Home » 2019 » October

Monthly Archives: October 2019

KUNJUNGAN MA Al-MAHRUSIYAH KOTA KEDIRI KE LABORATORIUM BIOLOGI FTIK IAIN TULUNGAGUNG

1

Hari Kamis/24 Oktober 2019, MA Al-Mahrusiyah Kota Kediri mengadakan kunjungan ke Laboratorium Biologi dan Kimia FTIK IAIN Tulungagung. Dalam kunjungan ini, turut hadir Bapak/Ibu guru pendamping yang terdiri atas 8 orang serta siswa-siswi MIA kelas X yang berjumlah 37 orang dan  MIA kelas XI yang berjumlah 20 orang. Rombongan dari sekolah tersebut tiba di kampus IAIN Tulungagung pada pukul 08.30 WIB dan langsung menuju ruang rapat lantai 2 gedung Arief Mustaqim untuk mengikuti acara penyambutan yang dibuka oleh Ibu Umy Zahroh (Kajur Tadris Kimia), Bapak Nanang Purwanto (Sekjur Tadris Biologi), Bapak Eko (Perwakilan dari MA Al-Mahrusiyah), dan MC Ibu Tutik Sri Wahyuni (Sekjur Tadris Biologi). Dalam penyambutan ini disampaikan bahwa salah satu profil jurusan TBIO dan TKIM adalah membentuk lulusan yang cakap dan profesional dalam perannya sebagai seorang guru, peneliti, wirausahawan, maupun pengelola laboratorium. Oleh karena itu, penting sekali menguasai berbagai ketrampilan di laboratorium untuk menunjang tercapainya profil jurusan tersebut. Hal ini di-amini juga oleh perwakilan dari pihak sekolah, dan disampaikan juga rasa terimakasih telah diperkenankan berkunjung ke kampus IAIN Tulungagung. Acara penyambutan diakhiri dengan pemberian cinderamata dari pihak sekolah ke pihak FTIK dan Laboratorium, begitu juga sebaliknya pemberian cinderamata dari pihak FTIK ke pihak sekolah sebagai kenang-kenangan.

 3

 

Begitu penyambutan selesai, siswa langsung diarahkan untuk melakukan kegiatan selanjutnya di laboratorium. Siswa MIA kelas X menuju ke Laboratorium Kimia untuk mengikuti kegiatan “Pengenalan Alat-Alat Laboratorium” dan “Keselamatan Kerja Selama di Laboratorium (Safety Lab)” yang dipandu oleh Bapak Ali dan Ibu Tutik serta 5 mahasiswa pendamping. Siswa MIA kelas XI menuju ke Laboratorium Biologi untuk mengikuti kegiatan “Praktikum Pengamatan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan” yang dipandu oleh Ibu Haslinda, Ibu Ainun, Ibu Arbaul, dan 5 mahasiswa pendamping. Siswa kelas XI tersebut dibagi menjadi 5 kelompok, sehingga 1 kelompok terdiri atas 4 orang. Setiap kelompok memperoleh 1 set alat bahan yang sudah ditata dalam keranjang dan 2 mikroskop. Praktikum ini bertujuan untuk mengamati bentuk sel epitel pipi, stomata Rhoeo discolor, sel epidermis bawang merah, serta bentuk trikhoma pada daun durian dengan menggunakan mikroskop cahaya. Siswa diharapkan terampil membuat preparat dengan 2 metode yang berbeda serta terampil dalam menggunakan mikroskop pada perbesaran 100x dan 400x. Selain mengamati obyek di atas dengan membuat preparat segar, siswa juga mengamati preparat awetan (otot polos, otot lurik, otot jantung, tulang keras, tulang rawan, sel saraf, akar batang daun dikotil dan monokotil). Hasil praktikum diwujudkan dengan tugas menggambar amatan kelompok masing-masing pada lembar petunjuk praktikum yang telah disediakan. Praktikum berjalan dengan lancar sampai tidak terasa waktu sudah mencapai pukul 12.00 siang. Praktikum diakhiri, tapi sebelumnya siswa harus membersihkan semua peralatan yang dipakai, serta mengembalikan ke posisi semula.

