SK Dekan “Persamaan Tadris dengan Pendidikan”

Berikut SK Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Tulungagung Tahun 2021 tentang Persamaan Tadris dengan Pendidikan. Download di sini 1969 SK PERSAMAAN TADRIS DG PENDIDIKAN

Template Artikel Jurnal Penelitian Tadris Kimia

Assalamu’alaikum wr wb.

Bagi mahasiswa Jurusan Tadris Kimia FTIK UIN Sayyid Ali Rahmatullah yang telah selesai menyusun skripsi, silakan tuliskan laporan penelitian anda dalam bentuk artikel. Template artikel dapat diunduh di sini Template Artikel JPTK.

Terima kasih

 

Salam Sehat, Salam Sukses, Salam Chemistry!

 

Mahasiswa Mengabdi : Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia di Desa Dawung

Desa Dawung merupakan salah satu desa di wilayah kabupaten Kediri yang mengadakan kegiatan Vaksin Covid-19 bagi Lansia untuk Gelombang ke-2 Tahap 1. Sebelumnya di desa Dawung juga telah mengadakan kegiatan Vaksin Covid-19 bagi Lansia Gelombang 1 Tahap 1 pada bulan sebelumnya. Vaksin ini tidsk dipungut biaya (gratis) sebagai salah satu progam pemerintah desa Dawung bagi warganya. Kegiatan ini dilakukan oleh Pemerintah desa Dawung dibantu oleh Puskesmas terdekat dan bidan setempat. Selain dari pihak pemerintah desa dan tenaga kesehatan, kegiatan ini dibantu oleh para relawan dari karang taruna dan petugas e-warung desa Dawung. Sasaran dari kegiatan ini adalah Lansia yang pada gelombang 1 belum melakukan Vaksin Covid-19. Kegiatan ini dilakukan di Balai Desa Dawung pada hari Kamis tanggal 10 Juni 2021. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penanganan pencegahan penularan Virus covid-19 di desa Dawung serta untuk menambah kekebalan imunitas Lansia dan warga Desa Dawung.

IMG-20210610-WA0004Salah satu mahasiswa Tadris Kimia FTIK UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Zulvia rifqi Nabilla Ash, menjadi panitia pada kegiatan vaksinasi tersebut. Kegiatan Vaksinasi dimulai pada pukul 07.00 hingga pukul 15.00. Warga lansia sebelumnya diberi undangan dengan jam yang telah ditentukan oleh Pemerintah desa supaya tidak menimbulkan keramaian. Peserta yang hadir pun juga sangat antusias dalam melakukan vaksinasi sehingga kegiatan vaksin berjalan dengan lancar. Tahapan dari vaksin di awali dengan mengisi daftar hadir dengan membawa undangan fotokopi KTP kemudian melakukan tes kesehatan. Jika pada tahap tes kesehatan peserta vaksin tersebut sesuai kriteria maka akan dilanjutkan dengan penyuntikan vaksin. Dan apabila tidak sesuai kriteria kesehatan warga tidak mendapatkan vaksin karena ditakutkan akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Setelah pemberian Vaksin peserta vaksin akan menunggu 15 menit di ruang tunggu sembari menunggu kartu vaksinasi Covid yang akan digunakan untuk vaksinasi tahap ke-2. Dari beberapa lansia yang diberikan undangan banyak sekali masyarakat umun yang juga mengikuti Vaksinasi Covid-19 ini sehingga pada vaksin Covid bagi lansia Gelombang 2 tahap 1diikuti juga oleh masyarakat umum.

vaksinPada kegiatan ini total kehadiran 339 warga yang terdiri dari warga masyarakat yang lolos vaksin berjumlah 315 warga, yang tidak lolos vaksin 22 warga dan dibawah umur ada 2 warga. Vaksin yang diberikan pada Gelombang 2 tahap 1 ini yaitu vaksin bermerk Sinovac dan pada gelombang sebelumnya vaksin yang diberikan yaitu merk Astra sehingga warga yang diberikan vaksin harus berbeda. Warga yang telah  mendapatkan vaksin dengan merk Astra tidak boleh melakukan vaksin pada kegiatan vaksin ini. Warga yang telah mendapatkan vaksin diharapkan menantikan undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah desa Dawung.

Sertifikat Akreditasi Jurusan Tadris Kimia 2021-2026

Sertifikat Akreditasi Tadris Kimia FTIK IAIN Tulungagung

Hadirkan Kepala BPIP, IAIN Tulungagung Gelar Talk Show tentang Spiritualitas Pancasila

Selasa, 05 Januari 2021 10:24
Hadirkan Kepala BPIP, IAIN Tulungagung Gelar Talk Show tentang Spiritualitas Pancasila
Tulungagung – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung menghadirkan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, dalam sebuah Talks Show dengan tema “Mengokohkan Spiritualitas dan Bhinea Tunggal Ika dalam Kebangsaan Indonesia”. Kegiatan ini digelar di Aula Lantai 6 Gedung KH Arief Mustaqiem IAIN Tulungagung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Turut hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh masyarakat serta tokoh lintas agama di Kabupaten Tulungagung.

