Home » 2018 » October

Monthly Archives: October 2018

Pengumuman Hasil Babak Penyisihan OBELIA 2018

TIM DARI JURUSAN TADRIS BIOLOGI (TBIO) FTIK IAIN TULUNGAGUNG MENGIKUTI SEMINAR NASIONAL DAN WORKSHOP KLIRENS ETIK PENELITIAN DI UIN MALANG

1   2

Pada hari Senin (22/10/2018), tim dari jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung yang terdiri dari Kajur (Dr. Eni Setyowati, S.Pd., MM.), Dosen (Haslinda Yasti Agustin, M.Si., dan Desi Kartikasari, M.Si.) serta mahasiswa (Laily Nursa’idah) mengikuti Seminar Nasional dan Workshop Klirens Etik Penelitian di UIN Malang. Adapun narasumber kegiatan tersebut adalah Dr. drh. Nusdiayanto Triakoso (UINAIR Surabaya), M.P., Dr. Annasari Mustafa, M.Si. (POLTEKES Negeri Malang), Dr. Eko Budi Minarno, M.Pd. (UIN Malang), Dr. drh. Bayyinatul Muchtaromah, M.Si. (UIN Malang) serta M. Basyarudin, M.Si. (UIN Malang).

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB sampai 17.30 WIB ini membahas tentang: 1) Prosedur dan Aplikasi dalam Penelitian Ilmu Hayati, 2) Klirens Etik: Prosedur dan Aplikasi dalam Penelitian Ilmu-Ilmu Kesehatan, 3) Etika Penelitian Perspektif Sains dan Islam, 4) Prosedur Penganganan Hewan Coba (Tinjauan Sains dan Islam) serta 5) Praktek Penanganan Hewan Coba.

Dalam presentasinya, Eko Budi Minarno menyatakan bahwa, sebuah penelitian harus berdasarkan etika. Adapun etika dalam penelitian meliputi: 1) Penelitian harus mengikuti peraturan yang ada dan mengantisipasi kemungkinan adanya masalah etika dalam penelitiannya, 2) Kompetisi dalam penelitian bisa baik atau tidak baik, dan 3) Whitsleblowing mungkin merupakan suatu mekanisme yang baik untuk mengtahui terjadinya penyimpangan dalam penelitian. Sedangkan Nusdianto Triakoso menyampaikan bahwa, jika penelitian menggunakan hewan coba, maka peneliti harus memperhatikan etika penggunaan hewan coba. Komisi Etika Penggunaan Hewan Coba dibentuk untuk menjamin penelitian-penelitian yang dilakukan oleh staf pengajar, mahasiswa atau peneliti-peneliti lain yang menggunakan hewan coba dilakukan dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah penggunaan hewan coba penelitian. Annasari Mustofa juga menyatakan bahwa, manusia, tumbuhan, dan hewan sebagai subyek penelitian telah membawa implikasi etik, hukum dan sosial serta menimbulkan berbagai macam reaksi dari masyarakat. Oleh karena itu dibentuklah kebijakan baru dalam penelitian dengan ditetapkannya Kep. MenKes RI Nomor 1334/Menkes/SK/X/2002 tentang Pembentukan Komisi Etik Peneltian Kesehatan (KEPK).

DI dalam penelitian, khususnya yang menggunakan hewan coba, harus memperhatikan etika penelitian yang ada karena mereka adalah umat Allah juga, ungkap Bayyinatul Muchtaromah. Firman Allah dalam QS. Al-An’am 37 menyebutkan, “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”  Berdasarkan firman Allah tersebut, maka  standar pemanfaatan hewan coba harus meliputi: 1) pemeliharaan yang baik dan 2) tidak menyiksa atau membebani di luar kemampuan. Sedangkan alasan penggunaan hewan coba dalam penelitian dikarenakan: 1) sistem organ dan tubuh menyerupai manusia dan hewan lain, 2) rentan terhadap penyakit yang sama mempengaruhi manusia, 3) jangka hidup pendek, 4) tidak semua penelitian etik dilakukan pada manusia, dan 5) lingkungan mudah dikontrol untuk menjaga variabel eksperimen seminimal mungkin.