2    4

Sebelum kegiatan praktikum diakhiri, siswa diminta untuk menuliskan kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan praktikum hari ini. Hampir seluruh siswa merasa senang dan bersyukur bisa melakukan pengamatan dan praktek secara langsung. Menurut mereka ini merupakan pengalaman yang sangat berharga serta mampu menambah pengetahuan baru. Mereka berharap kegiatan ini bisa dilakukan tiap tahun dan berharap bisa berkunjung lagi ke IAIN Tulungagung.

Kami juga sangat bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Dengan segala keterbatasan laboratorium kami, semoga ke depan bisa lebih baik dan lebih lengkap peralatannya, serta semoga bisa memberikan manfaat dan barokah bagi orang-orang di sekitarnya, Aamiin.

KAJUR TBIO MENGIKUTI SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

foto 1    foto 2

foto 3    foto 4

Pada hari Kamis-Jumat/17-18 Oktober 2019, Kajur Tadris Biologi Faklutas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung, Dr. Eni Setyowati, S.Pd., MM. mengikuti Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat di Fakltas MIPA Universitas Brawijaya Malang. Seminar ini diadakan oleh pusat studi SMONAGENES Universitas Brawijaya Malang.

Narasumber seminar ini adalah Prof. Dr. Nurul Taufiqu ek Iriany, M.S.ochman, M.Eng., Ph.D dari LIPI, Dr. Ir. Atik Iriany, MS. dari MIPA UB, dan Diana Isliutamimah, S.Farm., Apt. (pemiliki klinik beauty Pronafa Sidoarjo.

Acara selanjutnya adalah sesi presentasi paralel dimulai pukul 13.00 WIB sampai selesai, dan dilanjutkan keesokan harinya. Dalam sesi paralel ini Kajur TBIO memaparkan hasil pengabdian masyarakatnya yang berjudul “Pelatihan dan Pendampingan Diversifikasi Produk Berbahan Dasar Murbei Bagi Santri Ma’had Al-Jami’ah IAIN Tulungagung.”

foto 5

Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses!!!

Salam lestari, salam konservasi.

 

GRAND FINAL OBELIA II 2019

para juara

Pada hari Minggu/20 Oktober 2019, Jurusan Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung menyelenggarakan grand final Obelia II 2019. Obelia II kali ini adalah se provinsi Jawa Timur. Grand final Obelia II 2019 dilakukan dalam serangkaian kegiatan, yaitu babak penyisihan yang dlakukan pada tanggal 13 Oktober 2019. Babak penyisihan dilakukan di 6 rayon, yaitu Rayon Tulungagung, Rayon Trenggalek, Rayon Kediri, Rayon Mojokerto, Rayon Blitar, dan Rayon Lamongan. Dari babak penyisihan, kemudian diambil 16 tim untuk lanjut ke babak semi final, kemudian diambil lagi lima tim untuk maju ke babak final.

Acara grand final ini dimulai dengan sambutan Kajur TBIO, Dr. Eni Setyowati, S.Pd., MM.. Dalam sambutannya, Kajur menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya dan ucapan selamat kepada para guru pendamping dan peserta yang telah lolos di babak ini. Semoga ke depan Obelia II bisa semakin luas, tidak hanya se-Propinsi Jawa Timur, tetapi bisa semakin luas menjadi Se-Jawa. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dr. Muniri, M.Pd. Dalam sambutannya, Wadek III menyampaikan rasa yang sangat bangga akan suksesnya Obelia II 2019 ini, semoga ke depan menjadi lebih baik lagi, lebih mengepakkan sayapnya lagi ke tingkat yang lebih luas, serta dapat menyelenggarakan kegiatan yang dapat meningkatkan kognitif maupun psikomotorik.

sambutan kajur   Sambutan Wadek 3

Adapun para juara OBELIA II 2019 ini adalah:

Juara I  : MAN 2 Malang

Juara II  : MAN 3 Jombang

Juara III : MA Amanatul Ummah

Juara IV : SMAN 1 Garum

Juara V  : MAN 3 Blitar

Selamat bagi para juara. Tingkatkan terus prestasi kalian….

Salam Lestari….Salam Konservasi.