Rektor IAIN Tulungagung, Maftukhin sebagai Keynote Speaker menyampaikan bahwa peserta dalam Talk Show tersebut sebagaian besar adalah dosen pengampu mata kuliah Pancasila di semua fakultas di lingkungan IAIN Tulungagung, para pegiat dan tokoh masyarakat dari semua agama dan kepercayaan.

Dalam penyampaiannya secara singkat Rektor menyampaikan perihal sejarah Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang beberapa tahun lalu IAIN Tulungagung pernah melakukan riset tentang jejak sejarah keduanya di wilayah Kabupaten Tulungagung. Menurutnya, dua tema ini sebenarnya diambil dari dua kitab yang ditulis pada masa yang sama, Pancasila ada di buku Negara Kertagama yang ditulis oleh Empu Prapanca. Sedangkan yang kedua Bhineka Tunggal Ika ditulis oleh Empu Tantular.

Berbeda dengan pemaknaan yang ada saat ini, kedua hal tersebut menurut Rektor sebetulnya bermakna kebaikan tertinggi. Atau kebaikan tertinggi kepada Sang Maha Tunggal.

Masih menurut Rektor, kedua kitab tersebut ditulis oleh dua orang dari guru yang sama, yakni Gayatri Rajapatni. Karena itu sangat dimungkinkan bahwa sebetulnya konsep Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika itu adalah konsepnya Ibu Gayatri. Adapun Candi pendermaannya Ibu Gayatri ada di Boyolangu, Tulungagung.

Lebih lanjut Rektor mengatakan bahwa sebenarnya munculnya konsep-konsep tersebut bukan tanpa sebab. Akan tetapi akibat adanya konflik antar agama yang sangat luar biasa. Antara Siwa dan Budha, bahkan Budha sendiri tidak hanya satu, diantaranya Tantrayana dan Mahayana.

“Ketika konflik antar madhzab dalam agama selesai maka Majapahit menjadi mercusuar dunia yang pada waktu itu wilayahnya senusantara hingga Vietnam (campa pada waktu itu) pada masa Tribuana Tunggadewi.” kata Rektor.

Sementara itu, sebagai Narasumber, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi dalam pemaparannya dengan menyampaikan sejarah ketika Nabi Muhammad SAW menakhlukkan Makkah atau yang dikenal dengan Fathu Makkah pada tahun 630 Masehi atau 10 Ramadhan 8 Hijriah. Menurut Yudian peristiwa tersebut merupakan yang pertama terjadinya Revolusi tidak berdarah.

foto pncasilaLalu apa hubungannya peristiwa tersebut dengan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika? Mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut menjelaskan, bahwa Soekarno adalah umat Nabi Muhammad SAW yang paling mampu melaksanakan praktek politik lapangan tertinggi Rasulullah SAW yakni melakukan Revolusi tidak berdarah.

“Apa itu? Proklamasi kita yang berjalan 59 detik dan tidak ada pertumpahan darah. Itupun mempersatukan lebih dari 40 kerajaan pada zamannya masing-masing,” kata Kepala BPIP.

Lebih lanjut Kepala BPIP menyampaikan bahwa Revolusi tersebut bisa dilakukan Soekarno mewakili para tokoh bangsa Indonesia dengan membawa konsep Pancasila. Dan menurutnya spiritualitas itu sangat jelas ada dalam Pancasila di mana ada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Tak hanya itu, dikatakan juga oleh Kepala BPIP adapun nilai-nilai dalam lima sila Pancasila, semua dapat dengan mudah ditemui pada ajaran atau kitab suci semua agama yang diakui oleh negara Republik Indonesia. Sehingga apa yang ada dalam Pancasila sudah sangat cocok dengan keragaman yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Sebelum mengakhiri materinya, Kepala BPIP juga menyampaikan bahwa kita adalah umat beragama yang paling beruntung hidup di negara ini. Karena kita menempatkan Tuhan di atas tapi disertai dengan perwujudannya yang tidak lepas dari Ketuhanan itu sendiri dengan cara melibatkan kemanusiaan.

“Inilah kalau dibilang spiritualitasnya yang unik dibandingkan yang ada di tempat lain.” kata Kepala BPIP.

Jalannya Talk Show tersebut selengkapnya bisa disaksikan di channel youtube Satu Televisi.(sin)

Archives

November 2021
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930