prof. Ueki. Sebagai ahli Biologi Kelautan, Prof. Ueki selama kurang lebih 20 tahun meneliti tentang Ascidians. Ascidian adalah salah satu biota laut yang mempunyai peran cukup besar di perairan. Ascidian termasuk dalam kelas Ascidiacea, yang menyusun hampir sebagian besar jenis-jenis Subfilum Urochordata dari Filum Chordata. Dalam acara ini Prof. Ueki menjelaskan tentang penelitiannya terhadap Ascidian. Seperti banyak diketahui bahwa Ascidian dimanfaatkan untuk menyaring bahan pencemar dari perairan, seperti logam berat dan bakteri. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa mengapa Ascidian mampu menangkap organ berat, karena ternyata di dalam tubuh Ascadian mengandung protein yang mampu menangkap logam berat yang disebut dengan Vanabin. Sebagai langkah lanjut dalam hasil penelitian ini adalah dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk meneliti “Dari protein yang terdapat pada Ascadian tersebut dapat digunakan untuk membuat apa? Marilah kita ingat kembali bahwa banyak produk teknologi yang ada, misalnya kereta api yang merupakan inspirasi dari burung, pesawat terbang juga inspirasi dari burung dan sebagainya. Perlu kita ketahui bahwa banyak inspirasi teknologi yang kita buat berasal dari alam”, kata Ueki. Setelah acara pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tiga penanya memberikan pertanyaan yang sangat menarik yaitu dari dosen jurusan Tadris Biologi, dari mahasiswa Tadris Kimia dan terakhir dari Pak Johan, pegawai honorer di IAIN Tulungagung. Yang menarik pada sesi tanya jawab ini, dari ketiga penanya tersebut terdapat juga tiga bahasa yang digunakan yaitu bahasa Inggris, Indonesia dan Jepang, sehingga suasana menjadi semarak. Tepuk tanganpun sangat riuh pada saat penanya ketiga menyampaikan pertanyannya dengan menggunakan bahasa Jepang.

Kurang lebih dua jam acara berlangsung, dan akhirnya pada pukul 15.30 WIB acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung, Dr. Hj. Binti Maunah, M.Pd.I kepada Prof. Ueki dan Pak Romaidi dan foto bersama. Akhirnya, semoga acara ini dapat menjadi wadah inspirasi keilmuan bagi seluruh mahasiswa dan dosen di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung, menjadi wadah silaturahmi baik dengan Institusi dalam negeri maupun luar negeri dan menjadikan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan IAIN Tulungaung semakin berjaya. Aamin YRA… (Adm/TBIO)

cinderamata prof ueki          cinderamata pak romaidi

DOSEN JURUSAN TADRIS BIOLOGI

peserta

pak johan

HMJ TADRIS BIOLOGI MELAKUKAN AKSI LINGKUNGAN MELALUI PEMANFAATAN GULMA DAN PEMELIHARAAN TANAMAN

HMJ TADRIS BIOLOGI MELAKUKAN AKSI LINGKUNGAN MELALUI PEMANFAATAN GULMA DAN PEMELIHARAAN TANAMAN

kerja bakti 1Pada hari Sabtu (17/03/2018) mahasiswa jurusan Tadris Biologi beserta Bapak/Ibu Dosen melakukan Kegiatan Kerja Bakti sekaligus sebagai aksi cinta lingkungan melalui pemanfaatan gulma dan pemeliharaan tanaman. Dimulai pada pukul 07.00 WIB di halaman kampus IAIN Tulungagung yang tepatnya di sebelah selatan gedung Arif Mustakim, sekitar 30-an mahasiswa dan Bapak/Ibu dosen jurusan Tadris Biologi memulai aksinya dengan membersihkan rumput/gulma.

kerja bakti 5

Kerja bakti 8

Rumput dan gulma yang ada dimanfaatkan sebagai kompos, yang nantinya dapat dijadikan sebagai pupuk tanaman di area kampus. Selain dimanfaatkan sebagai kompos, gulma yang berupa benalu juga dimanfaatkan sebagai simplisia. Simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apa pun, umumnya berupa bahan yang telah dikeringkan. Simplisia memiliki banyak keunggulan antara lain efek sampingnya relatif lebih kecil daripada obat-obatan kimia karena berasal dari alam, adanya komposisi yang saling mendukung untuk mencapai efektivitas pengobatan, dan lebih sesuai untuk penyakit metabolik dan degeneratif.

kerja bakti 6 Selain itu mahasiswa juga melakukan penyiangan dan pemupukan pada tanaman “kiwi” yang ada di lokasi. Buah kiwi yang memiliki nama latin Actinidia deliciosa merupakan sejenis beri-berian yang dapat dimakan dari tanaman merambat berkayu dengan genus Actinidia dan merupakan macam buah tropis. Buah kiwi ini sebenarnya bukanlah buah lokal yang berasal dari Indonesia, tetapi buah kiwi berasal dari daerah Shaanxi di dataran Tiongkok.

Kiwi ini dikenal sebagai penghasil vitamin C terbesar dibandingkan dengan buah-buahan yang lainnya. Kiwi juga mengandung protein, air, karbohidrat, kalori, abu, lemak, magnesium, fiber, besi, pottasium, vitamin A, kalsium, phosphorus, niacin, retinol, sodium, thiamin, kolesterol, riboflavin. Buah Kiwi juga mengandung actinidin yaitu enzim alami yang dapat mengatasi sembelit, dan asam askobinnya melindungi tubuh dari demam dan nyeri.

Dengan kandungan yang dimilikinya, buah kiwi  mempunyai khasiat sebagai: anti hipertensi, menangkal radikal bebas, kesehatan mata, masalah pencernaan, bermanfaat bagi wanita hamil, kesehatan jantung dan mengurangi resiko alzheimer.

kerja bakti 7Sebagian mahasiswa juga melakukan penanaman lima bibit tanaman obat, dan penanaman benih tanaman sayuran. Kegiatan diakhiri sekitar pukul 11.00 WIB mengingat matahari mulai menyengat dan tidak baik digunakan untuk penanaman. Semoga kerja nyata mahasiswa jurusan Tadris Biologi ini dapat membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Aamiin. “Salam Lestari, Salam Konservasi”. (adm/tbio)

Red Biotechnology: Solusi Penanganan Difteri (Sebuah Review)

Baca selengkapnya di: RED_BIOTECHNOLOGY_SOLUSI_PENANGANAN_DIFT

Misteri Otak Manusia: Anatomi dan Spiritualitas

Baca selengkapnya di: MISTERI OTAK MANUSIA