5

Pada sesi terakhir semua peserta melakukan praktek penanganan hewan coba di laboratorium Fisiologi Hewan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang yang dipandu oleh M. Basyarudin, M.Si.

3  4a   4

 lestari….Salam konservasi (adm/tbio)

 

MAHASISWA JURUSAN TADRIS BIOLOGI FTIK IAIN TULUNGAGUNG MEMPEROLEH JUARA HARAPAN II LOMBA ECTION 2018 DI UNESA

Setelah melalui beberapa tahap, akhirnya pada hari Minggu (21/10/2018), tim mahasiswa jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung (Eka, Fikri dan Beta) mempertahankan hasil karyanya di depan tim penguji dan berhasil meraih juara harapan II dalam Lomba ECTION 2018. Lomba ECTION 2018 yang diselenggarakan oleh BEM-FMIPA UNESA ini merupakan ajang economic writing competition se-Jawa Bali yang diikuti oleh mahasiswa se Jawa-Bali. Setelah menyisihkan sekitar 200 peserta akhirnya tim dari Jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung menyabet juara harapan II.

Adapun para pemenang lomba ECTION 2018 ini adalah: Juara I (Tim dari Universitas Brawijaya), Juata II (Tim dari Universitas Brawijaya), Juara III (Tim dari Universitas Surabaya), Juara Harapan I (Tim dari Univeristas Negeri Malang) dan Juara II (Tim dari IAIN Tulungagung). Merupakan suatu kebanggaan bagi jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung, yang mana tim dari IAIN Tulungagung dapat bersaing dengan Tim dari Perguruan Tinggi yang besar. Meskipun Jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung masih berumur hampir 4 tahun, namun telah dapat menunjukkan eksistensinya di tingkat Jawa-Bali. Selamat kepada Eka, Fikri dan Beta….Tingkatkan terus prestasimu….Tetap Semangat…..Semoga manjadi pamacu bagi adik-adik tingkatnya. Aamin.

1  2

 Salam lestari….Salam konservasi (adm/tbio)

PENYISIHAN OLIMPIADE BIOLOGI TINGKAT SMA/SEDERAJAT (OBELIA) JURUSAN TADRIS BIOLOGI FTIK IAIN TULUNGAGUNG

Pada hari Minggu (21/10/2018), Jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung mengadakan Penyisihan Olimpiade Biologi Tingkat SMA/Sederajat se-Karesidenan Kediri. Olimpiade Biologi ini merupakan olimpiade Biologi pertama kali yang diselenggarakan oleh Jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung. Meskipun demikian antusias siswa-siswi SMA/Sederajat se-Karesidenan Kediri sangat tinggi, hal ini terlihat jumlah pendaftar olimpiade Biologi yang mencapai 200 peserta. Meskipun saat ini jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung masih memasuki usia yang ke-empat namun berbagai kegiatan telah dilaksanakan dengan sukses. Tahun ini jursuan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung menyelenggarakan Olimpiade Biologi tingkat SMA/sederajat se-Karesidenan Kediri, dan diharapkan tahun depan bisa meningkat ke tingkat Jawa Timur.

Olimpiade ini dilaksanakan dengan tiga babak, yaitu babak penyisihan, semifinal dan final. Babak penyisihan dilaksanakan pada hari Minggu (21/10/2018), sedangkan babak semi final dan final dilaksanakan pada hari Minggu (04/11/2018). Pada babak semi final diambil 15 peserta terbaik, dan pada babak final diambil 6 peserta terbaik dari babak semi final.

Alhamdulillah, pelaksanaan penyisihan olimpiade Biologi berjalan dengan lancar, para peserta dengan serius mengerjakan soal penyisihan yang berjumlah 100 soal pilihan ganda. Pelaksanaan olimpiade Biologi ini juga terlaksana atas kerjasama antara jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung dengan LBB Primagama Tulungagung.

registrasi

peserta

Bagi adik-adik peserta OBELIA, selamat berjuang….semoga kalian menjadi sang juara.