PENGUMUMAN LOLOS GRAND FINAL OBELIA II 2019

Berikut merupakan hasil dari babak penyisihan OBELIA II 2019

HASIL PENYISIHAN OBELIA II 2019

Selamat bagi yang lolos seleksi. Bagi yang belum berkesempatan lolos jangan patah semangat. Tetap semangat untuk hasil yang lebih baik lagi

WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN SOAL HOTS

workshop soal hots

Pada hari Jum’at, 11 Oktober 2019 Jurusan Tadris Biologi bekerjasama dengan Pusat Studi RED-C FTIK IAIN Tulungagung mengadakan workhop dengan tema “Peningkatan Kompetensi Guru” atau disingkat KATA SI GURU di MI Miftahul Ulum Plosorejo, Kademangan, Blitar. Acara ini dibuka oleh Bapak Fajar Shodiq selaku kepala sekolah MI tersebut serta sambutan dari Ketua PPAI dan Ketua Yayasan Ma’arif NU Blitar. Bapak Fajar sangat mendukung kegiatan yang berupaya meningkatkan kualitas guru dan acara ini adalah ide beliau yang secara khusus meminta kedua narasumber (Nanang Purwanto, M.Pd. dan Haslinda Yasti Agustin, S.Si., M.Pd. dosen Tadris Biologi FTIK IAIN Tulungagung) untuk mengisi kegiatan tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh bapak ibu guru SD se-Kecamatan Kademangan, dengan jumlah peserta mencapai 90 orang.

Dalam workshop ini dibahas tentang Desain Pembelajaran Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills) dan Pengembangan Soal-soal HOTS. Materi diawali dari alasan perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013. Selain karena perubahan zaman yang terus berkembang, berbagai kompetensi yang harus dikuasai di masa depan, adanya fenomena negatif yang mengemuka di masyarakat, juga karena adanya hasil assessment internasional yang diikuti Indonesia yaitu PISA (Programme for International Student Assessment), TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study), dan PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study). Sebagai perbandingan untuk sekolah dasar, hasil TIMSS adalah yang paling sesuai karena tes ini dilakukan pada siswa usia 8 tahun atau kelas 4 SD. Hasil TIMSS 2015 menunjukkan bahwa skor hasil matematika siswa kita sebesar 397 poin masih di bawah rata-rata (TIMSS Scale Centerpoint) sebesar 500 poin. Hasil Sains siswa kita juga sama sebesar 397 poin dan masih di bawah rata-rata (TIMSS Scale Centerpoint) sebesar 500 poin.

TIMSS membagi soal-soalnya menjadi 4 kategori yaitu LOW, INTERMEDIATE, HIGH, ADVANCE. Dari hasil analisis sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kita bisa mencapai level Low dan Intermediate, serta sedikit sekali yang mencapai level High. Level High mengukur kemampuan bernalar siswa yang melibatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Siswa kita sudah sangat kesulitan mengerjakan soal tipe ini, dan inilah yang harus dievaluasi. Siswa kita tidak terbiasa mengasah kemampuan tersebut selama proses pembelajaran. Guru sebaiknya menyajikan/mendesain pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik untuk berpikir kritis, logis, dan sistematis sesuai dengan karakteristik pelajaran, yang pada akhirnya dapat membentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills atau HOTS). Guru berusaha menyajikan pembelajaran yang variatif serta memberikan materi yang “tidak biasa”.

Setelah penyampaian materi awal dilanjutkan dengan materi pengembangan soal-soal HOTS. Pembuatan soal tidak sembarangan, harus diawali dari pembuatan indikator yang tepat. Penggunaan kata kerja operasional yang sesuai juga perlu diperhatikan. Soal yang sulit belum tentu soal HOTS. Soal yang melibatkan proses bernalar, kreatif, memecahkan masalah, membuat keputusan, baru inilah yang sudah mencapai level HOTS. Di akhir materi dilanjutkan dengan latihan membuat soal oleh bapak ibu guru peserta workshop. Lembar tugas diberikan pada tiap peserta dan langsung disambut dengan semangat. Setelah selesai, ada presentasi soal hasil karya bapak ibu guru, yang diwakili oleh 2 orang. Hasilnya langsung dibahas saat itu juga oleh kedua narasumber, serta diberikan masukan. Rata-rata soal yang dibuat masih sampai level menerapkan/mengaplikasikan, tapi sudah ada beberapa yang kreatif dan menemukan “feel” atau rasa berbeda dalam soal yang mereka buat. Sebaiknya latihan membuat soal HOTS ini tidak hanya dibuat ketika workshop saja, tapi juga diamalkan ketika sudah kembali ke sekolah masing-masing. Semoga kegiatan dan ilmu yang disampaikan hari ini membawa manfaat dan barokah bagi kita semua, Aamiin.