Salam lestari….Salam konservasi (adm/TBIO)

 

TADRIS BIOLOGI FTIK IAIN TULUNGAGUNG MENYELENGGARAKAN SEMINAR NASIONAL DENGAN TEMA “IPA SEBAGAI INSPIRATOR PENCETAK GENERASI YANG UNGGUL”

Pada hari Sabtu, 20/10/2018 HMJ Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung mengadakan Seminar Nasional dengan tema “IPA sebagai Inspirator Pencetak Generasi yang Unggul”. Seminar ini menghadirkan narasumber Dr. Sifak Indana, M.Pd. (Dosen Pendidikan Biologi UNESA) dan Nanang Purwanto, M.Pd. (Dosen Tadris Biologi IAIN Tulungagung). Seminar diawali dengan sambutan ketua panitia (Hanif Azhar), ketua HMJ (Syaufika Abdila), ketua Jurusan Tadris Biologi (Dr. Eni Setyowati, S.Pd., MM.) serta Wakil Dekan I FTIK IAIN Tulungagung (Dr. Fathul Mujib, M.Ag.) sekaligus membuka acara seminar ini. Dengan dihadiri sekitar 500 peserta dari kalangan mahasiswa baik jurusan Tadris Biologi maupun dari jurusan lain, serta dari umum (guru IPA) se Karesidenan Kediri, membuat acara ini semakin meriah. Acara ini juga dilengkapi dengan pameran produk-produk hasil karya mahasiswa Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung.

wadek 1

narsum Pada kesempatan pertama, Dr. Sifak Indana menyampaikan materi tentang Pembelajaran dan Penilaian IPA untuk abad 21. Menurut Sifak Indana, performa guru pada pembelajaran di abad 21 seharusnya: 1) guru menyajikan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, 2) guru berfokus pada pertanyaan sebagai modus aktif dari inkuiri, 3) guru menantang peserta didik berpikir dan bertanya, 4) guru mendorong debat dan diskusi antar peserta didik, 5) guru menyediakan berbagai tingkat dan alur penyelidikan, 6) guru menjadi pembimbing memberikan arahan sedikit mungkin, 7) guru menunjukkan ketertarikan peserta didik untuk ikut aktif dan mencari informasi dan gagasan baru, 8) guru menghindari tampil dan bertindak otoriter, 9) Guru menekankan pada bagaimana peserta didik tahu dan apa yang diketahui peserta didik, 10) guru menggunakan keterampilan bertanya yang tepat seperti waktu tunggu, variasi, tingkat kesukaran dan sebaran, 11) guru menanggapi dengan tepat apa yang peserta didik katakan atau lakukan yang berkontribusi pada pelajaran, dan 12) guru memunculkan, mengoreksi dan memanfaatkan pengetahuan awal peserta didik.

produk 1    produk 3

Sedangkan performa peserta didik pada pembelajaran di abad 21 adalah: 1) peserta didik membangun konsep/prinsip/hubungan berdasarkan pengamatan langsung dan/atau penggunaan data yang diberikan oleh guru, 2) peserta didik menghubungkan variabel bebas dan terikat untuk menetapkan hukum empiris berdasarkan bukti yang dikumpulkan dari eksperimen, 3) peserta didik membuat prediksi spesifik berdasarkan prinsip umum atau hukum, 4) peserta didik membuat keputusan, mempertahankan kesimpulan berdasarkan bukti, dan peserta didik mengembangkan dan menguji hipotesis untuk pengamatan lebih lanjut dan/atau eksperimen.

sifak   nanang

Pada sesi kedua Nanang Purwanto, M.Pd. menyampaikan bagaimana sikap ilmiah dalam belajar IPA. Seminar berlangsung sangat meriah, peserta sangat antusias untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Seminar berakhir dengan sumbangan lagu pelangi di hatimu dan kemesraan oleh Dr. Sifak Indana feat IVO IAIN Tulungagung.

penanya  kenangan sifak  kenangan nanang

Melalui perjuangan dan kerja keras semua panitia dan HMJ Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung, alhamdulillah acara berlangsung dengan sukses dan lancar.

Salam lestari….Salam Konservasi (Adm/TBIO)